
Setelah gus Fuad keluar dari kamar, kamipun segera berembuk yang aku takutkan kami berlima akan di hukum karena ikut campur urusan orang lain.
"Wes tenang nanti kalo di hukum kita bareng-bareng" kata Beni mencoba menengahi.
Akhirnya setelah sholat Isya, akupun berpamitan pada para sahabatku untuk kembali ke 'ndalem'.
"Assalamu'alaikum" ucapku saat akan memasuki 'ndalem'.
"Waalaikumsalam" jawab gus Fuad dan kyai Zeinal dari arah ruang tamu.
Aku segera melangkahkan kakiku ke arah mereka dan menyalami beliau berdua.
"Pul, duduk sini" ujar gus Fuad.
"Njih gus" jawabku sedikit takut.
"Le, kamu itu punya 'bakat' istimewa yang gak di punyai setiap orang, jadi tolong jangan sembarangan menunjukan sama semua orang termasuk konco-koncomu kuwi" jelas gus Fuad padaku, sementara aku hanya menunduk terdiam mendengarkan karena aku sudah memperkirakan hal ini.
Pagi pun tiba, gus Fuad memanggilku lagi.
"Pul, karena kesalahanmu kemarin kowe di hukum" ujar gus Fuad sebelum aku berangkat sekolah.
"Hukumanmu kamu harus jaga dan mengawasi Ning Ratna di sekolah" jelas gus Fuad lagi, sementara aku langsung terlonjak kaget mendengar penjelasan gus Fuad.
"Ma...maksudnya gus?" tanyaku meminta penjelasan.
"Jadi mulai sekarang kowe jaga ning Ratna" ucap gus Fuad membuatku semakin tak paham.
__ADS_1
"Lek ayo berangkat" kata ning Ratna mengagetkan kami berdua.
"Ayo Pul kamu temenin aku naik mobil ae" kata gus Fuad lagi.
"Njih gus" jawabku.
"Na, kalo ada apa-apa kowe tanya mas Ipul ya?" kata gus Fuad pada Ratna yang sempat membuatku terkejut.
"Nggih paklek" jawab Ratna singkat.
Kemudian kami bersama turun dari mobil menuju kantor kepala sekolah.
"Assalamualaikum" ujar kami sambil mengetuk pintu Kepala Sekolah.
"Waalaikumsalam" sahut pak Supriadi yang merupakan kepala sekolah di sekolah kami.
"Wes yo Pri tak tinggal, nitip anak-anak" ujar gus Fuad seraya undur diri.
"Njih gus" ucap pak Supriadi.
Kami pun berjalan menuju ke kelasku, setelah aku menjelaskan pada pak Supri bahwa aku siswa kelas 1.4.
"Assalamu'alaikum" ucap bapak kepala sekolah saat tiba di depan ruangan kelas.
"Waalaikumsalam" jawab semua kompak.
"Kamu silahkan duduk di bangkumu" ujar pak Supri.
__ADS_1
"Njih pak" jawabku.
Sementara pak Supri memperkenalkan ning Ratna sebagai siswi baru di kelas kami, beliau juga menyebutkan bahwa ning Ratna adalah putri dari pak kyai Zaenal.
"Silahkan duduk ning" ujar pak kepala sekolah
"Njih pak" ujar ning Ratna.
Tak lama kemudian datang Ustadz yang mengajar bahasa indonesia, lalu bapak kepala sekolahpun mohon diri dari kelas kami.
Pelajaran hari pertama kami di mulai dengan perkenalan ustadz dan ustadzah pengajar kelas 1 hingga bel istirahat pertama berbunyi, kami pun berhamburan keluar kelas.
"Pul" panggil Beni dan yang lain.
"Opo" jawabku.
"Kuwi kan ponakane gus Fuad putrine pak kyai yang dulu sekolh di Rwmbang" tanya Reno, hanya ku jawab dengan anggukan kepala.
"Aku dihukum rek" jawabku lemas.
"Maksude gimana Pul" tanya Ujang dan yang lain.
"Wes ayo metu sek"(ayo keluar dulu). jawabku sambil melangkah keluar.
Kemudian aku menceritakan kejadian tadi malam pada mereka, mereka pun hanya menanggapi dengan ber "O" saja.
"Pul, jangan-jangan kowe mau di jodohin sama ning Ratna" kata Reno memulai keisengannya.
__ADS_1
"Mat*mu" jawabku kesal.