
Pagi itu bilqis bangun dari tidurnya langsung mandi tak lupa mencuci pakaiannya yang sudah kotor habis di pakai dan hari ini dia akan pulang karena sudah lama sekali dia tak pernah pulang ke rumah. tepatnya sejak pertama kali masuk pondok sampai sekarang belum pernah pulang.
bilqis pun kembali ke asramanya di dalam asrama hanya ada ning nurul bilqis pun mulai berbicara padanya.
"ning nurul hari ini aku ingin pulang dulu karena sejak awal masuk pondok sampai sekarang aku belum pernah pulang ke rumah. aku pun kangen dengan suasana rumahku itu" tutur bilqis.
"oh iya bil ga papa, tapi jangan lupa yah surat yang semalam aku kasih cepat di balas ya bil" ucap ning nurul.
"apa Surat ? "jawab bilqis sambil mengingatkan kembali.
" iya surat yang tadi malam aku kasih bil"ucap ning nurul.
"Astaghfirullah halazim ning aku lupa" jawab bilqis sambil menepuk jidat lalu langsung lari ke arah jemuran baju yang baru dia cuci tadi.
"bil kamu kenapa si lari lari gitu" ucap ning nurul mengikuti dari belakangnya.
Saat sampai di tempat jemuran baju.
"ning aku lupa kalau suratnya tadi ke cuci sama pakaian yang tadi malam aku pakai dan sekarang di cuci"
"mana yah suratnya" ucap bilqis sambil mencari surat itu.
"nah ini suratnya ketemu, yah suratnya basah ning sudah sobek ancur juga tulisannya" ucap bilqis.
" yah si bil bil kenapa bisa kelupaan toh"ning nurul sambil menggelengkan kepalanya.
"Gimana dong aduh, kalo kaya gini ga mungkin bisa ke baca tulisannya ning" ucap bilqis bingung.
ning nurul pun kaget ketika bilqis menunjukkan suratnya yang sudah sobek ancur lebur karena ke cuci dalam pakaiannya.
"Astaghfirullah bilqis, inikan surat dari mas farhan yang semalam aku kasih untuk kamu" ucap ning nurul.
"apa ning coba di ulang lagi tadi bilang apa" tanya bilqis.
"iya ini surat dari mas farhan bil" jawab ning nurul.
"jadi yang semalam kamu kasih ini surat dari gus farhan ning? " bilqis kaget.
"iya kamu gimana si bil, terus kamu udah baca belum isi suratnya" tanya ning nurul.
"iya belum ning" jawab bilqis sambil menggelengkan kepalanya.
"gimana ceritanya yah ko suratnya bisa kek cuci gitu bil sampai ancur lebur gitu" tanya ning nurul heran.
"ya jadi pas ning ngasih surat ini aku langsung masukan ke kantong baju tidurku karena aku udah ngantuk banget dan belum sempat aku baca isi surat itu ning, aku pikir bakal baca nanti besok aja."
tapi setelah bangun tidur aku langsung pergi mandi dan mencuci baju yang semalam aku pakai tidur hehe, lupa kalau ada surat di kantong baju tuh jadi ga sengaja aku cuci juga tuh suratnya sampai antur gitu, maaf ya ning "jawab bilqis sambil memegang kedua tangan ning nurul sebagai tanda maaf.
" ya sudahlah tak papa mau gimana lagi sudah ancur suratnya "ucap ning nurul.
" memang isi surat itu apaan si ning"tanya bilqis.
"ya mana aku tau, kan surat itu yang nulis mas farhan bil" ucap ning nurul.
"hmm terus bagaimana dong ning" ucap bilqis merasa bersalah.
"ya sudah nanti aku bilang ke mas farhan lagi untuk menulis suratnya kembali" jawab ning nurul dan di balas anggukan oleh bilqis.
"sekali lagi aku minta maaf ya ning, aku benar-benar ga sengaja" ucap bilqis.
"iya ga papa sudah terjadi mau gimana lagi bil" jawab ning nurul.
__ADS_1
"nasibmu mas mas belum rezeki haha" batin ning nurul.
beberapa menit mengobrol tiba-tiba ada santri yang mendekati mereka.
"Assalamu'alaikum mbk bilqis" ucap mbk santri.
"iya wa'alaikumus'salam mbk, ada apa yah" tanya bilqis.
"itu mbk diluar ada orang tua mbk bilqis yang sedang menunggu mbk" ucap mbk santri.
"eh iya mbk, makasih ya" jawab bilqis dan langsung di angguki oleh mbk santri itu.
bilqis dan ning nurul pun kembali ke asrama untuk mengambil tas dan perlengkapan yang ingin di bawa pulang oleh bilqis.
bilqis pun langsung pamit kepada ketiga sahabatnya itu.
"ning, wulan, Rani aku pulang dulu yah, kalian baik-baik di sini jangan lupa kangenin aku wkwkwk" mereka berempat pun berpelukan karena bilqis ingin pulang untuk beberapa hari.
"jangan lama-lama ya bil, sepi rasanya kalau ga ada kamu tuh" ucap wulan.
mereka tertawa bersama.
"iya siap insya Allah aku akan balik lagi ke sini dengan membawa makanan untuk kalian" ucap bilqis.
"hahaha gitu dong" ucap Rani dan di ikuti tawa oleh mereka bertiga.
"ya udah aku pamit pulang dulu ya" ucap bilqis.
"Assalamu'alaikum sahabatku surga duniaku dan akhiratku" ucap bilqis sambil senyum senyum.
"iya wa'alaikumus'salam"ucap mereka bertiga bersamaan.
" iya bil jangan lupa berdo'a"ucap wulan.
"banyakin sholawat yah cantik jngn banyak mikirin dia hahaha" ucap Rani meledek.
bilqis langsung menatap tajam ke arah Rani, karena bisa malu kalau ning nurul dan wulan tau kalo laki-laki yang di kagumi bilqis itu adalah gus farhan.
"ya sudah aku pulang dulu yah hehe" ucap bilqis sambil tertawa kecil.
bilqis pun keluar dari asramanya lalu pergi menuju ndalem abah kyai karena sudah di tunggu oleh orang tuanya di sana dan juga minta izin pulang untuk beberapa hari ini.
setelah itu bilqis dan papanya yang baru saja keluar dari ndalemnya abah tiba-tiba gus farhan yang sedang berada di dalam mobil terus memperhatikan langkahnya bilqis yang sedang berjalan menuju mobil papanya lalu segera pergi meninggalkan halaman pesantren ini.
"bilqis mau pergi kemana yah, apa dia mau pulang terus surat yang aku kasih apa sudah dia balas" gus farhan yang masih memikirkan dengan cepat langsung keluar dari mobilnya.
lalu berjalan menuju asrama putri untuk menemui sang adiknya yaitu nurul.
5 menit kemudian nurul keluar.
"Assalamu'alaikum mas" ucap nurul.
"wa'alaikumus'salam de" jawab mas farhan.
"ada apa mas manggil nurul ? " tanya nurul pada mas farhan.
"tadi mas liat si bilqis pergi bareng papanya keluar dari halaman pondok mau kemana yah dek? " ucap mas farhan.
"Hmm itu, dia sekarang ingin pulang kerumahnya mas" ucap nurul.
"terus surat untuk dia udah kamu kasihkan" tanya mas farhan.
__ADS_1
"iya sudah kok mas" jawab nurul.
"terus apa dia sudah membalas surat dari mas dek" tanya mas farhan.
"Hmm sudah, sudah di balas ko dengan jemuran baju tuh"ucap nurul sambil menunjukkan ke arah jemuran baju.
"maksudnya ada di jemuran, jemuran mana dek? " tanya mas farhan heran.
"yah jemuran santri putri atuh mas" jawab nurul.
"ya sudah lih mas minta tolong ambilkan yah, masa iya mas ngambil sendiri masuk kan ga mungkin dek" ucap mas farhan.
"iya tapi sayangnya surat yang mas kasih sudah lebur jadi bubur" ucap nurul.
''maksudnya gimana dek mas ga paham"tanya mas farhan yang merasa bingung maksud adiknya itu.
Akhirnya nurul pun menceritakan kejadian tersebut bahwa surat yang mas farhan kasih kini telah menjadi bubur.
"Astaghfirullah haladzim biyang" ucap mas farhan.
"ya sudahlah mas aku masuk dulu ya" ucap nurul lalu pergi meninggalkan mas farhan.
"huhff dasar datang dengan salam, pergi tanpa salam" ucap mas farhan.
"wassalamu'alaikum mas " teriak nurul sambil berjalan.
"wa'alaikumus'salam" di jawab oleh mas farhan sambil berjalan.
"Hmm bil bil ternyata pelupa juga toh kamu, bisanya surat yang aku kasih belum sempat kamu baca sudah di cuci dan kini sudah menjadi bubur"
"masa iya aku harus nulis lagi bil bil" batin gus farhan.
Sampai di ndalem gus farhan tertemu dengan abah.
"han kamu ini kenapa toh ko jalannya loyo gitu " tanya abah heran.
"ga papa bah hanya sedikit cape aja, ya sudah farhan ke kamar dulu bah" jawab gus farhan.
Saat berjalan menuju kamar dia hanya melamun tak sadarkan diri sampai menabrak tembok.
Dugggg
"Astaghfirullah" gumam gus farhan sambil memukul tembok.
brugg
"au sakit juga ternyata keras banget tuh temboknya" ucap gus farhan sambil memegang tangan yg sakitnya.
#Hahaha gus gus marah ko tembok yang jadi lawannya si π π bukannya di balas ya ada malah sakit tuh tangan hihihi (canda tembok).
.
.
.
Jangan lupa like, komen, vote ya guysss....
jangan lupa tinggalkan jejak kaka untuk like novel ku ini dan mohon dukungannya yah π
π π π sukses selalu semuanya. β€π€
__ADS_1