
Di pesantren
sesampainya di asrama nurul langsung menjalankan ibadah sholat ashar setelah itu nurul yang melihat kejadian tadi pun langsung memanggil hana untuk ke kantor sekarang untuk di introgasi.
Hana pun berkata,
"maaf ning saya tidak sengaja, saya benar-benar tak sengaja saya hanya menarik tangannya dan tak ada niatan untuk mencelakai bilqis, saya hanya memberi peringatan aja pada dia" ucap hana.
"memberi peringatan apa maksud mbk" tanya nurul.
"saya hanya memberi peringatan agar bilqis menjauhi gus farhan dan tak mengganggunya lagi " ucap hana sambil menundukkan kepala.
"atas dasar apa mbk memberi peringatan kepada bilqis" tanya nurul sambil menatap hana.
"saya tidak suka dia godain gus farhan dan saya sempat dengar kalau gus farhan meminang bilqis" tutur hana.
"asal mbk tau ya kalau sebenarnya bilqis tak sedikitpun mengganggui mas farhan dan justru mas farhan yang terus berjuang untuk mendapatkan bilqis, mas farhan yang mencintai bilqis"
"sekarang mbk hana ga berhak untuk memberi peringatan pada bilqis yang tidak tau apa apa, jadi saya minta mulai sekarang mbk berhenti mengganggu bilqis pahamkan" tutur nurul tegas pada hana.
"iya ning saya paham" ucap hana sambil menganggukkan kepalanya.
"baik kalau sudah paham dan untuk kasus ini saya serahkan pada keluarga bilqis, biar mereka yang mengambil keputusan"
"apakah di selesaikan secara sekeluargaan atau secara hukum, karena perbuatan mbk hana kriminal yang menyangkut nyawa orang lain" ucap nurul pada hana.
hana yang mendengar itu langsung kaget,
" ning tolong jangan laporkan saya ke polisi, saya tidak mau di penjara ning tolong "ucap hana sambil menangis.
"saya tak bisa membantu mbk karena perbuatan mbk sudah melewati batas, mbk berdoa saja supaya keluarga bilqis mau memaafkan kesalahan mbk" ucap nurul.
"Sekarang pembahasan sudah selesai silakan mbk kembali ke asramamu" timpal nurul.
Hana langsung keluar dari kantor dan menuju ke asramanya.
beberapa menit kemudian nurul langsung menelpon masnya untuk menceritakan kejadian tersebut.
selesai menelpon mas farhan nurul pergi ke ndalem untuk memberitahu abah dan menceritakan semuanya atas kejadian tadi siang.
"ya sudah nanti malam kita kirimkan doa bersama-sama di pondok putri untuk kesembuhan bilqis" ucap abah pada nurul.
"nggeh bah nanti nurul sampaikan ke semua santri putri" jawab nurul sopan.
"ya sudah kalau gitu nurul pamit ya bah, Assalamu'alaikum" ucap salam nurul.
Dan tak lupa mencium punggung tangan abahnya.
"iya wa'alaikumus'salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab abah.
__ADS_1
.
.
Selesai sholat ashar gus farhan, umi , dan kedua orang tua bilqis kembali menuju ruangan ICU.
sesampai di Sana gus farhan menceritakan masalah yang menimpa bilqis kepada kedua orang tuanya.
"ya sudah gus biarkan aja dulu untuk masalah itu, kita nunggu bilqis sadar dulu, biar dia yang mengambil keputusan karena dia orangnya tak suka memperpanjang masalah dan selalu saja memaafkan orang lain" ucap papa bilqis.
"iya sudah kalau begitu pa" jawab gus sambil menganggukkan kepalanya.
"bil bil ternyata tidak hanya cantik wajahmu dan akhlakmu tapi hatinya pun cantik. semoga cepat sadar ya Allah, hamba Mohon kepadamu" gumam gus farhan dalam hati.
kini gus kembali keruangan kerjanya, umi pamit pulang dan kedua orang tua bilqis masih menunggu di depan ruangan bilqis.
π π π
malam ini di pondok putri mengadakan doa bersama untuk kesadaran bilqis atas kejadian tadi siang dan di pimpin oleh abah jamal.
abah jamal pun berkata,
"mbk mbk santri saya sekalian mari kita panjatkan do'a untuk saudari kita yang bernama bilqis hilya shalihah" ucap abah jamal sambil memegang tasbihnya.
lalu membaca Al fatihah, sholawat 1000 kali yang di ikuti oleh semua santri putri.
bilqis masih belum juga sadarkan diri dari komanya. Teman-teman di pondok pun terus menerus mengirimkan do'a setiap malam hari.
tak kalah juga kedua orang tua bilqis dan gus farhan yang berada di rumah sakit pun terus mengirimkan do'a untuk kesadaran bilqis.
malam pun tiba setelah sholat maghrib mama bilqis pun mengaji di samping bilqis dan tiba-tiba tangan bilqis bergerak.
mama bilqis pun kaget saat melihat bilqis yang baru sadar dari komanya dan segera memanggil dokter.
tak lama kemudian dokter farhan pun masuk ke ruangan bilqis bersama 1 orang suster.
saat di periksa mata bilqis pun mulai terbuka melihat ruangan yang sangat cerah dan melihat wajah mamahnya.
"alhamdulillah sayang kamu sudah sadar, ini mama sayang, kamu masih ingatkan sama mama" ucap mama sampai air mata pun lolos tak sengaja.
seketika itu bilqis hanya diam dan memandangi mamanya itu.
lalu mama pun berfikir apa bilqis hilang ingatan ya dengan rasa penasarannya, mama pun bertanya pada gus farhan,
"dok kenapa dia diam aja, apa bilqis hilang ingatan ya tak mengenali siapa pun dok" tanya mama pada gus farhan.
"kondisi bilqis saat ini normal tante, dia masih menyesuaikan lebih jelas lagi pengelihatannya, jadi kita tunggu ya" ucap dokter farhan.
"ma, mama," ucap bilqis pelan.
__ADS_1
mama yang mendengar ucapan dari bilqispun langsung mendekat dan bertanya,
"iya sayang ini mama"
"aku haus ma ingin mimum" ucap bilqis.
"iya sayang sebentar mama ambilkan yah" ucap mama.
dan mama pun membantu bilqis untuk minum.
Bilqis mulai berfikir,
"aku sekarang ada dimana, ini bukan asramaku, bukan juga kamarku, dan gus farhan ini kenapa ada di sini bahkan dia memakai pakaian dokter, apa dia dokter yah"
"yang aku tau gus itu dia guruku, ustadz di pesantren ku, juga teman bisnis papaku, kalau iya dia juga seorang dokter pasti dia sangat sibuk tapi bagaimana dia membagi waktunya, apa dia ga pusing ya hmm" gumam bilqis sambil melamun.
Tiba-tiba gus farhan membuyarkan lamunanku.
"bil,bilqis" gus farhan memanggil.
suara itu aku sangat mengenalinya ah iya bener ini gus farhan. aku pun langsung menjawabnya saat gus farhan memanggilku.
"iya gus" ucap lirihku dan terdiam saat melihat wajah gus farhan.
"masya Allah ganteng banget ternyata gus farhan ini, berhidung mancung, beralis tebal, wajahnya pun mulus"
"Astaghfirullah" gumam bilqis.
dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah mama yang terlihat sembab karena menangis terus mungkin yah.
"sayang kamu baik-baik aja kan apa masih ada yang sakit sama tubuh kamu nak" tanya mama khawatir.
"tidak ko ma, aku sekarang dimana" tanya bilqis pada mama.
"kamu di rumah sakit nak" ucap mama.
aku pun langsung teringat kejadian waktu di tingkat lantai 2 waktu tanganku di tarik oleh mbk hana dan aku terjatuh terguling-guling sampai tak sadarkan diri.
.
.
#Kira-kira gimana ya guys cerita selanjutnya,
apakah bilqis akan memaafkan hana atau tidak ???
yukkk ikuti terus cerita dari NT ku ini kaka π€ dan jangan lupa like, komen, and vote yah....
β€β€β€
__ADS_1