
Di Asrama,
bilqis yang sedang rebahan di karpet sambil memikirkan kedua orang tuanya.
"papa mama aku berjanji akan belajar lebih giat lagi di pesantren ini supaya suatu saat aku lulus bisa membantu usaha papa nanti dan menjadi anak yang selalu papa dan mama harapkan yang selalu patuh pada agamanya" gumam bilqis dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara pintu ada yang mengetuk.
Tok tok tok
Ceklek,
"Assalamu'alaikum" ucap salam mereka.
"wa'alaikumus'salam"jawab bilqis.
" bil kamu kenapa ko sedih gitu tuh muka, bukannya kamu tadi habis ketemu orang tuamu ya? "tanya wulan pada bilqis.
" iya nih bil kamu seharusnya senang dong"ucap Rani.
"aku ga papa kok" jawab bilqis.
"Hmm ya sudah kalau gitu" ucap ning nurul.
"oh iya bil tadi ada pengumuman katanya ada perlombaan hadroh antar sekolah, kamu ikutan yah, hadiahnya juga lumayan si 15 juta untuk juara pertama" ucap wulan.
"gimana kalau bilqis dengan ning nurul mengikuti lomba hadrohnya kan suara kalian merdu sekali jadi pas untuk di jadikan vokalis" ucap Rani.
"nah benar kata wulan dan Rani, lagian menurutku si lumayan bil untuk nambah-nambah uang saku kita sehari-hari di pondok kalau memang menang hehe" tutur ning nurul sambil tertawa kecil.
"iya juga ya, hmm tapi aku mana bisa mengikuti lomba hadroh" ucap bilqis pada mereka tertiga.
"pasti bisa bil bukannya waktu tadi kemarin kamu sholawatan ya bahkan suaramu juga begitu merdu adem" jawab ning nurul memberi semangat pada bilqis.
"Apa mungkin sudah jalan rezekiku ini ya mengikuti lomba hadroh untuk menyambung hidupku di pesantren karena ke ekonomian keluarga Sedang berada di bawah, ya sudahlah itung-itung meringankan beban papa dan mama" batin bilqis.
"okay kalau gitu aku setuju dengan ajakanmu, tapi ning nurul aku minta tolong ya ajarin aku untuk bernyanyi lagu sholawat" ucap bilqis.
"siap nona muda" ucap ning nurul sambil tertawa.
Dan bilqis, wulan, Rani pun ikut tertawa.
Tak cukup lama juga mengajarkan bilqis menjadi vokalis karena waktu dulu dia SMA dia pernah mengikuti lomba nyanyi antar kelas dan dia mendapatkan juaranya yang memiliki suara yang sangat merdu membuat para juri dan teman-temannya terhipnotis.
Keesokan harinya suara adzan subuh pun berkumandang bilqis dan kedua sahabatnya berjalan menuju masjid untuk melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah dan setelah itu seperti biasanya di lanjut dengan ngaji binadhor.
π€ π€ π€
Saat pukul 07.00 di sekolah mereka berempat segera mendaftarkan diri ke panitia lomba yang akan mengikuti lomba hadroh dan bilqis dan ning nurul pun mendaftarkan diri untuk menjadi vokalis, pada akhirnya mereka berdua terpilih menjadi vokalis lomba hadroh nanti.
"Alhamdulillah kalian berdua terpilih menjadi vokalis" ucap wulan.
"iya alhamdulillah" ucap mereka bertiga.
lalu mereka berempat langsung kembali ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran pertamanya.
.
.
__ADS_1
.
sepulang sekolah kami langsung bergabung dengan tim hadroh sekolah dan waktu latihan hanya 2 jam.
"wahh bilqis ternyata Suara kamu merdu sekali" ucap kaka kelas yang bernama Rama.
bilqis pun hanya membalasnya dengan senyuman.
"iya dong siapa dulu bilqis gitu" ucap Rani pada kak Rama sambil bercanda.
Dan kak rama pun tersenyum manis.
Aku ga nyangka sejak pertama kali aku melihat bilqis, aku mulai kagum padanya dan aku akan berusaha mendapatkan hatinya yang walaupun dia masih cuek terhadap ku ga mudah untuk berteman apalagi bercinta.batin kak Rama.
Setiap hari sepuluh sekolah mereka tim hadroh selalu latihan Bersama-sama dan sekarang mereka terlihat sudah merasa akrab dan kompak tapi mereka pun tetap menjaga jarak ya antara laki-laki dan perempuan yang bukan makhromnya.
Bahkan saat di asrama pun bilqis tak merasa cape untuk latihan sholawatan bareng ning nurul, wulan, dan Rani yang menabuhnya dengan benda apa aja yang ada di dalam asramanya entah itu pake galon, ember, botol,eja, kursi, dan lain sebagainya.
ya begitulah anak santri yang selalu hidup sederhana tapi penuh makna sangat kreatif sampai-sampai alat apa aja di jadikan untuk tabuhan serukan hehe.
π¦ π¦ π¦
Siang hari mereka tim hadroh yang baru selesai latihan tiba-tiba kak Rama mendekati bilqis lalu dia memberikan air mineralnya, tapi Rani yang merasa haus langsung mengeluarkan suara karena Rani pun tau kalau bilqis hari ini sedang puasa.
"Hmm kak Rama air minumnya untuk aku aja ya, karena bilqis sedang berpuasa" ucap Rani pada kak Rama.
"Oh gitu maaf ya bil aku ga tau kalau kamu sedang berpuasa" ucap kak Rama pada bilqis.
"iya kak ga papa" jawab bilqis singkat.
"ya sudah ini silakan di minum airnya" ucap kak Rama pada Rani.
bilqis dan ketiga sahabatnya pun pamit pulang duluan kepada semua tim hadroh karena waktu latihan pun sudah selesai dan waktunya sudah mulai sore.
.
.
.
Seminggu kemudian,
pagi ini udara makin sejuk para semua peserta lomba bersemangat dan berkumpul sesuai timnya di halaman sekolah yang sudah terpasang tenda dan panggung yang sangat besar.
"bismillah semoga tim kita yang menjadi juaranya" batin bilqis.
tiba-tiba kak Rama pun mengeluarkan suara.
"Teman-teman persiapkan diri kalian masing-masing karena sebentar lagi no urut 5 kita akan tampil" ucap kak Rama pada tim hadrohnya dan langsung di angguki oleh semua tim hadroh.
beberapa menit kemudian MC yang berada di atas panggung berbicara.
"baik untuk peserta selanjutnya no 5 perwakilan dari sekolah MA" ucap MC.
sebelum menaik ke atas panggung kami tim melingkar untuk berdoa bersama meminta kelancaran dalam acaranya di lanjut mengulurkan tangannya tanpa bersentuhan dan semua tim mengucapkan "Bismillah Allahu akbar".
tim kami langsung menaik ke atas panggung dan langsung mengambil posisi masing-masing, kami menggunakan alat hadroh rebana.
Di dalam perlombaan ini bilqis dan ning nurul menjadi vokalis, wulan megang bass, Rani, ayu dan yuni megang keprek, kak Rama megang darbuka, dan 4 genjreng di pegang oleh 4 anak laki-laki lainnya.
__ADS_1
ini contoh alat-alat hadroh rebana.
lagu yang di tentukan oleh perlombaan ini yaitu lagu "ya Rasullulah" dan lagu bebas tergantung pada tim kita masing-masing.
semua juri yang sudah tak sabar untuk menyaksikan penampilan dari sekolah kita.
juri di acara ini hanya ada 3 yaitu
Gus Lutfi beliau putra dari pemilik pondok desa sebrang yang terkenal dengan berqori.
Gus zaenudin beliau seorang anak kyai di pondok sebrang yang di kenal dengan hafiz qur'an. dan yang ke
3.Gus Farhan beliau putra dari abah yai dia pun guru di sekolah kita dan juga seorang qori.
Saat di atas panggung semua tim kami membungkukkan badan sebagai tanda ras hormat dan kemudian duduk pada tempatnya masing-masing.
"masya Allah gadis itu" batin Gus farhan tak percaya.
"Suaranya begitu merdu dan adem di dengarkan bahkan dia pun cantik " gumam dalam hati Gus farhan sambil beristighfar dan mengusap wajahnya.
"Han kamu kenapa ko keliatannya ga seperti biasany jadi gugup gitu saat anak murid mu tampil" ucap Gus zaenudin.
"iya Gus mereka memang murid-murid ku di sekolah " jawab Gus farhan.
"ya sudah nanti kalau dia sudah lulus langsung khitbah aja han haha" ucap Gus lutfi.
"hehe Gus ini bisa aja" ucap Gus farhan dan mereka bertiga pun tertawa.
" ya sudah kalau kamu ga mau mengkhitbah dia biar saya aja yang khitbahnya"
"lagian aku juga lagi cari calon istri" ucap Gus lutfi.
Tiba-tiba wajah Gus farhan merah dan membuat kedua Gus itu tertawa kembali.
"jadi gimana han khitbah ga nih" tanya Gus lutfi.
dan dibalas dengan senyum tipis Gus farhan.
bilqis dan ning nurul yang menghayati lantunan sholawatnya sampai-sampai tak sadar kalau lombanya sudah selesai dam tim kami pun kembali berdiri lalu mengucapkan salam sambil membungkukkan badannya sebagai rasa hormat kepada juri dan penontonnya.
Dan saat itu ketiga juri dan penonton memberikan tepuk tangan yang meriah pada tim hadroh kita.
Jangan lupa like, komen ya guyssss π€π€
Happy Reading... β€π
__ADS_1