PHILOPHOBIA , Ketika Aku Takut Jatuh Cinta Tapi Menikah Adalah Impianku .

PHILOPHOBIA , Ketika Aku Takut Jatuh Cinta Tapi Menikah Adalah Impianku .
Aku dan Pernikahan .


__ADS_3

Aku seperti seorang pengembara yang tak tau arah tujuannya . aku berjalan bermil-mil dengan harapan, aku bisa kembali seperti aku yang dulu. aku yang ceria, aku yang ceplas-ceplos , aku yang menggebu-gebu dalam berbagai hal apalagi soal impian kecil ku yaitu pernikahan .


bertahun-tahun sudah aku berubah menjadi seseorang yang introvert , lebih suka menyendiri dan lupa cara untuk tersenyum setidaknya itulah yang di katakan oleh orang terdekatku padaku, sampai akhirnya tuhan mengembalikan senyumku lagi .

__ADS_1


Empat tahun sudah aku berhasil keluar dari lorong sempit dan gelap yang setiap saat bisa saja membunuh ku . pemikiran ku untuk bunuh diri itu datang berkali-kali padaku saat itu . pernah sekali aku berdiri di teras rumah ku yang berlantaikan dua , aku melihat sekeliling dan ku bayangkan ‘seandainya dengan melompat bisa menghapus masa lalu, aku akan melompat untuk saat ini juga’ tapi kemudian pemikiran itu ku tepis dan sekarang akhirnya aku bisa kembali berdiri tegak menatap langit yang mulanya takut untuk ku tatap .


Empat tahun sudah hari-hari ku di hiasi dengan kebahagiaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya . yah ada seseorang yang baru di hidupku yang entah di kirimkan tuhan untukku sampai kapan tapi yang jelas sampai detik ini Sosok laki-laki itulah yang mampu membuat tawaku kembali . Dev Pradana Namanya Sosok cowok yang baik menurutku , mempunyai tinggi badan 168 cm , berkulit sawo matang , rambut criwil atau sedikit bergelombang serta mata yang sipit layaknya aktor-aktor Korea yang membedakan hanya kulitnya saja tapi tak apalah yang penting bagiku dia tetap yang terbaik .

__ADS_1


Pada umumnya memulai sesuatu yang baru itu butuh proses dan perkenalan lagi tentang hal-hal yang baru , begitu juga dengan aku dan dia , kami berdua memulai semua dari awal, kami mulai bercerita tentang hal-hal yang tak penting sampai hal-hal yang paling penting .


Dan aku rasa hal itu mungkin juga di alami semua orang pada umumnya lalu seperti orang lain kami pun mempunyai pembicaraan yang serius sampai pada akhirnya aku pun membahas sesuatu yang penting menurutku tapi tak penting baginya yaitu soal pernikahan , jujur sebagai seorang pacar trus sebagai seorang perempuan aku sempat kaget saat mendengar ucapannya itu, dalam hati aku sempat menentang ucapannya yang menurutnya menikah sama dengan tamat, yang artinya ia sama sekali tidak tertarik dengan hal pernikahan , entahlah aku juga bingung tapi hal itu yang bisa ku tangkap jika melihat sikap dia yang sepertinya enggan untuk membahas hal itu , padahal menurutku di usia pacaran kita yang sudah memasuki usia empat tahun seharusnya dia sudah harus memikirkan hal itu tapi saat ini entah kenapa dia terlihat enggan untuk membicarakannya . lalu aku menatapnya perlahan tapi kemudian aku mulai berpikir mungkin dia mempunyai alasan yang lain hingga membuat dia harus berkata seperti itu . tapi aku sama sekali tidak bertanya mengapa dan kenapa ? aku hanya tersenyum kecil padanya , dan aku katakan padanya perihal pernikahan menurutku .

__ADS_1


“ bagiku pernikahan itu adalah impian kecil semua orang tapi tak semua orang berhasil dalam pernikahan “


“ yah ….. cukup puitis “ Ucapnya padaku . kala itu aku enggan untuk membahasnya lebih lanjut sebab jika di lihat dari raut wajahnya dia seolah enggan untuk membahasnya dan terjadilah aksi saling diam yang menyelimuti malam kita hari itu di taman dekat rumahku sambil sesekali menyantap makanan ku dan dia juga dengan makanannya . Dan malam itu kita tutupi dengan aksi diam sampai di rumah masing-masing .

__ADS_1


__ADS_2