PHILOPHOBIA , Ketika Aku Takut Jatuh Cinta Tapi Menikah Adalah Impianku .

PHILOPHOBIA , Ketika Aku Takut Jatuh Cinta Tapi Menikah Adalah Impianku .
Pertemuan tak terduga .


__ADS_3

...Ini sudah hari ketiga sejak insiden pingsan waktu itu dan Lita hanya menghabiskan waktunya di kamar hotel . ia hanya akan membuka pintu kamarnya ketika makanan yang di pesannya sudah datang ....


..." Ternyata selama ini aku salah dalam hal mencintai . Cinta yang ku berikan padanya terlalu banyak , sampai aku lupa bahwa aku juga butuh Cinta itu . aku mencintainya tapi aku tidak mencintai diriku sendiri . Porsi cinta yang kuberikan padanya terlampau banyak sampai membuatku menutup mata atas semua permasalahan dalam hubungan aku dan dia. Aku jelas-jelas tau tapi aku seolah menutup mata atas semua yang memang sudah jelas terlihat . Dan pada akhirnya aku jugalah yang harus menanggung rasa sakit yang aku dapatkan karena terlalu mencintainya , memang yang berlebih-lebihan itu tidak baik adanya " . Ucap Lita Lirih ....


...Lita beranjak dari duduknya lalu ia berjalan pelan menuju kamar mandi . Lita membasuh dirinya lalu beberapa menit kemudian ia keluar dengan wajah segar dan ceria . ia mematut di depan cermin dengan memakai pakaian casual baju kaos putih polos lengan pendek dan bawahan celana jeans panjang . ia memoleskan make up tipis juga lipbalm di bibir tipisnya. Lita tersenyum memandang dirinya di cermin . Sebelum keluar kamar tak lupa ia memakai masker dan tas ransel kecil untuk mengisi beberapa barang keperluannya seperti dompet dan handphone ....


...Perempuan yang tahun ini tepat berusia Dua puluh delapan tahun ini keluar dari mobilnya. Kini ia sudah sampai di basement hotel dan memarkirkan mobilnya. beberapa menit kemudian ia turun dari pintu kemudi lalu beralih ke pintu belakang mobil untuk mengambil beberapa barang yang tadi sudah di belinya beberapa saat yang lalu saat berkeliling mall . barang bawaan Lita tidak begitu banyak hanya terdapat dua kantong plastik yang isinya cemilan , air mineral dan beberapa makan ringan lainnya dan juga beberapa keperluan makeup-nya . wajah Lita tidak bisa di bohongi dia terlihat begitu bahagia . Setelah beberapa hari menghabiskan waktunya di kamar saja akhirnya hari ini ia bisa mencuci mata sebentar . Lita memang tidak begitu suka pergi sendirian tapi di saat , saat tertentu ia kadang menghabiskan waktunya sendiri . entah itu untuk nonton atau menghabiskan waktunya duduk berjam-jam di sebuah kafe hanya untuk membaca novel atau komik . Karena hobi membacanya itu akhirnya ia memutuskan untuk membuka sebuah toko kecil yang di dalamnya menjual beberapa kue dan beberapa makanan kecil lainnya tak lupa juga dengan minumannya ada jus, teh ,kopi atau minuman lainnya . Dan yang unik dari toko ini adalah ia menyiapkan bahan bacaan entah itu berupa novel,komik,majalah atau buku pendidikan sekalipun ia taruh di rak-rak bacaannya itu ....


...Senyum sumringah terpancar di wajahnya . ia berjalan pelan menuju lift namun baru setengah jalan matanya tak sengaja bertemu dengan mata yang seharusnya tak ia lihat . Lita menegang ia seolah berubah menjadi es batu . badannya tak bisa di gerakkan , ia kaku dan rasa-rasanya ia ingin menghilang saat ini juga ....


..." kenapa aku harus bertemu dengan mereka " batin Lita memandang dua orang pasangan yang saat ini berpenampilan rapi dan sedang berjalan menuju tempat di mana ia berada . Lita memalingkan wajah mengambil napas dan membuangnya kasar . lalu semenit kemudian ia mencoba mengulas senyum tipis di bibirnya ....


..." Hai .... " Ratu menyapanya dengan lambaian tangan sebentar sambil tersenyum. senyum tanpa makna ....


..." Dia menyapaku..... ?! wah....nih orang pintar banget sandiwaranya ". Sarkas Lita dalam hati....


...Lita mengedarkan pandangannya keliling . ia melihat ada beberapa orang yang juga terlihat baru turun dari mobil mereka ....


...Lita tau suatu saat ia akan bertemu dengan keduanya entah itu berpapasan atau tidak, sebab mereka berada di dunia yang sama tapi ia tidak pernah membayangkan akan secepat ini adanya . apalagi ia masih dalam proses penyembuhan. menyembuhkan luka yang sudah mereka torehkan padanya ....


...Lita masih terdiam mematung. ia tak dapat berbuat apa-apa . ia bingung harus bersikap seperti apa . rasa-rasanya ia ingin menghilang saja . Lita menunduk, bergantian memandang kedua tangannya yang menggenggam erat barang bawaannya yang ia sadari saat ini dirinya sedang di penuhi rasa amarah yang kapan saja bisa meledak tanpa bisa ia kontrol sebab sudah terlalu lama rasa ini bersarang di kepalanya . Lita menunduk lalu ia alihkan pandangannya menatap sinis kaki kedua orang yang kini sudah berada tepat di depannya dan sudah berhasil membuat dirinya hancur....


...Lita masih dalam posisi yang sama, tapi kali ini ia menunduk sambil menutup kedua matanya dan berusaha menahan amarahnya . lalu ia berbisik lirih . " tolong....seseorang...., siapa saja tolong aku "....


...Seperti doa yang terkabul tiba-tiba saja ia merasa seseorang menyambar tangannya mengambil barang bawaannya lalu menggenggam erat tangannya ....

__ADS_1


..." Sayang , maaf yah aku telat " Ucap Seseorang itu yang langsung mengambil salah satu barang bawaan yang berada di tangan kanannya Lita dan langsung memindahkannya ke tangan kanannya dan tangan kirinya kini menggenggam tangan kanan Lita ....


...Lita tersentak kaget tapi ia berhasil menyembunyikan perasaannya itu, Lita membuka matanya cepat lalu memandang laki-laki yang kini sudah berdiri tepat di sampingnya sambil tersenyum padanya ....


..." Pram !! " batin Lita dan membelalak matanya....


..." sayang ..... mereka siapa ?! " Ucap Pram bergantian memandang Lita dan kedua orang itu sambil memperlihatkan senyum manisnya yang terdapat lesung di kedua pipinya ....


..." ternyata dia bisa senyum dan punya lesung pipi Juga " Ucap Lita dalam hati yang sesaat terpesona melihat lesung di kedua pipi laki-laki yang bertubuh tinggi sekitar 183 cm ini,tebaknya . yang saat ini membuatnya harus mengangkat sedikit wajah untuk bisa melihat wajah laki-laki di sampingnya ini . Untuk beberapa detik Lita di buat terpesona melihat lesung di kedua pipi laki-laki ini sampai membuatnya tidak mendengar Pertanyaan Pram padanya ....


..." Sayang.... " Ucap Pram lembut lalu mencubit lembut hidung Lita, sebab Lita hanya terdiam saja tanpa menjawab pertanyaannya ....


..." ck, ha.... "...


..." ngelamun apa sih "...


..." mereka siapa....., "...


..." oh....mereka... " Belum lagi Lita menjawab pertanyaan Pram , Pram langsung menjulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya ....


..." hai saya Pram Pacarnya Lita " Ucap Pram tersenyum membanggakan lalu bergantian bersalaman dengan kedua orang di depannya ini ....


..." Saya Ratu.....temannya Lita"...


..." Saya Dev...."tersenyum hambar ....

__ADS_1


..." oh....Jadi ini yang namanya Dev mantan pacarnya Dia..." Ucap Pram dalam hati memandang Lita dan Dev bergantian ....


...Sebelumnya Pram tidak begitu Peduli dengan kehidupan orang lain . hanya saja asistennya Raka selalu membahas tentang Dev dan Ratu di depannya . ia berujar kalau ternyata Dev dan Ratu itu adalah pasangan hasil perselingkuhan dan itu sudah menjadi perbincangan di seantero jagat Raya . Dan ia juga mengatakan kalau perempuan yang pingsan saat ku tolong waktu itu adalah mantan pacarnya Dev, dan Ratu adalah sahabat dari si perempuan itu . Sontak hal itu yang membuat Pram yang tadinya sudah melupakan si perempuan itu pada akhirnya ia harus teringat lagi akan bayang-bayang si perempuan itu dan perlahan tanpa sadar ia mulai merasa peduli dengan si perempuan itu...


...setelah bersalaman Pram lalu menggenggam erat tangan Lita lagi ....


...Lita terbelalak mendengar Ucapan Pram lalu ia alihkan pandangannya menatap wajah Dev yang terlihat kesal . Lita bersyukur karena Pram bagaikan malaikat yang siap datang membantunya hanya saja ia tidak pernah berpikir kalau kata-kata yang barusan di dengarnya akan keluar dari mulut Laki-laki di sampingnya ini . ia tau saat ini Pram sedang bersandiwara tapi ia juga tidak mau sampai sejauh ini apalagi ia tidak begitu suka dengan Pram . lalu sepersekian detik kemudian ia berkata ....


..." oh .... iya Kita permisi dulu yah " Ucap Lita menarik tangan Pram yang langsung berjalan pergi meninggalkan Dev dan Ratu tanpa mendengar Ucapan keduanya ....


...- Di dalam Lift - hanya ada mereka berdua -...


..." mau sampai kapan di genggam terus " goda Pram menatap bergantian tangannya dan Lita....


...Lita tergelak lalu melepas cepat genggamannya ....


..." maaf enggak sengaja " Ucap Lita ketus....


..." lagian kamu duluan kok yang genggam tangan aku "...


..." enggak bersyukur banget udah di tolongin , di sini aja marah-marah tapi tadi di bawah diam kayak es batu "...


...Lita terdiam mendengar Ucapan Pram yang bagai mengiris-ngiris hatinya . Lita menelan Saliva-nya susah payah sebab saat ini butiran bening di matanya yang ia tahan sedari tadi sudah mau menetes membasahi pipinya . Lita memalingkan badannya membelakangi Pram namun ternyata Pram dapat melihat butiran bening yang kini sudah jatuh membasahi Pipinya dari pantulan dinding lift yang bening itu . entahlah , Kini perasaannya campur aduk marah sekaligus sedih . Beberapa menit kemudian Lift-nya terbuka dan Lita langsung menghapus air matanya lalu balik menatap Pram dan berkata ....


..." terima kasih " Ucapnya senyum tulus lalu berlalu pergi . Dan kini giliran Pram yang terdiam sambil memandang seseorang yang kini sudah menghilang dari pandangannya ....

__ADS_1


.......


__ADS_2