PHILOPHOBIA , Ketika Aku Takut Jatuh Cinta Tapi Menikah Adalah Impianku .

PHILOPHOBIA , Ketika Aku Takut Jatuh Cinta Tapi Menikah Adalah Impianku .
Kenangan Masa kecil .


__ADS_3

" Mister Panda " Ucap Lita spontan dan terdengar Lirih .


Lita mematung , ia kaget saat tersadar dengan kalimat yang baru saja ia ucapkan .


_ flashback _


tiba-tiba tanpa permisi ingatan masa kecilnya itu menggeliat di pikirannya. Seperti sebuah video yang sedang ia tonton . ia seperti di bawa masuk dalam adegan demi adegan dalam tayangan itu tapi kini ia adalah versi kecilnya . adegan pertama di awali dengan sebuah tangisan . anak perempuan itu menangis di dalam kamarnya, entah apa yang membuatnya menangis sampai akhirnya ia pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan ia berlari pergi menuju rumah seseorang yang tak jauh dari rumahnya dan hanya berjarak beberapa rumah dari rumahnya . anak perempuan itu lari sekuatnya tanpa menghiraukan hujan yang membasahi tubuhnya , sebab seseorang yang terlintas di pikirannya saat itu hanyalah Panda, sebutannya untuk sahabat laki-lakinya itu yang berkacamata layaknya Panda . saat berlari menuju rumah sahabatnya itu yang terlintas di pikirkan malam itu adalah bagaimana caranya ia meluapkan kesedihannya itu dan satu-satunya orang yang bisa mengerti dia hanyalah Panda , makanya itu tanpa berpikir panjang ia langsung pergi ke rumahnya Panda tanpa melihat situasi saat itu yang ternyata sedang di selimuti hujan .

__ADS_1


Lita kecil terlihat berdiri di depan pagar rumahnya Panda . malam itu entah kenapa rumahnya Panda gelap seperti tak berpenghuni . Lita kecil hanya berpikir bahwa si penghuni mungkin saja sedang keluar rumah , akhirnya ia pun memutuskan untuk membuka pagar yang kebetulan sudah terbuka sedikit . Lita melangkahkan kakinya masuk menuju teras rumah Panda , malam itu ia memutuskan untuk menunggu Panda di teras rumahnya namun sampai pakaian di badannya mengering dan matahari mengenai tubuhnya dan perlahan membangunkannya , Sosok laki-laki yang berkaca mata itu tak kunjung datang . Saat Lita kecil sedang berkutat dengan pikirannya , tiba-tiba saja ada sosok wanita parubaya yang sangat ia kenal datang menghampirinya sambil membawa benda segi empat berukuran sedang .


Lita berusaha berdiri setelah melihat sosok wanita parubaya itu .


" Bibi.... " Ucapnya lirih sambil berusaha tersenyum .


" Non Lita..... " Ucap Bibi berjalan mendekat dan ia sedikit teriak saat menyadari bahwa anak perempuan ini pasti semalaman tidur di sini sebab dari wajahnya sudah menunjukkan , wajahnya terlihat begitu pucat.

__ADS_1


Sejak Malam itu , hari-harinya berubah . tidak ada lagi tawa renyah yang tersungging di bibirnya , baik di rumah maupun di luar rumah . Lita kecil berubah menjadi seseorang yang introvert, Dan lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar sendirian , bukan karena ia di tinggalkan Panda saja akan tetapi ada beberapa Hal yang tiba-tiba saja terjadi dalam kehidupannya secara tak terduga. Pertengkaran kedua orang tuanya yang selama ini terlihat begitu harmonis ternyata itu semua adalah Kepalsuan . Kepalsuan yang mereka tunjukkan semata-mata untuk kebahagiaan anak-anaknya . tapi malam itu entah apa yang merasuki kedua orang tua itu hingga mereka secara langsung mempertontonkan pertengkaran itu di depan anak mereka yaitu Lita kecil . Lita yang awalnya kaget dan bertanya-tanya pada akhirnya ia pun mengerti sebab dari segi usia ia sudah tau apa itu yang namanya perceraian. anak SD kelas empat tentu sudah mengerti akan hal itu akan tetapi ia seolah tak percaya dengan apa yang di dengar dan di lihatnya .


_ Flashback end _


Lita berlari menuju wastafel saat ia mulai merasa mual , hal itu sering terjadi pada dirinya saat ia mulai mengingat kejadian pada malam itu . Lita tidak pernah pergi memeriksakan dirinya ke dokter dan menanyakan kenapa hal itu bisa terjadi pada dirinya tapi satu hal yang Lita tau , ia berpikir bahwa hal itu terjadi pada dirinya mungkin di karenakan efek psikologis dirinya .


Setelah membersihkan mulutnya Lita pun meninggalkan wastafel dan berjalan pelan menuju kopernya seraya mengambil handuk dan pakaiannya untuk masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya , sebab ia belum sempat membersihkan dirinya tatkala menginjakkan kaki di kamar hotel ini dan ia lebih memilih tidur sesaat setelah memasuki kamar .

__ADS_1


Setelah membersihkan diri Lita pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat tetap cantik natural walaupun tanpa polesan makeup sedikitpun di wajahnya . Lita mengeringkan rambutnya kemudian menyisirnya lalu setelah itu ia mengoles sedikit lipstik di bibir tipisnya tanpa memakai bedak dan makeup lainnya hanya bibirnya saja yang ia polesi dengan lipstik berwarna merah sedikit gelap . Setelah merasa sempurna Lita pun mengambil tas samping yang sudah ia isi dengan beberapa barang pentingnya seperti dompet, handphone, dan beberapa obat yang ia taruh di sebuah kantong kecil . baru beberapa langkah saat akan keluar dari kamar hotel tiba-tiba saja ia merasa sedikit pusing dan sakit di perutnya , Lita memegang tembok seraya menyandarkan tubuhnya di tembok dan pelan-pelan mengganti posisi dengan duduk sambil menyandarkan tubuhnya dan kaki yang di tekuk . Setelah beberapa menit dan merasa sudah sedikit enakan Lita pun perlahan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan pelan menuju pintu kamarnya . Lita tetap memutuskan untuk pergi walaupun ia tau kondisi tubuhnya sedang tidak Fit , tapi ia terus melangkahkan kakinya tanpa ragu walaupun jalannya agak sedikit pelan . Kini Lita sudah berada di depan pintu lift, beberapa saat kemudian pintu liftnya terbuka . Lita memasuki liftnya tak lupa ia memakai masker untuk menutupi sebagian wajahnya dan mengikat rambutnya kuncir kuda agar ia tidak merasa gerah. Di dalam lift tiba-tiba saja ia mulai merasa pusing lagi namun sekuat tenaga ia menahan rasa sakitnya itu . Lita tetap stay cool walaupun ia tau ia bisa saja tumbang kapanpun itu .


Lita melangkahkan kakinya keluar lift bersamaan dengan beberapa orang lainnya namun baru beberapa langkah tiba-tiba saja kakinya tidak mampu lagi menopang tubuhnya dan Brukkkk , Lita akhirnya ambruk .


__ADS_2