
...**...
...Seminggu berlalu, sejak terakhir kali Lita melihat Pesan yang di kirimkan Dev pada Ratu . selama itu pula Dev tidak ada kabarnya. Ia menghilang seperti di telan bumi dan Lita pun seperti tak menyadari hal itu, sebab Lita sendiri sedang menenangkan dirinya dari apa yang di lihatnya malam itu, di tempat Ratu....
...Selama seminggu lebih, Lita berdebat dengan dirinya sendiri . dari mulai tak percaya, meyangkal, tak mau tau , masa bodoh, menghindar sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk menerima apa yang di lihatnya, yah… ia memutuskan menerima kenyataan ini sebab ia pikir selama ini ia sudah terlalu banyak berlari dan menghindar serta berpura baik-baik saja padahal ia tau hubungannya sedang tidak baik-baik saja dan ia sedang kacau untuk waktu yang lama ....
...Malam itu petir dan Guntur saling bersahutan. hujan turun dengan derasnya, dan Lita sedang duduk di depan jendela kamar sambil terus menatap layar handphone nya. Sudah hampir setengah jam ia hanya duduk menatap satu nama di layar handphone nya dan selama itu pula ia tak tau apa yang harus ia lakukan , kata-kata apa yang harus ia ucapkan untuk menelponnya . apakah ia harus basa-basi ? atau… apakah ia harus to the point . Lita masih dalam kebingungannya sendiri , hingga akhirnya ia pun menelpon Dev tanpa berpikir panjang dan tanpa mengurai kata-kata apa yang harus ia ucapkan untuk jadi pembuka pembicaraan keduanya....
...Lita menempelkan handphone ke telinganya, menunggu seseorang di sana menjawab panggilannya....
...“ halo… “ Ucap Lita saat seseorang itu menjawab panggilannya . tambahnya cepat . “ kamu di mana… ? aku mau kamu datang di hotel tempat pertama kali kita bertemu, sekarang ! “ . Ucapnya dan langsung menutup telpon tanpa mendengar satu kata pun dari seseorang di ujung sana ....
...**...
...Lita berjalan memasuki pintu hotel dan ia melangkahkan kakinya menuju restoran tempat di mana pertama kali ia di perkenalkan dengan Dev oleh salah satu temannya ....
...Lita memandang sekeliling dan matanya pun tertuju pada satu sosok yang sangat di kenalnya . entah sudah berapa lama ia berada di sana tapi yang Lita tau seseorang itu pasti merasa kebingungan dan bertanya-tanya setelah menerima panggilannya tadi ....
...Lita menatap Dev yang terlihat gelisah dari gerak-geriknya , tiba-tiba tanpa sengaja kedua mata itu bertemu dan Dev pun terkesiap lalu ia spontan berdiri dari tempat duduknya sambil terus memandang Lita yang berjalan menghampirinya . Lita tersenyum dan ia langsung mempersilahkan Dev untuk duduk , sebab untuk sesaat laki-laki itu masih terlihat berdiri padahal Lita sudah duduk untuk beberapa menit yang lalu ....
...Dev menatap Lita dengan seksama, dari penampilannya ia terlihat tak seperti biasanya. Rambut di tutupi topi, Baju kaos hitam di baluti switer hitam serta celana jeans panjang berwarna hitam juga . dengan mata yang terbelalak Dev seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya . Dev menarik nafas dan menghembuskannya lagi, kemudian ia mulai mengetuk keheningan di antara keduanya ....
...“ kamu baik-baik saja kan…. “ Ucapnya sedikit gugup. Tambahnya cepat . “ maaf ya… blakangan ini aku sibuk jadi ngga sempat hubungi kamu “ sambil memandang Lita yang hanya terdiam sedari tadi . Lita terus menatap Dev tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Dan Dev juga menatapnya dengan gugup dan penuh pertanyaan....
...“ kamu selingkuh….? “ Ucap Lita to the point dengan wajah Datar . sementara itu Dev terdiam seperti mematung. Dev mencoba menyerap kata-kata apa yang baru saja di dengarnya tadi ....
...Dengan wajah datar dan tanpa senyum Lita memalingkan wajahnya memandang tasnya penuh ragu . lalu sambil mengambil napas panjang ia membuka tas dan mengambil handphone-nya yang ia taruh di dalam tasnya, kemudian ia mengulurkan tangannya dan memberikan handphone-nya pada Dev tanpa menatapnya sedikitpun sebab saat ini ia tau gambar yang berada di dalam benda segi empat itu akan mempertaruhkan masa depan hubungannya bersama laki-laki di depannya ini ....
__ADS_1
...Dev memandang benda itu penuh bingung tapi kemudian ia mengambil handphone yang di berikan Lita padanya, belum lagi Dev mempertanyakan apa maksudnya ia memberikan handphone padanya, tiba-tiba saja Lita berkata ....
...” apa benar gambar itu …. ? “ Ucapnya yang kali ini tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari laki-laki di depannya ini ....
...Dev Manarik napas panjang kemudian ia mengambil benda persegi empat itu dengan gugup . perlahan ia menyalakan layar yang sempat redup tadi kemudian ia melihat gambar itu dan betapa kagetnya dia saat ia melihat gambar itu . Dengan perasaan yang ragu dan rasa bersalah yang mulai menyelimuti relung hatinya ia mencoba menatap perempuan yang sedang berada di depannya ini. ia tau saat ini perempuan di depannya ini sedang berusaha untuk tegar dan sebenarnya Dev ingin menjelaskan pada perempuan ini apa yang sebenarnya membuatnya sibuk akhir-akhir ini tapi ia seolah tak berani untuk menceritakan situasinya saat ini kepada perempuan di depannya ini . Dev terdiam , menatap penuh harap agar perempuan di depannya ini tidak salah paham dengan gambar yang baru di lihatkannya tadi . Beberapa menit kemudian Dev mencoba memegang tangan Lita yang berada di atas meja namun belum lagi hal itu ia lakukan , Lita langsung menjauhkan tangannya dari jangkauan tangan Dev ....
...“ kamu menyangkal saja jika itu tidak benar ! aku akan percaya sama kamu “ Ucap Lita mencoba menyangkal kecurigaannya itu dan air mata membayang di matanya. namun Dev masih saja terdiam tanpa berusaha mengelak padahal saat ini ia tau kalau perempuan di depannya ini sedang butuh kejelasan ....
...“ maaf…” belum lagi Dev melanjutkan kata-katanya Lita langsung berkata dengan suara yang agak di tinggikan ....
...“ KAMU MENYANGKALNYA SAJA JIKA ITU TIDAK BENAR ! kenapa kamu harus meminta maaf itu bukan kata yang harus aku dengar ! “ Ucap Lita dan air mata mulai membasahi pipinya ....
...“ Lit…, aku… itu tidak seperti yang kamu pikirkan " Ucap Dev terbata-bata....
...“ DIA ITU SAHABATKU !!! “ Ucap Lita berdiri dan berlalu pergi ....
...Dev berusaha mengejar pacarnya sebab ia takut seseorang yang sudah ia lukai perasaannya itu bakal kenapa-kenapa jika ia mengenderai mobilnya dalam keadaan seperti ini . namun seperti sudah tau apa yang akan terjadi Lita pun pergi tanpa mengendarai mobil dan kini ia terlihat sedang menaiki taksi . Dev sedikit legah setelah melihat Lita menaiki taksi sebab kini hujan makin deras dan apa jadinya Lita jika ia mengendarai mobilnya dalam keadaan seperti ini ....
..." AKU KENAPA BEGITU BODOH " rintihnya kesal ....
..." KENAPA AKU TIDAK MEMBERITAHUNYA SEJAK AWAL DAN MALAH MEMBIARKAN IA DENGAN PIKIRANNYA SENDIRI , DEV !! KENAPA KAMU BEGITU BODOH !!!!!! Sarkasnya kesal sambil mengacak-ngacak Rambutnya ....
...Lita berlari meninggalkan Dev bukan karena ia tidak mau mendengarkan penjelasan Dev . hanya saja ia merasa Dev sudah sangat terlambat untuk di dengarkan sebab Lita sudah terlalu banyak memberikan ia waktu tapi Dev sendirilah yang memilih untuk tidak jujur padanya dan malah membuatnya terus-menerus di hantui rasa bersalah karena telah mencurigainya ....
...Lita memasuki mobil berwarna biru muda itu , ia duduk dengan posisi kedua tangan membenamkan wajahnya. Air mata yang tadi sempat ia tahan saat di depan Dev kini tumpah ruah membasahi pipi dan telapak tangannya . Lita menangis sesenggukan , perasaannya saat ini sulit untuk ia gambarkan jika ada yang bertanya kenapa ia menangis . sepanjang jalan Lita hanya menangis, bahkan supir taksi yang sedang melajukan mobilnya pun mungkin sedang bertanya-tanya mau di bawa kemana penumpangnya ini , sebab dari awal menaiki taksi Lita sama sekali tidak mengatakan ia akan kemana dan cuma menyuruh mobilnya jalan ....
...Di sela-sela perjalanan setelah Bapak supir taksi merasa penumpangnya sudah baik-baik saja barulah beliau membuka pertanyaan ....
__ADS_1
..." maaf mba , mba mau di antar ke mana ? " Ucap pak supir hati-hati sambil meliriknya dari balik kaca spion ....
...Lita terkesiap mendengar pertanyaan Bapak supir taksi , lalu dengan memperlihatkan sedikit senyumnya Lita pun menjawab ....
..." oh..... Pak kita ke hotel Asia aja pak " Ucapnya malu-malu sebab ia sadar bahwa sedari tadi bapak-bapak supir taksi ini mendengar tangisannya ....
..." mba sudah tidak apa-apa ? " tanya bapak supir taksi membuyarkan lamunannya . malam itu Lita memutuskan untuk menginap di hotel sebab ia tak mau membuat adik-adiknya khawatir....
...keesokan paginya Lita memilih pulang ke rumah setelah ia merasa perasaannya sudah agak mendingan ....
...Sesampainya di rumah Lita langsung memasuki kamar. ia melihat sekeliling dan kemudian ia menarik napas panjang tatkala ia melihat beberapa benda pemberian Dev yang masih tertata rapi di kamarnya . Lita terdiam sesaat kemudian ia mulai mengambil sekotak besar karton untuk menaruh barang-barang pemberian Dev di sana ....
...Lita berjalan perlahan mengambil satu persatu benda pemberian Dev termaksud bingkai foto yang berisikan foto ia dan Dev yang ia taruh rapi di Rak kaca . Kini ia menaruh benda-benda itu di sana tanpa tangisan sedikitpun . kayaknya semalaman tadi ia sudah menghabiskan air matanya di kamar hotel tempat ia menginap itu ....
...Dengan langkah pelan dan wajah yang tanpa ekspresi Lita keluar dari kamar sambil membawa benda-benda itu sendirian tanpa memperdulikan adik serta orang-orang rumah yang menatapnya penuh keheranan ....
..." apa itu kak " tanya Julia ketika sang kakak sudah berada di depan pintu rumah ....
..." sampah " Ucapnya Datar . sementara itu Julia kebingungan sebab yang ia lihat di dalam kotak itu semua adalah benda-benda pemberian Dev kepada kakaknya ....
...Lita memalingkan wajahnya ke pak iman yang saat ini terlihat sedang membersihkan kebun kecilnya ....
..." Pak iman....., tolong bakar semua sampah ini yah " Ucap Lita santai dan berlalu pergi meninggalkan adiknya yang masih terpaku menatap benda-benda yang berada di dalam kotak besar itu ....
...beberapa menit kemudian Julia mengikuti kakaknya dari belakang dan akhirnya sesampainya di meja makan barulah kakaknya menceritakan semua kejadian yang ia alami beberapa hari terakhir ini dan termaksud kejadian kemarin ....
...Julia tiba-tiba saja merasa kangen dengan kakaknya yang saat ini masih berada di London . Tiba-tiba ia teringat dengan cerita kakaknya yang beberapa bulan yang lalu baru saja putus dengan mantan calon kakak iparnya itu , Dan sekarang ia sedang duduk di depan layar menonton Kak Dita sedang membawa berita infotainment tentang Kak Dev mantan calon kakak iparnya itu yang sekarang sudah menjadi tunangan orang lain. yang tidak lain adalah mantan sahabat kakaknya sendiri ....
__ADS_1