
...Pram membuka pintu kamarnya dengan kasar lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang empuknya ....
..." kenapa sih loe harus bantuin dia tadi ! **** banget ! " Sarkas Pram mengatai dirinya sendiri....
..." enggak bersyukur banget udah di tolongin !!"...
..." lagian kenapa diam aja kayak kerbau . kalau mau marah ya udah marah aja . enggak usah di tahan-tahan bikin emosi gw aja " omel Pram yang masih belum bisa melupakan kejadian tadi . Pram yang niat awalnya ingin pergi main bola akhirnya harus tertunda karena melihat adegan yang mengganggu matanya . awalnya ia tidak mau mencampuri urusan mereka , karena dia memang bukan tipe orang yang suka ikut campur urusan orang tapi entah kenapa saat melihat perempuan yang baru sekali ketemu dengannya dalam keadaan diam seperti itu membuat dirinya emosi dan tergerak untuk menolongnya. apalagi setelah ia mengetahui kalau ternyata perempuan itu adalah korban dari perselingkuhan yang membuatnya tambah iba . ia melihat laki-laki dan perempuan itu yang ia tebak keduanya pasti adalah teman dan mantan pacarnya seperti yang di ceritakan oleh Raka walaupun ia sendiri belum pernah melihat wajah keduanya tapi sepertinya tebakannya benar apalagi saat melihat Raut wajah Lita yang tegang dan diam mematung seperti itu . Pram yang tadinya tidak peduli tanpa sadar melangkahkan kakinya mendekati ketiga orang yang asing baginya itu ....
..." Pram loe kenapa sih peduli banget sama dia " merutuki dirinya sediri ....
..."ah....." gerutunya sambil mencakar kasar rambutnya. entahlah , ia merasa bingung pada dirinya sendiri ....
...***...
...Pram membuka matanya berat lalu ia menggerakkan tangannya meraba-raba ranjangnya mencari handphone yang entah ia letakkan dimana ....
__ADS_1
...Pram menyalakan layar handphone-nya dan di lihatlah Jam yang menunjukkan pukul 18:30 malam ....
..."huffff ...." Pram membuang napasnya kasar lalu ia segera turun dari ranjangnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi . Sesampainya di kamar mandi ia tersentak kaget saat melihat dirinya di pantulan cermin yang ternyata masih memakai setelan baju bola . lalu tanpa di sadari seulas senyum tipis tersungging di bibirnya . ia tersenyum karena merasa lucu pada dirinya sendiri yang bisa tertidur nyenyak saat memikirkan perempuan yang sudah kedua kalinya bertemu dengannya itu padahal biasanya ia merasa sulit untuk tidur ....
...Pram keluar kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di bagian bawah tubuhnya lalu dengan gerakan cepat ia pun memakai pakaiannya sebab tadi sesaat sebelum ia sempat berjalan menuju Rak pakaiannya handphone-nya tiba-tiba berdering dan ternyata itu telpon dari ibunya . Pram lupa kalau ternyata ia punya janji makan malam dengan ibunya . Pram segera bergegas sebab ia tidak mau membuat ibunya menunggunya terlalu lama apalagi sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 19:05 malam, padahal Ia janji makan malam dengan ibunya itu pukul 19:30 dan ia tau saat ini pasti ibunya sudah sampai di restoran tempat makan malam keduanya. Pram sedikit tersentak kaget saat mendengar ibunya yang tiba-tiba ingin bertemu dengannya padahal biasanya ibunya akan selalu menghindar tiap kali Pram ingin bertemu dengannya tapi kemarin tiba-tiba saja ibunya menelponnya dan memintanya bertemu dan hal itu membuatnya begitu antusias untuk bertemu dengan ibunya sebab biasanya ia sulit punya waktu berdua bersama ibunya apalagi setelah ia di asuh oleh ayahnya ....
...Saat Pram ingin keluar dari kamarnya tidak sengaja matanya berpapasan dengan sebuah kantung plastik yang ia sadari itu adalah milik Lita . Pram menepuk dahinya pelan begitu menyadari bahwa dirinya lupa mengembalikan kantong plastik itu . Pram terdiam sesaat lalu sepersekian detik kemudian ia melangkahkan kakinya menuju kantung plastik itu . Pram terdiam memandang isi kantong plastik itu . untuk sesaat ia sempat bingung ia di buat ragu untuk mengembalikkan kantung plastik yang berisikan beberapa makanan itu sebab saat ini ia sedang terburu-buru dan ia merasa waktunya akan terkuras jika ia pergi mengembalikkan kantung plastik itu ....
..." ah.... nanti saja " Ucapnya menepiskan tangannya di udara lalu berlalu pergi meninggalkan kantung plastik itu. namun saat ia menggenggam ganggang pintu kamarnya tiba-tiba saja ia jadi teringat dengan kata dokter waktu itu . yang mengatakan kalau si perempuan itu pingsan salah satu penyebab nya karena dia telat makan atau susah makan ....
...Pram berjalan cepat keluar dari kediamannya itu. lalu dengan setengah berlari ia pergi menuju lift. sesampainya di dalam Lift ia lantas menekan tombol nomor 10 yang ia tau itu adalah lantai di mana perempuan itu berada . lalu setelah lift-nya terbuka ia langsung bergegas menuju kamar nomor 1205 yang ia yakini itu adalah nomor kamar si perempuan itu yang sempat ia tanyanya pada asistennya yang kebetulan waktu itu sempat mengantarkan Lita kembali ke kamarnya, sesaat setelah obat infusnya habis dan setelah ia merasa dirinya sudah sedikit membaik waktu itu ....
...Pram berjalan cepat lalu sesampainya di depan kamar bernomor 1205 itu ia langsung mengetuk pintu itu tanpa membuang-buang waktunya lagi ....
...Pram mengetuk pintunya beberapa kali namun tidak terdengar jawaban dari balik pintu kamar itu ....
__ADS_1
...Pram membuang napasnya kasar lalu berkata ....
..." Nih orang kemana sih ! buang-buang waktu gw aja "...
...Dengan perasaan yang sedikit emosi Pram lantas mengambil handphone nya dari saku celananya. ia hendak menelpon resepsionis untuk menanyakan keberadaan si penghuni kamar 1205 itu , namun belum lagi ia menekan tombol di layar ponselnya , tiba-tiba saja pintunya terbuka ....
...Pram menoleh namun ia tidak melihat seseorang dari balik pintu itu . lalu dengan perasaan ragu ia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu ....
..." taruh saja di situ " Ucap Lita yang langsung kembali membaringkan dirinya di ranjang sembari menutupi dirinya dengan selimut ....
...Baru dua kali bertemu tapi Lita sudah bisa tebak siapa suara di balik pintu itu .......
...Lita bukannya tidak takut akan di apa-apain sama seseorang yang baru dua kali di temuinya itu. tapi entah kenapa ia tidak ada perasaan curiga sedikitpun dengan orang yang bernama Pram itu , sebab yang Lita tau dengan cara Pram yang waktu itu sudah mau menolongnya itu sudah bisa menandakan bahwa dia itu orang baik dan Lita yakini itu makanya itu ia biarkan saja Pram masuk dan menaruh barangnya yang ia tau Pram lupa membalikkannya ....
...walau sempat Ragu tapi Pram lantas mengikuti semua instruksi dari Lita ....
__ADS_1
..." maaf yah ngerepotin . eh makasih juga untuk hari ini " Ucap Lita setengah tidur tanpa melihat ke arah Pram sedikit pun ....