PHILOPHOBIA , Ketika Aku Takut Jatuh Cinta Tapi Menikah Adalah Impianku .

PHILOPHOBIA , Ketika Aku Takut Jatuh Cinta Tapi Menikah Adalah Impianku .
Bertemu Laki-laki baik dan tulus .


__ADS_3

Ini sudah berminggu-minggu lamanya tapi Lita masih susah makan dan tidur nyenyak, entahlah . padahal menurutnya ia sudah bisa menerima kenyataan bahwa ternyata Dev bukanlah laki-laki yang di kirimkan tuhan untuknya . memang untuk melupakan seseorang itu butuh tenaga dan juga konsisten yang kuat agar bisa terlepas dari bayang-bayang tentangnya tapi ternyata untuk bisa terlepas dari bayang-bayangan itu tidaklah segampang kata-kata penyemangat atau kata-kata motivasi yang selalu ia baca selama ini . ' semuanya akan baik-baik saja , kamu bisa Lita ' . Desahnya tiap kali ia merasa kesulitan .


Lita membuka mata yang masih terasa berat sambil memijat-mijat pelan pelipisnya. samar-samar ia melihat langit-langit kamarnya dan ia menyadari bahwa ini bukanlah kamar hotel tempat ia menginap . kemudian Lita mengalihkan pandangannya ke tangannya dan di sana ia mendapati tangannya yang sudah di tancap jarum infus .


" kayaknya aku pingsan lagi " batinnya lemas .


" ternyata kamu sudah bangun , tidurnya nyenyak ?! " Ucap Pram Dingin yang langsung berjalan pelan menuju tempat di mana Lita berada .


Lita terkejut mendengar ucapan laki-laki yang sedang berjalan menujunya itu . sebab ia terkesan sinis padanya . Lita memalingkan pandangannya sebentar menarik napas dan menghembuskan pelan kemudian ia memalingkan pandangannya kembali memandang laki-laki yang saat ini sudah berdiri tepat di samping ranjang sambil memandangnya dingin .


Lita mencoba mengulas senyum di wajahnya walaupun saat ini ia merasa wajahnya sulit untuk tersenyum dan mungkin terlihat aneh .


" oh... ternyata panasnya sudah turun " Ucap Pram yang tanpa sungkan langsung meletakkan telapak tangannya di dahi Lita sembari memeriksa .


Lita terkejut matanya melotot menatap laki-laki yang terlihat santai ini .


" Raka tolong ambil bubur yang kamu bawa tadi " Ucap Pram yang mengalihkan pandangannya ke Raka lalu kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke Lita. Pram memandang perempuan di depannya ini yang masih terlihat lesu. lalu ia mulai ganti posisi dengan duduk di tepi ranjang dan tanpa sungkan langsung memegang pelan tangan Lita dan berusaha membuatnya duduk .

__ADS_1


" maaf , sini saya bantuin kamu duduk " Ucapnya pelan di sela-sela bantuannya itu . dan tanpa membantah Lita seperti terhipnotis dan mengikuti semua instruksi dari Pram .


" Pak nih buburnya " Ucap Raka menyodorkan piring berisikan bubur itu . Pram mengambilnya dan Raka langsung permisi pergi .


" kalau gitu saya tunggu di luar ya pak , kalau ada apa-apa bilang saja pak . " Ucap Raka dan Pram mengangguk .


Kini tinggal mereka berdua yang berada di kamar itu .


Lita memandang laki-laki di depannya ini dengan wajah yang seolah tak percaya dan masih bingung . sebab laki-laki yang saat ini terlihat sedang asyik mencampurkan buburnya ini tak sedikit pun membahas tentang dirinya dan malah sibuk mengurusnya padahal keduanya tidak saling kenal .


Lita terus memandangnya dan tanpa sadar sesuap bubur yang bercampur kan wortel dan beberapa bahan makanan itu telah masuk ke mulutnya .


" kamu kenal aku kan ? " Ucap Pram dengan bangganya .


Lita mengernyitkan mata menatap laki-laki di depannya ini dengan seksama memastikan apakah laki-laki di depannya ini benar-benar tidak mengenalnya , sebab bagi Lita ia adalah seorang aktris . walaupun ia sudah lama tidak tampil di layar tv tapi setidaknya seseorang yang pernah tinggal di negara ini pasti mengenalnya. apalagi sekarang ini yang ia yakini wajahnya kini wara-wiri di layar televisi karena kasus perselingkuhan yang di gosipkan akibat putusnya ia dan Dev .


" lah seharusnya yang nanya begitu tuh aku bukan kamu " Batin Lita sambil tersenyum sinis .

__ADS_1


" enggak " Ucap Lita penuh penekanan .


Pram mengangkat alisnya sebentar lalu mengulas senyum di sudut bibirnya, sinis.


" nih cewek bo'ong banget kalau tidak mengenalku " batin Pram yang masih tidak percaya dengan perkataan Lita padanya .


" aku yakin dia sengaja pingsan di depan aku agar aku bisa jadi mangsanya yang selanjutnya karena mangsanya yang bernama Dev itu sudah terlepas dari genggamannya " Batin Pram Jijik .


" emang semua cewek tuh sama aja " Ucap Pram yang memang tidak pernah percaya sama yang namanya Cinta apalagi perempuan . bagi Pram semua perempuan itu sama saja tidak ada perempuan yang benar-benar tulus dalam hal mencintai . Dan baginya semua perempuan itu hanya berpura-pura tersakiti padahal merekalah alasan dari setiap rasa sakit itu .


" oh... baguslah jika kamu tidak mengenaliku " Ucap Pram yang langsung menaruh piringnya yang sudah tidak berisi bubur lagi yang ada hanya sisa-sisa bubur di sela-sela sudut piring .


Lita memandang laki-laki di sampingnya ini yang terlihat bangkit dari duduknya .


" oke , kalau gitu kamu istirahat sebentar nanti kalau kamu perlu apa - apa kamu langsung bilang saja sama asisten aku . soalnya aku mau keluar sebentar " Ucapnya yang langsung berjalan pelan menuju pintu kamar dan masih dengan wajah dingin tanpa senyum .


" oh.. satu lagi kalau kamu sudah merasa baikan kamu boleh pergi itu kata dokter " Ucap Pram berbalik yang kini terlihat sudah memegang ganggang pintu . Dan Lita hanya mengangguk sebab saat ini ia benar-benar merasa lemas dan ia seolah menepis semua pertanyaan yang masuk dalam pikirannya . pokoknya ia menepis segala gundah gulana atau apapun itu . saat ini yang ia pikirkan hanyalah bahwa laki-laki yang saat ini sudah hilang dari pandangannya ini adalah orang baik , orang yang sudah mau menolongnya dengan tulus .

__ADS_1


.


.


__ADS_2