
Pramata Pandu Dewanata baru saja keluar dari mobilnya dan langsung berjalan masuk ke hotel di ikuti oleh sang asisten yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri Raka . Raka berjalan mengikuti Pram seperti mengekor . keduanya terus berjalan menuju lift namun saat Pram sudah hampir sampai di depan lift tiba-tiba saja ia secara refleks menangkap seseorang yang secara tiba-tiba ambruk dan berujung di pelukannya .
Pram mengernyitkan matanya ia mencoba menelisik apakah perempuan dalam dekapannya ini dengan sengaja pingsan agar bisa di tangkap olehnya . wajar saja jika Pram punya pemikiran seperti itu sebab ia adalah seorang Pengusaha muda yang berhasil mendirikan beberapa hotel dan restoran yang sudah tersebar di beberapa daerah seperti Bali , Jakarta dan Jogja . kalau dari segi wajah tidak usah di tanya lagi sebab ia sudah di karuniai wajah yang begitu tampan. wajah putih bersih, Hidung mancung seperti perosotan , mata agak sipit serta bulu mata dan alis yang sedikit lebat .
Untuk sesaat Pram melepas masker perempuan itu lalu ia mulai memandang wajah perempuan itu dengan seksama namun kemudian ia mulai tersadar saat beberapa orang kedapatan mengambil gambar keduanya .
" itu Lita Pratiwi kan " bisik salah seorang yang berada di situ kepada teman di sebelahnya namun terdengar oleh Pram .
" iya , itu Lita mantan Pacarnya Dev Pradana si pengusaha itu kan "
Tanpa berpikir panjang Pram langsung memakaikan masker perempuan yang sempat ia lepaskan tadi dan langsung menggendong nya .
Kini keduanya menjadi pusat perhatian setiap orang yang melihatnya . Pram berjalan menuju Lift yang di khususkan untuknya lalu di ikuti oleh Raka yang sedari tadi hanya terperangah melihat tingkah bos sekaligus sahabatnya itu . Raka berdecak kaget sebab ia tidak pernah melihat Pram seperti itu . biasanya kalau ada cewek yang coba mendekatinya dengan cara seperti itu ia akan menyuruhnya membereskan semuanya dan berlalu pergi tanpa peduli . tapi kali ini ia sendiri bingung dengan tingkah sahabatnya ini . Raka terus berjalan dan mengikuti setiap instruksi yang di berikan oleh Pram padanya . Kini mereka sudah sampai di lantai 18 , lantai yang menjadi tempat Pribadinya di mana terdapat beberapa kamar , ruang keluarga, dapur, tempat gym, kolam berenang, taman kecil dan sebagainya layaknya tempat ini di buat seperti rumah baginya . Pram berjalan menuju kamarnya dan langsung meletakkan si perempuan itu di tempat tidur sesaat setelah sampai di samping tempat tidur .
" kamu sudah hubungi Dokter Anton " tanya Pram yang langsung merebahkan tubuhnya di Sofa samping Ranjang .
__ADS_1
" Sudah , katanya lagi di jalan " Ucap Raka dengan tatapan bingung .
Dokter Anton adalah Dokter Pribadi keluarganya Pram .
“ gimana dok keadaannya “ tanya Pram khawatir sesaat setelah dokter memeriksa Lita .
“ Dia mengalami kejang perut karena stress . ada tanda-tanda dehidrasi dan kekurangan nutrisi, pasti belakangan ini dia jarang makan atau tidur . dia pasti stress berat dan dia pasti kesakitan . “ Ucap dokter dan Pram menyimak dengan seksama sambil menatap seseorang yang terlihat sedang tidur tak jauh dari tempat ia berdiri .
“ oh… kalau gitu makasih ya… dok “ Ucap Pram sembari mengantar dokter sampai keluar pintu kamar.
“ Raka cepat antar beliau “ Ucap Pram dan Raka mengangguk .
" Kamu kenal dia ? " Ucap Raka menepuk pundak Pram pelan yang langsung membuyarkan lamunannya.
" ha....enggak " Ucapnya memberitahu lalu mengganti posisinya menjadi duduk .
__ADS_1
" terus kenapa kamu bisa se-peduli itu padanya , kan kamu tidak mengenalnya " Ucap Raka yang langsung duduk di samping Pram . Kini kedua orang itu berbicara layaknya seorang sahabat .
" oh iya tadi kalau aku enggak salah dengar beberapa orang di bawa tadi menyebutkan nama Dev Pradana . kok namanya kayak enggak asing gitu " Ucap Pram berpikir .
" ya iyalah enggak asing orang dia itu pengusaha muda sama kayak kamu " Ucap Raka memberitahu .
" oh yah... " Pram mengernyitkan alis berpikir lalu mengangguk sebentar.
" kamu ingat enggak beberapa hari yang lalu aku pernah kasih kamu surat undangan " Ucap Raka dan Pram mencoba mengingat .
" oh, iya ...yang aku enggak bisa pergi itu kan "
" Iyah...yang kamu enggak bisa pergi itu , Undangan itu adalah undangan pertunangan darinya . terus kamu tau ngga siapa tunangannya ! " Ucapnya berdecak kagum lalu tambahnya .
" emang tuh cowok jago banget kalau nyari pasangan , bisa-bisanya dia gaet hati seorang artis papan atas kayak Ratu Ananda Putri. Emang jago banget " Ucapnya lagi masih tak percaya sambil menepuk kedua tangan pelan.
__ADS_1
Pram yang sedari tadi duduk di sampingnya dan mendengarkan semua perkataannya dengan seksama hanya bisa menatapnya melongo tanpa berkata-kata , sebab saat ini ia sedikit takjub dengan pengetahuan yang di miliki oleh sahabatnya itu .
" sejak kapan kamu jadi biang gosip kayak gini " Ucap Pram terheran-heran sambil menyunggingkan senyum tak percaya . lalu berniat pergi meninggalkan Raka namun belum lagi ia melangkahkan kakinya pergi tiba-tiba terdengar suara dari arah Tempat tidur .