
Disisi Safi
" Dasar kenapa anak itu suka sekali membuang buku yang penuh dengan misteri dan fakta , sepertinya anak itu adalah ciri² anak pembuat onar kah "
Tanya Safi dalam hati sambil mengambil buku yang dibuang oleh Raisa , menepuk nepuk buku karena sedikit kotor dan basah akibat embun pagi hari .
Safi masuk kedalam kelas secara bersamaan juga bu Tuti baru sampai kekelas , pelajaran dimulai saat itu juga Alfa sering melihat gerak gerik Safi dari awal pelajaran hingga akhir .
" Anak itu sungguh tidak sakit hati ? apa dia sering diperlakukan seperti itu ? siapa sebenarnya anak itu ? "
Banyak pertanyaan yang muncul dari pikiran Alfa saat menatap Safi , pertanyaan itu selalu muncul Alfa ingin menanyakan namun , ia takut itu malah membuat Safi semakin benci kepadanya .
Sepulang sekolah
Safi dijemput oleh Manajernya begitu pula dengan Alfa , mereka langsung menuju tempat pemotretan yang sudah ditetapkan .
Saat itu Safi sampai terlebih dahulu ia langsung berganti pakaian dengan baju off shoulder panjang berwarna merah .
Baju off shoulder adalah baju lengan pendek atau panjang yang terbuka di bagian pundak atas .
Tidak lupa dengan sedikit make up diwajah , memakai sepatu hak berwarna merah tua yang tidak terlalu tinggi dengan sebuah tali , dan rambut yang diikat kepang bando , Safi duduk sebuah kursi panjang taman di depan air mancur yang dikolamnya terdapat ikan koi .
Memainkan Handphonenya dengan asik hingga tak terasa berapa lama ia memainkan Handphonenya itu .
Alfa baru saja sampai di tempat taman itu . Ia turun dari mobil sambil membuka kacamata dan jaketnya ia berjalan seperti bintang utama disana , Safi yang asik memainkan Handphonenya malah mengabaikan Alfa yang turun dari mobil tidak seperti model lainnya yang langsung datang dan menyapanya .
Alfa melihat ada seorang gadis yang baru ia lihat dan tanpa pikir panjang Alfa langsung menghampiri Safi sambil menyapanya , Safi yang fokus dengan Handphonenya langsung dengan sigap menyapa balik Alfa dengan senyum yang manis .
__ADS_1
Alfa seketika langsung terdiam sejenak melihat manisnya Safi , disaat itu juga Alfa langsung memperkenalkan dirinya.
" Nama aku Kei Tamalfa Fahrezi nama Kakak siapa ya ? apakah Kakak baru disini ? "
Alfa merasa bangga telah berani berkenalan dengan gadis yang membuatnya tersipu malu dan merasa ia adalah gadis idamannya , Safi seketika langsung terdiam dan merasa tidak percaya sebab lelaki yang menjadi Couple fotonya adalah Alfa itu sendiri , ia juga kaget dengan pakaian dan wajah Alfa tanpa Kacamata yang terlihat sangat jelas dimatanya itu .
Dengan sedikit terpatah patah Safi menjawab pertanyaan dari Alfa dengan muka tidak percaya , senyuman yang terpaksa itulah yang dirasakan oleh Safi namun , berbeda dimata orang senyuman itu seperti penyembuh hati yang terluka.
" H-Hai juga , nama aku Zoeya Dwi Shazoyaella , bisa panggil saya Zoya , salam kenal Alfa , kamu tidak perlu memanggilku Kakak kita ini seumuran "
Alfa yang kaget karena gadis itu tau nama panggilannya mulai merasakan sangat bangga bertemu gadis yang di idamannya , Alfa mengiyakan permintaan Zoya untuk tidak memanggilnya dengan panggilan Kakak .
Zoya dan Alfa berbincang ringan sambil duduk bersebelahan , beruntungnya phobia Zoya tidak kambuh dan ia malah merasa nyaman berada didekat Alfa walau agak kikuk .
Pada akhirnya semua siap untuk pemotretan ditempat itu , tema saat fotonya adalah Makanan manis .
Saat sedang diberi arahan Alfa selalu tidak konsisten dengan apa yang ditunjukkan oleh Manajer , yang membuat waktu semakin tipis untuk pemotretan .
Hingga pada akhirnya Alfa mengerti dan pemotretan mereka pun mulai , pada awalnya Safi masih bisa mengendalikan dirinya , beberapa waktu kemudian Safi sudah mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran Alfa .
Pose demi pose telah selesai difoto pada akhirnya mereka berdua kehilangan ide untuk pose selanjutnya , Herman mulai memberi mereka saran sebab jadi awal foto , mereka tidak menunjukkan sikap saling kenal .
Herman adalah sang Fotografer profesional , ia dikenal dengan hasil fotonya yang bagus dan cerah , meski begitu ia juga dikenal sebagai Fotografer yang judes dan pemarah jika ada kesalahan dari sang model . Ditambah muka Herman yang terlihat marah walau ia tidak marah .
Justru sebaliknya yang membuat foto mereka terlihat seperti kaku dan tegang , ekspresi wajah yang seperti itu membuat foto menjadi tidak realistis dan tidak lupa mereka juga terlihat sangat Canggung .
Sorot mata tajam tertuju pada Zoya , bisikan setajam pisau mulai terdengar dari beberapa orang , ya Zoya jarang sekali tidak fokus seperti 1 kesalahan saja seperti memiliki ribuan kesalahan , itulah mengapa Zoya menutup kekurangannya meski itu sangat sulit dilakukan olehnya .
__ADS_1
Safi hanya tersenyum mendengar kritikan dari Herman dan beberapa orang yang membantu pemotretan , Alfa membantah perkataan Herman dengan tegas , ia merasakan bahwa itu hal wajar sebab mereka baru saja bertemu dihari itu juga .
Mereka juga hanya sebatas kenal nama saja tidak lebih , baru bertemu langsung di untuk berekspresi realistis dan akrab itu pasti mudah dikatakan namun , sangat sulit dilakukan .
Terjadilah perdebatan yang bermula dari hal kecil , Safi menarik ujung baju Alfa dengan menggelengkan kepala dan berwajah pasrah .
Alfa yang menyadari langsung meminta maaf karena perilakunya yang terus menghambat pekerjaan ini , Herman tetap merasa kesal karena ucapan Alfa .
Ia langsung mengakhiri pemotretan dan melanjutkannya besok dijam yang sama , meski sudah ditahan dan dibujuk untuk menyelesaikannya sekarang , tetapi tetap saja Herman itu tetap menolak lalu pergi begitu saja .
Disaat semua sedang membereskan barang² untuk disimpan , Safi termenung dikursi taman yang dibelakangnya air mancur . Dengan perasaan sedih karena jarang sekali ia seperti ini meski ini semua bukan salah Zoya sepenuhnya tetap saja Zoya berasa bersalah .
Alfa seperti itu karena ia ingin melindungi dirinya yang di kritik oleh Herman , Zoya terus menyalahkan dirinya sendiri ia seperti penyebab kesalahan itu bermula .
Tanpa sadar Alfa datang sambil membaca Pocari Sweat dingin lalu menyenggolnya ke pipi Zoya tanpa kata² , Zoya kaget langsung menjerit kecil ia langsung menoleh ke arah Alfa .
Alfa tertawa kecil melihat tingkah laku Zoya yang tidak menyadari dirinya kesini , Zoya langsung mengambil i
air minum itu dan berterima kasih kepada Alfa .
" Jika ada masalah katakan saja padaku siapa tau aku bisa membantumu walau sedikit " ucap Alfa sambil duduk disebelah Zoya dan membuka Pocari Sweatnya .
Zoya terdiam tak berkata , membuka minumannya lalu meminumnya , selesai meminum Zoya termenung sambil melihat botol Pocari Sweat itu .
" Tidak apa-apa kok , cuma hal kecil aku bis menyelesaikannya sendiri . Terima kasih bantuannya tapi aku baik² saja . "
Senyuman hangat keluar dari bibir Zoya , Alfa tersenyum lalu berpikir ia terlalu mengkhawatir dia .
__ADS_1