Phobia Artis Yang Langka

Phobia Artis Yang Langka
Apakah Ada Rasa ?


__ADS_3

Alfa hanya bisa pasrah pada dirinya sendiri , ia turun menuju gerbang lalu menyapa Ibunya dengan wajah cengingisan .


Ibunya yang duduk dibangku pengemudi mobil hanya menurunkan kaca mobil lalu membuka kaca mata hitamnya .


" Kenapa baru datang , anak anak yang lain sudah dari tadi keluar ya " ucap sang ibu yang bernama Lili .


Dengan wajah yang curiga Lili melihat penampilan anaknya dengan cermat ,wajah senyum pasrah terpancar dari muka Alfa .


" Kenapa kamu berpenampilan seperti itu ? Kenapa pakai kacamata minus ya ? " Lili memang tipe ibu yang sangat² memerhatikan anaknya .


Alfa hanya mengatakan iya sambil duduk dibelakang pengemudi , setelah masuk Alfa menjelaskan bahwa ia ingin mencari pacar yang setia kepadanya tanpa memikirkan penampilan atau keluarga.


Alfa bercerita banyak hal sedangkan sang ibu mengemudikan mobil sambil mendengarkan kisah anaknya yang menyentuh hati , Tak lama menjalankan mobil mereka terhenti dilampu merah perempatan.


Lili menyukai sikap Alfa yang memilih tipe perempuan dengan cara yang cukup efisien meski harus menanggung malu , tapi tetap saja Alfa masih terlihat ganteng meski berpenampilan culun .


Mendengar Ibunya yang berkata demikian membuat Alfa terdiam sambil memikirkan perempuan itu , Apakah dia baik² saja ? apa ini semua salahku ? semua pertanyaan muncul dari benak Alfa .


Sang Ibu yang melihat Alfa dari center miror menanyakan keadaan Alfa yang sedari tadi melamun seperti sedang memikirkan sesuatu yang selalu membuat khawatir .

__ADS_1


Alfa menjawab dengan terpatah patah seperti bingung untuk menjawab pertanyaan dari sang ibu , Lili yang memaklumi sifat Alfa yang mulai berubah akhir akhir ini .


Lili juga bertanya apakah ia memiliki perempuan yang sesuai dengan tipenya dari sekolah di SMP ini ? , Alfa hanya terdiam tak penjawab pertanyaan dari sang ibunya itu .


Lili yang menyadari kemungkinan Alfa sudah memasuki masa Pubertas menjadi banyak privasi bagi dia sendiri yang tidak mau diketahui oleh orang lain.


Beberapa menit berselang lampu merah mulai terganti menjadi hijau , mobil mereka berjalan menuju lajur kanan menuju rumah .


Sesampainya dirumah , ada seorang Waiter yang berjalan kemobil lalu membukakan pintu untuk Lili dan Alfa secara bergantian , Waiter itu melepas tas yang berada dipunggung Alfa , dan jaket .


Alfa melepas kacamatanya lalu memberinya ke Waiter itu , tak sadar sang Ibunya sedang berada disampingnya sambil menatap Alfa dengan tajam .


Alfa hanya membeku sambil berpikir ia telah menjadi mencuit , ternyata sang Ibu hanya mengatakannya saja tidak lebih ia langsung masuk bersama Waitress yang mendampinginya .


Alfa dengan kebingungan dengan tingkah laku sang Ibu yang aneh dan langka , disaat Alfa bengong melihat kejadian yang tak terduga itu .


" Nyonya sedang sibuk hingga tidak ada waktu untuk memarahi Tuan , sekarang Tuan akan sibuk untuk sementara waktu sebab ada pemotretan Couple dengan salah satu wanita yang dipilih oleh perusahaan " ucap sang Waiter .


Mendengar itu Alfa langsung berjalan menuju kamarnya untuk memeriksa jadwalnya Minggu ini , dan benar saja melihat kalender jadwal yang sudah disediakan oleh Manajer .

__ADS_1


Alfa geleng-geleng kepala sambil tidak terima dengan ini , namun jika ia menolak maka akan mendapatkan lebih sakit .


Melihat tanggal 7 Februari 2021 dimana ia bertemu dengan gadis yang akan menjadi Couple pemotretannya dan butuh 5 hari untuk sampai kehari itu .


...Disisi Safi...


Safi terbangun dari pingsannya dengan penuh keringat , saat Safi terbangun ia melihat kearah jam .


Jam menunjukan pukul 15 : 02 WIB


Safi juga terbangun ditempat tidurnya yang berarti Safi sudah dipindahkan oleh salah satu keluarganya , Ia mencoba bangun dari tidurnya meski masih lemas .


Safi hendak keluar dari kamar untuk melihat keadaan , saat ingin memegang gagang pintu tetapi pintu itu sudah terbuka oleh seseorang .


Orang itu adalah Mina sang Ibu Safi , Mina yang menyadari Safi berdiri dan ingin keluar dari kamar mulai memeluknya dengan wajah yang lega .


" Syukurlah syukurlah kau masih terbangun dengan tubuh yang sehat , ibu sangat mengkhawatirkanmu nak " ucap sang ibu yang memegang muka anaknya seakan tidak percaya .


Dahulu muka Safi ketika bangun dari pingsannya seperti mayat yang kekurangan air , tapi itu dahulu bukan sekarang.

__ADS_1


Safi disuruh sang ibu untuk duduk ditempat tidurnya makan malam akan diambilkan oleh ibunya , Safi hanya mengiyakan sebab ia adalah anak yang patuh dan berbakti kepada kedua orang tua .


__ADS_2