
Dikasur yang mewah dan nyaman , Alfa terbaring dikasurnya sambil menatap layar ponsel dengan harapan yang besar .
Perasaan yang senang dan bangga karena telah mendapatkan no gadis idamannya dengan mudah , Alfa mengharap ada chat darinya meski hanya sekedar sapan saja .
Menunggu beberapa menit hingga tangan Alfa pegal karena memegang ponsel terlalu lama , Alfa dengan santai melempar posnelnya diatas kasur .
Secara bersamaan ada notif masuk yang membuat ponselnya menyala , dengan cepat Alfa mengambil dan melihat . Matanya berbinar-binar mengharap chat dari si gadis , ternyata yang masuk ialah chat dari sang Ibu .
" Alfa sayang , sudah makan malam belum ? "
Kata " Sayang " terdengar membuat Alfa geli , dan menutup ponselnya . Alfa mulai pasrah mulai melangkah kaki untuk pergi keluar kamar .
Sekali lagi ada notif yang muncul , pada awalnya Alfa mengabaikan tapi rasa penasarannya muncul dan benar saja itu alasan notif dari si gadis .
Senyuman bahagia muncul dari bibir Alfa meski hanya chat " P " saja , ini seperti mengingatku dengan bahagia itu mudah .
Safi yang bingung kenapa chatnya tidak dibalas padahal sudah centang 2 biru , ia mulai menambah kata .
Sv Zoya
Ketiknya dalam keyboard lalu menekan tanya pesawat kertas , chat mulai terkirim ke posel Alfa .
Melihat chat yang baru terkirim membuat hati Alfa tersentuh , dengan cepat Alfa menjawab .
Pov chat
085471******
Online
P
Sv Zoya
__ADS_1
Oke
Sv Alfa ya
Ya
" Akhirnya selesai juga , apalagi enggak ada yuhu tinggal tidur "
Zoya membaringkan badannya ke kasurnya yang berseprai hijau muda dan sedikit hiasan hijau tua , kasur yang empuk dan lembut ditambah dengan selimut yang wangi dan hangat , tidak lupa dengan bantal dan guling yang empuk dan nyaman .
Membuat tidur Zoya selalu tidur dengan nyaman dan tenang , sesaat Zoya menatap langit² kamarnya dan menutup matanya lalu membukanya lagi kegabutan orang ini memang sering .
Pikiran mulai dirilekskan agar tidak menggangu tidur dan tidak terbawa mimpi . Dalam sekejap mata Zoya mulai berat , rasa mengantuk mulai muncul dan Zoya tertidur pulas dengan suasana hati yang tenang .
Alfa yang masih gembira tidak bisa tidur meski sudah mencoba tidur tetap saja ia tidak dapat tertidur , pikirannya masih memikirkan Zoya bahkan Alfa sampai berpikir untuk melamar Zoya setelah tamat SMP .
Dengan sekejap Alfa tersadar bahwa pipinya menjadi memerah saat melihat kearah cermin , Alfa yang merasa dirinya sendiri tidak beres mulai membaringkan tubuhnya ke kasur sambil menutup seluruh badannya dengan selimut agar ia bisa tidur .
Pagi hari yang cerah , sinar matahari yang mulai menyinari jendela kamar Zoya . sedikit demi sedikit mata Zoya yang tertutup menjadi terbuka .
Air putih yang hangat , setelah mengumpulkan semua energi untuk bangun Zoya Langsung berdiri dan melakukan beberapa gerakan peregangan tubuh selama 10 menit .
Setelah selesai Zoya langsung membuka tirai , melihat ada kicauan burung liar yang berterbangan dipagi hari .
Tok , tok , tok
Terdengar dari pintu kamar suara ketukan pintu , Zoya langsung mengizinkan ia masuk karena Zoya tau dia siapa .
" Nona , air mandi anda sudah saya siapkan . Dimohon untuk segera kesana "
Seorang pelayan setia Zoya yaitu Nanda . Zoya mengangguk dan langsung berjalan menuju kamar mandi , didalam kamar mandi pribadi Zoya sudah disediakan barang yang diperlukan oleh Zoya .
Sedangkan Nanda akan menyimpan peralatan sekolah , pakaian DLL ( Dan lain lain ) , sesudah mandi Zoya langsung memakai Bathrobe ( jubah mandi yang biasanya digunakan sebelum mandi dan sesudah mandi ) .
__ADS_1
Dan memakai sendal kamar mandi berwarna hijau . Menuju wastafel untuk mencuci muka dan memakai krim wajah , setelah selesai Zoya langsung menuju kamar untuk berganti pakaian sekolah .
" Apakah Nona akan memakai pakaian yang lusuh seperti ini ? "
Pelayan menunjukkan baju yang digantung didekat lemari , baju yang lusuh , murahan , dan seperti tidak terawat ini .
Zoya dengan tenang mengangguk sembari duduk di tepi kasur , menatap pelayan lalu tersenyum dengan manis .
" Kau taukan apa yang terjadi padaku di sekolah lamaku selama 3 bulan "
Pelayan tertunduk mengingat masa-masa itu , dengan tenang Zoya menceritakan singkat tentang kejadian itu .
Saat Zoya masuk kesekolah SMP itu , banyak siswa dan siswi yang langsung mengenal dirinya . Keluar dari mobil lalu berjalan menuju gedung dengan 1 pengawal , dengan tenang Zoya menyapa siswa yang ia temui dengan ramah .
" Pagi semua , hai ! "
Ya seperti SKSA ( Sok kenal sok akrab ) . namun , itu tidak dengan para siswa yang tau sepopulernya Zoya .
Bahkan ada yang selalu mengikuti Zoya kemanapun ia pergi , tak lama semua murid menjauh karena ada 1 siswi yang membelah kerumunan itu .
Murid itu adalah murid terbaik dan terpintar di sekolah itu , dengan ramah siswi itu memperkenalkan diri dan ia juga mengobrol akrab dengan Zoya yang membuat beberapa siswa iri .
Zoya yang merasa siswi itu baik hati , ramah dan cukup populer karena ia juga salah satu artis yang belum terlalu terkenal . Keinginan yang ingin mengangkat siswi itu menjadi sahabat dan menaiki karirnya itulah yang membuat Zoya keluar dari sekolah .
Siswi yang dikira seorang anak yang baik itu adalah seorang wanita malam dan suka mabuk , ia juga hampir membuat karir Zoya terjatuh , tidak hanya itu siswi itu juga meminta hal yang sangat mahal kepada Zoya dan selalu menginginkan banyak hal mewah .
Jika tidak dilakukan oleh Zoya ia akan memohon dengan cara yang aneh seperti menggoda , memberinya kepopuleran disekolah dan pernah memuluki Zoya dikamar mandi .
Tidak lupa Zoya juga diberi ancaman untuk tidak mengatakannya perilaku siswi itu kepada siapapun , jika Zoya melakukannya ia akan di jual di pasar malam atau di jual oleh om² genit .
Manajer dan kedua orang tua Zoya yang merasa aneh karena Zoya meminta banyak uang . namun , tidak pernah terlihat membawa barang mewah sekalipun .
Pada akhirnya Zoya membuka mulut mengatakan semuanya kepada kedua orang tuanya , karena sudah tidak tahan dengan perilaku siswi itu yang memanfaatkan kekayaan Zoya .
__ADS_1
Manajer langsung mencari sekolah lain dan mendaftarkan Zoya tidak lupa dengan keamanan Zoya yang meningkat karena takut akan di culik , tidak akan pengumuman tentang Zoya yang ingin keluar dari sekolah itu .
Perasaan itu membuat Zoya cukup trauma dengan sebuah kata " Aku ingin kau membelikan barang ini , boleh ya . Kaukan kaya dan terkenal " .