
Dikelas Alfa tertegun merasa bahwa tingkahnya mungkin keterlaluan menurut Safi yang jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekolah .
Menatap kacamata yang berada ditangannya dengan rasa kebingung bagaimana cara agar Safi mau memaafkan dirinya , sejak kejadian di Rooftop Alfa semakin ingin menolong dan melindunginya namun ia begitu sulit mengatakannya apalagi melakukannya .
Safi yang kembali kekelas dengan muka seperti biasa tanpa terjadi sesuatu , saat menuju tempat duduknya Safi menemukan kacamatanya diatas meja .
Lalu ada selembar kertas yang terlipat menjadi 2 , Safi bukan orang yang penasaran jadi langsung membuangnya ketempat sampah yang berada disamping kelas .
Semua murid yang berada dikelas membisikkannya karena Alfa yang baik fan mau berteman bersamanya malah diperlakukan tidak baik kepada Safi.
" Dasar orang miskin tidak tau diri , Alfa yang baik hati memberikan kacamata itu dan permintaan maaf yang ditulis dikertas yang ia buang tadi . "
" Lebih baik kau pergi dari hidupnya saja atau keluar sekolah , dari pada Alfa yang ganteng dan baik itu pergi dari sekolah ini "
Raisa mengucapkan perkataan yang tidak baik sambil menatap sinis kepada Safi , saat itu Safi sedang membaca bukunya dan mengabaikan omongan Geng Raisa .
Raisa yang kesal melihat tanggapan dari Safi yang mengabaikan dirinya , senyum sinis mulai terpancar dari muka Raisa menunjukkan rencana terbaru akan muncul setelah pulang sekolah .
...Bel istirahat berbunyi...
Seperti biasa Safi duduk didekat taman sambil membaca buku yang ia ambil dari perpustakaan , tanpa sadar geng Raisa datang kekursi panjang di pinggir taman yang Safi tempati.
Safi sadar namun terlalu malas untuk berpindah tempat duduk , lagi lagi Raisa kesal karena selalu diabaikan seperti nyamuk yang tidak terlihat dimata Safi .
Raisa mengisyaratkan kepada Cika agar membuang buku yang dibaca oleh Safi keluar pagar , Cika yang peka dengan cepat ia langsung mengambil buku itu dan melemparnya kesemak semak.
Safi langsung berdiri dan hendak mengambil buku yang dilempar oleh Cika , saat berjalan langkah Safi terhenti karena dihadang oleh geng Raisa .
__ADS_1
Safi bertanya apakah mereka memiliki urusan dengan dirinya , namun dengan singkat Raisa menjawab tidak .
Karena geng Raisa masih menghadang jalannya , Safi menyuruh mereka untuk minggir karena mengganggu jalannya .
Raisa menolak sebab masing aja jalan lain kenapa harus lewat jalan ini , mendengar itu Safi langsung memilih jalan lain tapi tetap saja di hadang oleh geng Raisa .
Karena membuang buang waktu Safi memilih untuk menubruk salah satu anggota geng Raisa yang menghalainya , saat ingin mengambil buku yang terjatuh ketanah .
" Auu *** , sakit nih habis jatuh dari motor kemarin "
Rintih anggota Raisa yang bernama Mila sambil memegang bahu yang disenggol oleh Safi , mendengar itu Raisa langsung turun tangan.
" Inikan luka kemarin baru sembuhkan Mila , tega banget Safi nyenggol kamu dengan kasar padahal kamu gak ngapa-ngapain Safi "
Raisa mencoba untuk membuat amarah Safi namun Safi tetap berjalan dengan santai menuju pintu masuk gedung Kelas .
...Bel pulang sekolah berbunyi...
Safi selalu yang mengunci pintu kelas bahkan satpam juga terbiasa menitipkan kunci kelas untuk Safi , tetapi pada saat itu Raisalah yang meminta kunci kelas ia berkata bahwa Safi sudah pulang karena ada urusan penting yang mendadak .
Satpam langsung percaya sebab hari itu ada kondangan dirumah saudaranya yang sedang menikah , setelah memberikan kunci kepada Raisa satpam langsung turun dan mengambil motor metiknya sambil meninggalkan . sekolah .
Senyum jahat terpancar dari wajah Raisa , Safi yang berada dikelas yang sepi sedang membersihkan kelasnya sendirian .
Kebiasaan bersih dan sehat selalu diterapkan dirumahnya , Safi sedang mengelap kaca dekat taman sambil melihat bunga yang bermekaran pertanda musim semi akan tiba .
Secara diam-diam Raisa mengunci Safi didalam kelas sendirian , Raisa tertawa kecil sambil mengingat jika Safi bangun dikelas saat Alfa masuk pasti muka yang penuh belek .
__ADS_1
Bau badan dan mulut tercium aroma tidak sedap pasti Safi sangat malu , hingga ia memohon kepada Raisa agar dirinya tidak diperlakukan seperti itu lagi .
Saat itu Alfa sedang menaiki tangga untuk ke kelas karena ingin meminta maaf kepada Safi , dikoridor kelas Alfa berpapasan dengan geng Raisa awalnya Alfa mengabaikannya mungkin mereka telat mengumpulkan tugas yang telat selesai .
Tetapi sesaat langkah kaki Alda terhenti sambil mengingat senyum Raisa , Alfa mulai mempercepat langkahnya menuju lantai 3 . rasa khawatir akan terjadi hal buruk yang menimpa Safi .
Sesampainya dilantai 3 Alfa langsung berlari menuju kelasnya yang paling pinggir , dan benar saja dugaan Alfa pintunya terkunci lalu kunci itu ada ditangan Raisa sewaktu turun tangga .
Saat Alfa melihat kejendela untuk melihat kedalam kelas , Safi duduk dibangkunya dengan santai dan tenang sambil membaca buku . Alfa bernafas lega karena Safi hanya dikunci didalam kelas tidak lebih .
Alfa memegang gagang pintu lalu mencona membuka namun nihil dan mencoba untuk mendobrak pintu itu dengan kuat , mendengar suara yang berkali kali muncul Safi terhenti dari membaca bukunya .
Saat menoleh ke arah pintu ia melihat Alfa yang sedang mendobrak pintu , awalnya Safi merasa takut dan gemetar hebat namun sesaat ia sadar bahwa dirinya dikunci didalam kelas .
Safi yang panik langsung membuka tasnya sambil mencari sesuatu , Alfa berhenti mendobrak pintu karena semua usahanya gagal .
Alfa kembali melihat kejendela agar bisa melihat keadaan Safi , Alfa melihat Safi sedang memeriksa barang pentingnya apakah hilang atau tidak .
Pikir Alfa setelah tau bahwa Safi sadar ia dikunci didalam kelas . Alfa memutuskan untuk menunggu Safi sebab ia takut meninggalkan Safi sendiri dikelas meski beda tempat yang terpenting adalah 1 lantai .
Tak lama kemudian Safi menemukan barang yang ia cari² yaitu kunci serep yang dibuat oleh Safi sendiri sebab terlalu sering dikerjain dengan Raisa .
Safi menghampiri pintu sambil menggendong tasnya , Memasukan kunci serep itu dan memutarnya kearah kanan lalu pintu berbunyi .
Safi membuka pintu itu lalu keluar dengan tenang , Safi menutup pintu itu lalu berjalan menuju tangga .
Alfa yang bengong dengan sikap Safi yang sedia kunci serep sebelum kejadian terjadi , setelah Safi turun Alfa langsung ikut turun namun secara pelan karena takut membuat kaget Safi .
__ADS_1
Safi yang masih berkeringat dan bergemetar mencob menahannya sampai pagar karena ada Alfa .