
Bel istirahat berbunyi
Semua murid keluar kelas untuk pergi menuju kekantin sekolah , sekolahku memiliki 2 gedung .
Gedung ke 1 diberi nama Classroom dengan 3 lantai , 1 lantai 3 kelas berisikan 30 - 45 murid , jadi 1 kelas dibagi menjadi 3 ruangan yang berbeda .
Gedung ke 2 diberi nama Extracurricular room seperti namanya saja pasti kalian sudah tau gedung ini diisi oleh berbagai Eskul yang terdiri dari 4 lantai dan 2 lapangan besar dan luas didepannya .
Saat istirahat aku hanya duduk diam dibangku , bukan karena tidak memiliki uang tapi aku tidak memiliki uang receh , semuanya RP. 100.000 ,00 .
Bundaku juga berkata tidak memiliki receh jadi menambah uang jajan , meski sekolah ini terkenal tapi tetap saja ada banyak cogan bisa mati akulah .
Mungkin banyak yang mengincar sekolah ini karena banyak cogan , berbeda denganku aku disuruh masuk sekolah ini agar bisa fokus belajar semua karena karirku yang makin lama makin terkenal membuatku semakin pusing jika ketahuan adentitas asliku ini .
dan phobia yang telah hilang itu akan kembali lagi , padahal aku sudah bersusah payah menghilangkannya tapi karena dia aku jadi ingin mati .
Pada saat aku bergumam sambil mengerutkan keningku ada suara langkah kai bersamaan dengan pintu terbuka , pintu terbuka aku kaget ternyata yang masuk itu Alfa .
" Habislah aku , lebih baik aku pindah tapi mubazir hanya kurang setengah tahun lagi " Ucap Safi dalam hati dengan raut muka tidak percaya .
Alfa melihat kearah Safi , Safi yang sadar langsung memalingkan muka kearah jendela yang berada disampingnya saat melihat kearah jendela , Safi melihat ada murid yang sedang berdiri di sebrang gedung Safi .
Atau bisa dikatakan di gedung Eskul Room Melihat murid perempuan itu Safi tersadar bahwa murid itu adalah model yang cukup populer akhir akhir ini .
Meski menerima banyak kritik ia tetap tegar dalam menjalani karirnya , hampir sama seperti Safi namun beda .
Safi memiliki bakat sejak kecil karena bakatnya ini Safi jarang sekali menerima Kritikan dari Netizen , justru Safi lebih sering dipuji karena ia bisa memainkan peran dengan baik .
Safi berpikir positif mungkin ia ingin menjauh dari semua orang karena ia terlalu stress dengan komentar para Netizen yang sangat pedas dilihat dan didengar.
__ADS_1
" Safi " Ucap Alfa menyapa Safi .
" Hemm .. Na-napa " Jawab Safi dengan malu .
Alfa yang lucu melihat ekspresi Safi yang malu mulai mendekat sampai mereka benar-benar tinggal 1 langkah saja .
" Apa - apaan kamu sihh , sana jauh² "
" Kenapa malu ya ? "
" Udahlah kalau kamu gak mau menjauh mending aku aja yang menjauh " berjalan keluar kelas .
" Dasar perempuan unik "
Safi berjalan ke tangga ia ingin menuju Rooftop untuk membaca sambil melihat pemandangan sekolah dari atas .
" Hehe Culun , bisa gak sihh gausah dekat² sama Alfa dia pasti merasa jijik sama kamu udah jelek , gak pernah mandi dan lo gak kayak kami .Mon - Tok " Ucap Raisa sambil membeda bedakan Safi dan dirinya .
Safi hanya terdiam sambil melanjutkan ia membaca buku , geng Raisa yang kesal karena ucapan mereka diabaikan mulai beraksi.
Yuni mengambil buku itu dan melemparnya ke Cika lalu Cika membuangnya kebawah gedung ,Safi melihat dari arah pagar besi dengan muka sedikit tertarik permainan mereka .
" Apa maumu hah " Safi yang menaiki nada bicaranya .
" Wah wah wah , kukira sabaran orangnya ternyata ternyata pemarah . Wkwkwk "Ucap Raisa sambil meledek Safi .
Safi yang muak ingin pergi dari Rooftop itu namun ditahan oleh Cika , Raisa mulai memaki dengan sadis karena Safi yang diam sambil menundukkan kepalanya.
Raisa mulai bosan dan menyuruh bawahannya untuk mengguyur air kepada Safi karena ia telah membuat dirinya bosan , Safi tidak terima dengan perlakuan ini .
__ADS_1
" Ini namanya perundungan bagi murid , aku akan melaporkannya kepada guru ."Ucap Safi mencoba untuk melawan .
" Berani kok bawa² guru , tangan kosong kalau mau , dasar cemen " Ucap Raisa .
Setelah perkataan itu dilontarkan dimulut Raisa , Safi diam sejenak . Melihat itu Raisa mendekat lalu berbisik didekat telinga Safi .
" Ini peringatan jangan dekat² sama Alfa , ngerti enggak loh kalau enggak mati lo ditangan gue " Raisa mengancam Safi .
" Tapi diakan yang dekatin ak- "
" Gak usah banyak bct kamu , tinggal bilang iya apa susahnya "
" Iya sebisa aku "
...^^^Plakk^^^...
Raisa menampar keras dipipi Safi .
" Bilang iya , Dong "Ucap Raisa sambil menatap tajam kearah Safi .
" I-Iya " Ucap Safi sambil memegang pipinya .
Setelah itu mereka pergi meninggalkan Safi sendirian di Rooftop tidak hanya itu mereka juga mengunci Safi di Rooftop.
" Dasar semua ini gara² dia , phobia yang telah lama hilang muncul karena dia , dibully , dirundung ,dan dikunci itu telah lama hilang tapi karena dia aku aku " Ucap Safi menyalahkan Alfa .
" Semua karena dia "
Safi menangis sejadi jadinya di Rooftop.
__ADS_1