Phobia Artis Yang Langka

Phobia Artis Yang Langka
Raisa May Fatmala


__ADS_3

Sesampainya Safi di gerbang sekolah ia langsung disambut dengan mobil manajer yang menunggu lama di luar gerbang sekolah .


" Kenapa lama non ? muka anda juga berkeringat lebih baik masuk dulu " ucap manajer Safi .


Safi hanya diam dan menuruti perintah Manajer , Setelah masuk kedalam . mobil pun berjalan menuju rumah Safi .


Sepanjang jalan Manajer berkata kepada Safi bahwa jadwal pemotretan dan live bersama YouTubers dibatalkan karena ada masalah pribadi yang tidak mau mereka katakan , Safi menghela nafas lalu menghembuskan karena ia masih beruntung .


Sesampainya di rumah Safi disambut hangat dengan keluarganya yang senang melihat Safi , Safi juga merasa bahagia karena ia masih dianggap berharga dan istimewa oleh keluarganya .


Makan malam bersama keluarga dengan suka cita , sedikit demi sedikit Safi mulai terbiasa dengan kehidupan ini tanpa memikirkan sesuatu yang tidak penting , selesai makan mereka mulai berbincang bincang santai sambil bercerita tentang kejadian hari ini .


Disisi Alfa


" Apa dia masih marah dengan kejadian waktu itu , bahkan dia mengabaikan aku . menuruni tangga dengan cepat seolah menjauh dariku atau tak ingin melihatku ?"


Pertanyaan mulai muncul dari pikiran Alfa , semua hal yang membuat penasaran akan perilaku Safi yang aneh dan langka .


Supir yang kesal karena sedari tadi memanggil Alfa namun Alfa tidak menyahut atau menoleh , Supir mulai berkata " TUAN ALFA " hingga terdengar dari luar mobil .


Alfa yang kaget spontan langsung memarahi perilaku Supir yang tidak baik , Supir juga bertanya balik .


" Maaf ya Tuan , tapi sedari tadi saya memanggil nama anda namun Tuan tidak menjawab , Nyonya sudah mengajarkan Tuan agar tidak mengabaikan orang lain "


Mendengar perkataan dari sang Supir mulut Alfa menjadi terkunci seakan perkataan si Supir ada benarnya , suasana didalam mobil menjadi canggung .


Tak lama sang Supir bertanya sambil mencoba mencairkan suasana " apakah ada sesuatu yang membuat Tuan tidak konsisten seperti hari hari biasanya ? "

__ADS_1


Alfa hanya terdiam sebab ia juga tidak tau kenapa dirinya menjadi seperti ini , gadis yang membuat dirinya penasaran selalu muncul di pikiran Alfa , saat melihat gadis itu tubuh seperti tertarik dengan gadis itu seakan tidak boleh membiarkannya pergi begitu saja .


Alfa memegang mencengkram bajunya , dengan kesal meski ia tidak tau apa arti kata " Kesal " yang ia tunjukkan saat ini .


Mencoba untuk merilekskan pikiran , Alfa melihat keluar jendela mobil hendak melihat pemandangan sore menjelang malam .


Menatap mobil yang berlalu lalang melintasi jalan raya sambil melihat gedung² yang mulai menyala saat malam hari tiba , klakson yang berbunyi disepanjang jalan biasanya disebut Sapaan .


Keesokan harinya disekolah


Alfa dan Safi berangkat di waktu yang sama mereka berpapasan namun tidak menyapa atau menatap satu sama lain , berjalan secara bersamaan dari gerbang hingga pintu kelas .


Membuat koridor yang mereka lewati terdengar isu yang beredar karena akhir akhir ini mereka selalu berdua , saat memasuki kelas semua orang tertuju pada mereka yang lewat dari pintu yang berbeda .


Safi duduk ditempatnya sambil membuka buku pelajaran yang akan dipelajari hari itu juga , semua memandang Safi seakan ia mencari perhatian kepada guru agar bisa mendapat lindungan.


" Enak ya jadi murid yang berprestasi bisa cari perhatian ke guru "


Raisa yang sudah muak mulai mencari gara² lagi , ia akan memulainya saat bel jam istirahat berbunyi semua murid untuk tutup mulut atau ia akan dikeluarkan dari sekolah ini sebab Ayah Raisa adalah seorang Kepala sekolah .


Semua hanya mengangguk sembari mencoba mengabaikan gerak gerik Raisa dan apa yang dilakukan Raisa ke Safi , saking takutnya 1 kelas mereka bahkan mengerjakan tugas sekolah Raisa setiap hari jika tidak Raisa akan melaporkan kepada Ayahnya karena murid itu mencuri buku PRnya .


Hampir setiap hari kebohongan itu muncul bahkan ada yang sampai dikeluarkan anehnya tidak membuat sekolah itu hanyut tetapi makin kokoh .


Raisa mendekat ke meja Safi lalu duduk diatas meja sambil menyilangkan kedua kakinya , seperti biasa Safi mengabaikan Raisa .


Raisa melihat kearah murid yang bernama Dian ia berada didekat dengan jendela lalu Riasa menaiki kedua alisnya , Dian yang gugup namun ia ditatap oleh 1 kelas tanpa pikir panjang Dian langsung menuruti perintah Raisa yaitu " Buka jendela ".

__ADS_1


Raisa dengan santai tangannya mengambil buku pelajaran Safi lalu melemparnya keluar jendela , Safi hanya menatap kearah Raisa lalu beranjak dari tempat duduknya .


" Upssii .. , maaf gak liat kamu lagi belajar . aku liat kamu sedang cari perhatian aja kok "


Mendengar perkataan itu Safi mulai turun tangan , menurut Safi perkataan Raisa sudah keterlaluan dari dulu hingga sekarang .


" Apakah aku memintamu untuk melihat aku ? apa aku pernah berbicara yang tidak baik kepadamu ? dan kenapa kamu melakukan ini semua padaku . kau tau buku adalah sumber ilmu kau ingin bodoh ya "


Perkataan yang disimpan dati dulu akhirnya keluar seketika , Raisa hanya menatap sinis sambil berpikir bagaimana cara membalas perkataan Safi itu namun tidak bisa sebab ia terlalu bodoh .


Safi berjalan menuju pintu keluar kelas ia membuka pintu belakang lalu menutupnya dengan keras hingga getaran terlihat di tembok .


" Dasar dia mau membuat aku mengeluarkan kartu as apa , dasar culun hanya bisa diam saja . Lihat saja siapa yang akan tunduk "


Dalam hati Raisa yang masih berkobar kobar , sikap Narsis yang dimiliki oleh Raisa , sombong , caper jangan ditanya lagi deh .


Raisa EGO : " Apa tunduk ? aku tidak tau apa itu tunduk karena aku sudah ditakdirkan dari kecil untuk ditundukkan "


...Biodata...


Nama : Raisa May Fatmala


Umur : 15 tahun


Lahir : 9 Oktober


Ayah : kepala sekolah

__ADS_1


Mama : Model


Anak : 3 ( Terakhir )


__ADS_2