
Saat Alfa sampai ke pintu Rooftop ia melihat ada sebuah ember pegangan kecil yang basah dengan air , lantai yang cember dan pintu yang terkunci dengan sebuah obeng .
Alfa tidak percaya apa yang ia lihat pada saat membuka pintu itu , pintu dibuka dan terlihat seorang gadis yang tengah terduduk di dekat pintu dengan keadaan baju yang hampir kering .
Alfa melihat dengan teliti lalu ia terkejut .
" Safi kenapa kamu bisa begini ? "ucap Alfa yang khawatir dengan keadaan Safi .
Safi yang mulai terbangun dari tidurnya sekilas melihat Alfa yang menatap wajahnya .
" Kamu gak papa ? "
Mendengar itu Safi sontak kaget ia lalu berdiri sambil mundur perlahan dengan wajah tertunduk , Alfa bingung dengan keadaan Safi.
Namun Safi mengatakan tidak apa-apa dan menyuruh Alfa untuk pergi kekelas saja , sedangkan Safi ingin membersihkan diri di toilet perempuan .
Alfa menolak meskipun itu kemauan Safi tetap saja Alfa menolak dan ingin pergi bersama saja , Alfa tau bahwa Safi menjauhi dirinya karena takut dibully oleh geng Raisa .
" Aku kesini mau menyelamatkanmu Ehh tidak maksudku melindungimu dari bully-an Raisa ." ucap Alfa dengan tegas dan percaya diri .
Mendengar itu Safi hanya terdiam sambil memegang jari jemarinya , rasa takutnya lebih hebat dari rasa sakit Safi tidak sanggup melihat muka Alfa .
__ADS_1
Alfa merasa bersalah ia terus mencoba agar Safi mau menerima permintaan maafnya dengan cara mengobati atau melindunginya dari Raisa.
Safi hanya berkata untuk pergi duluan sambil membujuk ia juga semakin mendekat seperti ingin membuat Safi percaya akan perkataannya dan tidak perlu malu akan penampilan.
Mengetahui Alfa yang semakin maju kearah Safi membuat pikiran Safi bercampur aduk , ingin muntah , lalu nafas yang semakin sesak hingga Safi memegang mencengkram dadanya .
Tubuh mulai gemetar , keringat yang berlebihan , detak jantung yang tidak beraturan dirasakan oleh Safi sendiri .
" Hei Safi apa kau mendengarku ? " tanya Alfa khawatir dengan keadaan Safi yang semakin memburuk .
Safi tetap tertunduk sambil berjalan mundur , tubuh yang gemetaran membuat Alfa merasa bahwa Safi kedinginan namun malu untuk meminjam jaket
Safi yang melihat Alfa membuka jaket ( ada baju sekolah ) mulai teringat akan kejadian dengan Haydar .
" Sudah pergilah kekelas aku bisa mengurusnya sendiri , A-aku bukan anak kecil " Safi mengatakan itu sambil menegakkan kepalanya .
Bibir yang kering , mata yang memerah akibat menangis , badan yang bergemetar hebat .
Membuat Safi terjatuh dan pingsan , melihat Safi yang terjatuh Alfa menangkapnya .
Alfa yang kaget mencoba menyadarkan Safi namun nihil ia pingsan total , Alfa menggendong Safi menuruni tangga yang panjang dna banyak menuju lantai 1 lalu pada saat itu juga mereka ada di lantai 4 atau Rooftop .
__ADS_1
Sesampainya di UKS , semua anggota yang berada di UKS kaget melihat Alfa membawa Safi dengan terengah-engah , Tanpa banyak tanya mereka langsung menidurkan Safi di tempat tidur UKS lalu memeriksanya .
Dan Alfa disuruh untuk pergi kekelas meski ia menolak tetap saja dipaksa sebab itu bisa memengaruhi nilainya , setelah berkata demikian Alfa langsung meluncur pergi kekelasnya .
Tak lama setelah Alfa pergi anggota UKS yang bernama Dayu menelepon seseorang untuk segera kemari .
Dalam sekejab orang itu datang , orang itu adalah dokter pribadi Safi yang memeriksa keadaan Safi setiap waktu .
Namanya Pak Ali , mulai memeriksa lalu ia mengetahui bahwa phobia Safi kembali lagi padahal kemarin sudah sembuh walau belum sepenuhnya.
Pak Ali menunggu Safi ditempat tidur sambil berharap ia baik² saja , sebab jika Safi sekarat justru Pak Alilah yang dipecat karena tidak mengawasi Safi dengan benar .
...Di kelas...
" Maaf bu , saya terlambat " ucap Alfa sambil membuka pintu dengan muka berkeringat .
Semua murid menatap kearah Alfa sebab ini sudah pukul 14 :05 atau sudah waktunya pulang sekolah , semua orang sudah menggendong tas mereka dan ingin berdoa sebelum pulang .
Alfa yang malu langsung duduk dan memberesi barang²nya setelah selesai mereka sekelas berdoa dan pulang kerumah mereka masing² .
Alfa masih khawatir dengan keadaan Safi saat hendak menjenguk Safi , Alfa melihat ada sebuah mobil Lamborghini urus yang terparkir di depan sekolah .
__ADS_1
Awalnya Alfa menghiraukannya namun lama-lama ia menyadari bahwa itu mobil milik Ibunya .
" Waduhh kena tamplok aku " ucap Alfa dalam Hati .