Pindah Akun

Pindah Akun
CPTR V: RAHASIA KECILNYA


__ADS_3

Mata Vino terbelalak lebar akibat ciuman yang begitu mendadak. Sementara itu Jessie terus memejamkan matanya berusaha menikmati setiap momen tersebut.


Mendadak sebuah cahaya flashlight dari jepretan ponsel mengagetkan keduanya. Vino buru-buru mendorong mundur Jessie dan menyeka bibirnya lalu memandang kearah si pelaku yang mengambil foto ciuman mereka.


"Ah, maaf, lanjutin aja. Anggap aja gue ga ada." kata Rosa yang barusan mengambil gambar.


Melihat sosok Rosa, Jessie tertawa kecil kemudian berkata, "Hai, Ros."


"Halo."


Keduanya saling pandang sejenak lalu Vino yang merasa canggung langsung menangkap lengan Rosa dan membawanya pergi meninggalkan Jessie. Rosa mau tidak mau mengalah oleh kekuatan yang jauh lebih hebat darinya. Setibanya mereka di kolam renang Rosa langsung melepaskan pegangan Vino.


"Sakit tau." kata Rosa menggosong lengannya.


"Maaf. Btw, makasih udah nolongin gue barusan."


"Sama-sama."


"Sekarang hapus foto yang barusan."


"Hah? Gamau! Itu kan koleksi gue!"


Ditengah perdebatan keduanya mendadak suara melengking yang ditunjukkan kepada mereka mencuri perhatian Vino dan Rosa.


"Pasangan yang lagi berantem disana! Coba kesini cerita ada masalah apa!"


Keduanya menatap kearah Maya malas lalu berjalan mendekatinya.


Maya dan Hilda yang tengah duduk di kursi santai di pinggir kolam renang tersenyum pada keduanya. Vino mengambil tempat duduk di ujung kursi Maya sementara Rosa disebelah Hilda.


Maya tengah berbaring mengangkat tangannya dan memberi kode pada Vino untuk mulai bercerita. Namun Vino hanya memandangnya dalam-dalam.


"Ngapain coba pake kacamata itam malam-malam gini." kata Vino meledek kacamata rock n roll Maya.


Maya memperbaiki posisi kacamatanya. "Keren. 'kan?"


"Kayak tukang pijat."


"Iri bilang bos."


Hilda tertawa mendengar guyonan keduanya lalu beralih pada Rosa dan bertanya, "Ada masalah apa sih? Tumben lo berdua marahan."

__ADS_1


Rosa tersenyum lebar lalu mengeluarkan ponselnya. Setelah membuka galeri Rosa langsung membalik layarnya dan menunjukkan foto ciuman Vino barusan kepada Maya dan Hilda.


"Ah, dasar, bisa-bisanya cecunguk ini ciuman sama mantannya.. Apa lo gapunya harga diri hah?" tanya Maya dengan nada yang super gusar.


"Bukannya mantan lo yang ini udah punya pacar ya, Vin?"


"Haha namanya orang kalo belum move on, mo mantannya udah punya pacar atau bahkan punya suami juga pasti bakalan disikat. Iya, nggak, Vin?" tanya Rosa sambil memainkan alisnya dan tersenyum mengejek.


Vino hanya menghela napas berat. "Lo semua pada mau minum apa? Biar gue ambilin."


Vino hendak berdiri namun Maya buru-buru menangkap lengannya dan memaksanya duduk, "Jangan melarikan diri gitu. Sini dulu, cerita dong gimana lo bisa tiba-tiba ciuman sama.... Siapa namanya? Jessie? Jeckie? Je... Jemi? Itulah pokoknya."


Vino memandang Maya. Maya pun berkedip beberapa kali sok imut.


"Dia mabuk."


"Terus lo cium? Wah parah sih. Malu gue punya teman kayak lho." kata Maya sambil menggelengkan kepala.


Vino hanya diam malas membalas omongan temannya.


"Gini ya, Vin, cewek, apalagi kalo mantan, terus mabuk mending lo jangan apa-apaiin deh. Sampai lo cium gitu kalo keterusan ngamar dan dianya hamil gimana? Apa ga pusing? Jangan macam-macam deh. Kita disini sebagai teman niatnya ngejagaiin elo. Mau yang terbaik buat lo." Kata Rosa sambil menahan tawanya.


Tepat setelah bilang begitu Rosa tiba-tiba tertawa terbahak-bahak diikuti Maya lalu Hilda yang hanya senyam-senyum. Vino yang sudah terbiasa diledekin begini memilih untuk diam dan membuang mukanya.


"Jessie! Sayang, sini!"


Jessie tersenyum, mengangguk sopan lalu berjalan menuju gerombolan mereka. Melihat ini Vino semakin salah tingkah dan bingung harus berbuat apa.


Jessie menghampiri mereka semua lalu menjabat tangan ketiga wanita tersebut.


Maya sekali lagi memperbaiki kacamatanya, "Maaf, ya, temen gue emang rada gak sopan. Harusnya dia ga ngambil kesempatan dalam kesempitan gitu."


Jessie memandang kearah Vino keheranan. Vino hanya membuang muka.


"Haha tadi itu gue kok yang nyium dia. Vin, sorry, ya." Jessie meremas tangan Vino lembut.


Vino tidak memberi respon apa-apa.


"OH! Gitu toh!" Maya nampak terkejut.


"Btw, soal tadi tolong jangan bilang ke siapa-siapa ya. Agak ribet kalo ketahuan cowok gue."

__ADS_1


"Slow kita mah orangnya bisa jaga rahasia."


Hilda mengangguk mengiyakan.


"Tapi gue boleh simpan foto yang tadi, 'kan?" tanya Rosa sambil menunjukkan foto ciuman mereka di layar ponselnya.


Jessie tertawa melihatnya kemudian berkata, "Selama ga disebarin sih ga papa."


"Okedeh! Janji ga disebarin. Yes, dapat koleksinya Vino haha."


Pada akhirnya kelimanya nongkrong dan ngobrol semalaman. Mereka tidak lagi membahas topik hubungan Vino dan Jessie tapi lebih ke kehidupan Jessie. Jessie yang bekerja di perusahaan swasta tinggal disebuah apartemen di pusat kota. Dia hidup dengan dua kucing pemberian Vino waktu mereka masih pacaran dulu.


Setelah lewat tengah malam Rosa harus pulang karena sudah disuruh suaminya. Maka keempatnya memutuskan untuk cabut juga.


"Lo yakin masih mau stay disini? Bukannya lo datang sendiri?" tanya Maya pada Jessie.


"Iya, gapapa kok. Gue bosan di kamar gatau mau ngapain."


"Hmm, yaudah kalo gitu, bye Jess!"


Keempatnya melambai kearah Jessie dan pergi meninggalkannya duduk di pinggir kolam seorang diri dengan gelas berisi vodka-nya. Keempatnya masuk kedalam mobil Vino, belum ada semenit tiba-tiba Maya kembali meracau.


"Vin, kok lo dulu putus sama si Jessie sih? Dia orangnya asyik kok."


Vino hanya diam. Hilda yang penasaran juga melirik Vino. Sementara itu Rosa yang tahu betul alasan kenapa keduanya putus hanya membuang muka melihat keluar jendela.


"Gak tau. Udah lupa." jawab Vino sambil menyalakan mesin lalu menginjak pedal.


 


________________________________________________________________________________


Hey, your author here, makasih banyak udah baca.


Maaf banget kalau ada salah-salah, bakalan di revisi kok suatu hari nanti.


Kalau ada saran atau rekomendasi alur cerita bisa langsung komen aja.


Semoga harimu menyenangkan~ 👌🏼


 

__ADS_1


 


__ADS_2