
Seorang gadis baru saja pulang dari kerjanya, ia adalah seorang gadis berkarir bernama Keyra Vitoria Winarta 29 tahun. Ia bekerja sebagai sekretaris milik perusahaan terbesar di kota J tersebut sangking sibuknya sehingga ia melupakan dirinya untuk memiliki pasangan hidupnya untuk masa depannya. Sering kali Mamah dan Papah nya bertanya kepada Keyra.
"Kapan kamu menikah, Key?"
Itulah yang sering kali di dengar oleh Keyra setiap harinya sehingga dirinya merasa bosan mendengar ucapan tersebut.
"Mah, kalau setiap saat mengomongin masalah menikah lagi jangan salahkan Key jika Key pergi dari rumah ini. Keyra bosen mendengar ucapan Mamah yang selalu di tanyakan itu lagi, itu lagi."ucap kesal Keyra kepada sang Mamah yang lagi-lagi mempertanyakan tentang pernikahan.
"Ya seharusnya kamu itu tau dong, jika Mamah tanya begitu berarti Mamah itu sayang sama kamu Nak? Mama gak mau kamu itu menjadi perawan tua yang belum menikah hingga sekarang ini. Apa kamu gak malu sama teman-teman seumuran kamu yang sudah memiliki 2 anak."ucap Sang Mamah yang bernama Rita Amaira tersebut menasehati putri sulungnya.
"Mah, Key capek baru pulang kerja mau istirahat."Keyra pun melangkah menuju kamarnya sambil mengeram kesal hingga ia pun menghentakan kakinya saat menaiki anak tangga.
"Kesel banget sih, lagi-lagi itu yang di tanyakan. Gak ada pertanyaan laen apa? selain, kapan menikah, kapan menikah. Huuuf bete."
Keyra pun menghempaskan tubuhnya di kasur yang empuk setelah melempar tasnya ke sembarangan arah. Ia memejamkan kedua matanya sambil mencerna kata-kata ibunya ketika mengingatkan jika teman-teman seumurannya sudah menikah dan memiliki anak. Karena memang dirinyalah yang masih betah melajang dari ke tiga teman akrabnya sedari SMA hingga saat ini.
"Aku bukan nya tidak mau menikah Mah? hanya saja, aku masih belum bisa melupakan dirinya sampai saat ini. Mungkin cinta ku terlalu dalam sehingga tidak bisa aku menerima laki-laki laen di dalam hatiku karena masih terukir namanya. Tapi aku tidak tau dia ada di mana? apa dia sudah menikah atau belum aku tidak tau."
Batin Keyra mengingat laki-laki yang selalu ada di hatinya, sebab karena itulah ia masih belum menikah hingga sekarang ini.
Tanpa di sadari ia pun tertidur pulas, mungkin akibat lelahnya bekerja sehingga dirinya tertidur tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Tak lama kemudian azan maghrib berkumandang membangunkan dirinya dari tidur, ia pun bagkit lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu melaksanakan sholat wajib bagi umat muslim.
Setelah selesai melaksanakan sholat magrib, Keyra mengecek handphone nya yang sudah penuh dari kiriman imail pekerjaan sehingga dirinya harus mengecek kembali keperjaannya yang sempat ia bawa pulang ke rumah.
"Key, yuk kita makan dulu sayang."panggil sang Mamah, karena waktu makan malam telah tiba.
__ADS_1
"Iya, Mah."
Keyra pun menghentikan aktivitasnya untuk turun ke lantai bawah karena memang dirinya sudah sangat lapar, di meja makan sudah terlihat anggota keluarganya berkumpul, di sana sudah ada Mamah Rita yang masih sibuk menyiapkan makan untuk sang Papah Wisnu Winarta. Dan ada sang adik bungsu Amelia Erina Winarta. Sedangkan adik keduanya Joseph Orlando Winarta masih belum pulang dari pekerjaannya yang berpropeti sebagai polisi tersebut.
"Malam semua."sapa Keyra pada keluarganya.
"Malam sayang."jawab sang Papah melihat lembut pada putrinya.
"Malam juga kak."saut cuek sang adik bungsu, membuat Keyra menyergit heran ke arah sang adik.
"Kenapa lo? muka di tekuk begitu."tanya heran Kerya pada Amelia.
"Tanya aja pada diri sendiri, aku gak jadi makan, males."Amelia pun bangkit dari duduknya lalu pergi dari meja makan menuju kamar nya sambil menutup pintu dengan keras membuat Keyra semakin bingung, apa salahnya?
"Itu anak kenapa sih? aneh banget."ucap heran Keyra sambil memandang ke arah pintu kamar Amelia lalu mengambil makan makanan malam nya.
"Key, Amelia begitu karena kamu."ucap sang Mamah membuat Keyra menghentikan makannya.
"Kenapa gara-gara aku sih? emang apa salah aku."
"Amelia di lamar oleh cowoknya tadi pagi di depan Mamah dan Papah. Akan tetapi Papah menolak lamaran Devan karena kamu belum menikah. Jadi setelah kamu menikah, Amelia baru bisa menikah."jelas sang mamah membuat Kerya membuang nafas nya.
"Memangnya kenapa kalau Keyra belum menikah? kenapa gak di nikahan aja duluan sih? jadi gak perlu menunggu Keyra terlebih dulu."
"Gak bisa Key, sebagai anak gadis yang di duluin adik nya menikah, itu gak baik kata orang dulu. Walaupun itu hanyalah mitos, tapi Mamah dan Papah tetap gak kasih izin Amelia menikah sebelum kamu menikah. Jadi berpikirlah dari kamu yang sudah dewasa dari adik-adik kamu. Apa lagi Jo yang juga sudah memiliki pacar, dan tidak lama lagi akan melamar pacarnya tersebut. Apa kamu tega membiarkan adik-adik kamu terhambat menikah gara-gara kamu yang masih betah menjomblo."ujar sang Mamah memberi nasehat agar anaknya itu sadar jika umurnya sudah tidak lagi muda karena kedua anaknya sudah berumur di atas 20 tahun dan segera ingin menikah.
__ADS_1
Keyra terdiam sambil memakan makanannya. Ia kini sedang berpikir, bagaimana caranya agar adik bungsunya tidak marah padanya dan segera bisa menikah mengingat Devan sudah sangat serius dengannya.
"Key sudah kenyang, Key mau menemui Amelia dulu."gadis itu pun beranjak lalu menuju ke kamar Amelia.
Setelah berada di depan pintu, gadis itu menarik nafasnya lalu mengetok pintu kamar adiknya.
TOK. TOK.
"Mel, buka dong. Kakak mau ngomong sama kamu."pinta Keyra harap-harap adik nya itu mau membuka pintunya.
CEKLEEEK...
Amelia membuka pintu dengan wajah bete. Lalu kembali ke arah kasur membiarkan kakaknya itu masuk kedalam kamarnya.
"Mel, apa bener kalau Devan udah melamar kamu?"tanya Keyra ragu-ragu.
"Gak usah di bahas lagi, untuk apa di menanyakan masalah itu lagi jika jawaban nya tetep sama. Yaitu di tolak gara-gara kakaknya belum menikah."jawab ketus Amelia tanpa menoleh pada Keyra.
"Kamu bilang sama cowok kamu, bawa keluarga mereka kesini lagi untuk melamar kamu. Kakak janji kali ini pasti di akan di terima sama Mamah dan Papah, karena Kakak sudah punya pacar dan akan meminta pacar Kakak untuk segera melamar kakak dalam minggu ini. Setelah itu baru cowok kamu suruh datang melamar kamu. Jadi kalian bisa menikah setelah kakak menikah, kan?"
Amelia langsung menoleh ke arah sang kakak dan menatapnya dalam mencari ke jujuran di sana.
"Kakak seriuskan, gak lagi bohongin Amel, kan?"
Kerya tersenyum sambil menggangukan kepala, mengatakan bahwa dirinya tidaklah berbohong.
__ADS_1
"Iya sayang, kakak tidak berbohong."ucap Keyra membuat Amelia tersenyum senang lalu memeluk dirinya dengan perasaan senang.
Keyra mengelus surai hitam milik adiknya dengan lembut, dalam hati gadis itu penuh dalam kebingungan sendirinya. Bagaimana ia bisa mengatakan hal semacam itu hanya untuk agar sang adik merasa senang dan pernikahan mereka tidak terhambat. Namun, ia bertekad akan melakukan apa saja demi kebahagiaan adik-adiknya, karena itulah janjinya.