
Keluarga Keyra pun di sambut dengan ramah oleh keluarga calon suaminya tersebut, mata Keyra memandang ke arah laen karena laki-laki di hadapannya ini terus saja memandang ke dirinya dengan pandangan yang sulit di artikan membuat kedua keluarga tersebut saling melempar senyum melihat tingkah dari keduanya yang masih malu-malu.
"Ehem, kalau mau kenalan di ajak ngomong dong son. Jangan cuma di liatin aja."bisik ayah laki-laki tersebut kepada putranya sehingga laki-laki itu berdehem malu.
"Ternyata calon menantu ku sangat cantik ya, Mami sudah lama mengagumi kamu dan menginginkan anak Mami memiliki istri seperti kamu."ucap Mami laki-laki itu memuji Keyra. Karena ia selalu memperhatikan calon- calon yang akan menjadi menantunya nanti sehingga dirinya tau mana yang baik dan mana yang buruk.
"Terima kasih tante."jawab sopan Keyra, namun ia bingung kenapa wanita di hadapannya ini langsung menyebut dirinya dengan panggilan Mami terhadap dirinya.
"Jangan panggil tante lagi dong, mulai dari sekarang panggil Mami ya."pinta wanita tersebut dan di angguki oleh Keyra.
"Kata Rita, kamu baru pulang dari rumah sakit ya?"tanya Bianka.
"I-ya tan, eh Mi."jawab singkat Keyra karena masih begitu canggung dengan keluarga calon suaminya yang masih sangat asing baginya.
"Oiya sayang, ini adalah calon mertua kamu, beliau adalah Mami Bianka Alisyai putri, dan ini adalah Papi Robet William. Yang akan menjadi mertua kamu nantinya."ucap Mamah Rita mengenalkan calon besanya kepada Keyra.
"Iya Mah."jawab Keyra singkat sambil tersenyum lembut.
"Dan, ini adalah calon suami kamu sayang. Namanya Erik Orlando William. Anak satu-satunya Mami."ucap Mami Bianka memperkenalkan putranya.
"Erik, ayo salam sama calon istri kamu. Jangan malu-malu begitu."goda sang Mami kepada anaknya yang terlihat cuek tersebut.
"Erik."Ucap Erik singkat dengan nada datar sambil menyodorkan tangannya ke arah Keyra.
"Keyra."saut singkat Keyra tak kalah datarnya membuat kedua keluarga tersebut saling tersenyum.
"Aku bilang juga apa kan, anak-anak kita itu sangat cocok sekali."ucap Bianka pada Rita.
"Iya, dan aku sangat bersyukur ternyata Keyra mau menerima perjodohan ini."
"Semoga saja mereka berjodoh hingga menjadi kakek nenek, dan menjadi keluarga samawah."
"Amin, semoga Allah mengabulkan doa kita."
Kedua keluarga tersebut menikmati makan malam bersama, setelah memesan beberapa porsi makanan yang sudah terhidang di meja makan mereka.
"Oiya sayang, kamu sekarang sudah umur berapa?"tanya Bianka sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.
__ADS_1
"Hampir 29 tahun tan.... eh Mami."
"Hahahah, kamu masih malu-malu ya menyebut Mami? tidak apa-apa, nanti juga terbiasa."ucap Bianka tersebut.
"Iya, Mami."Keyra pun melanjutkan makanya yang sempat ia hentikan tadi.
Sedangkan Erik, ia hanya acuh tak acuh menikmati makan malamnya tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya.
"Umur kamu ternyata sudah dewasa juga ya, tapi tidak kelihatan dari wajah kamu. Semoga kamu bisa mengimbangi Erik yang masih seperti anak-anak, padahal umurnya sudah 32 tahun."ucap Bianka membuat Erik berdecak sebal.
"Mami, hentikan omong kosong Mami itu."geram Erik menahan kesannya karena Mami nya itu membuat dirinya malu.
Sedangkan kedua orangnya hanya terkekeh begitu pun dengan kedua calon mertuanya. Sementara Keyra, ia hanya tersenyum saja dan itu dapat di lihat oleh Erik.
"Setelah kita selesai makan, kita akan melanjutkan acara tunangan kalian berdua. Jadi, makanlah lebih cepat sedikit karena Mami sudah tidak sabar."
Mendengar ucapan yang di lontarkan oleh calon mertua, Keyra langsung tersedak oleh makanan yang ada di dalam mulutnya sehingga sang Mamah memberikannya air minum. Keyra tidak percaya jika pertemuan pertamanya langsung pada ke intinya yaitu bertunangan.
Uhuuuk, Uhuuuk.
"Dasar gadis bodoh yang ceroboh."gumam Erik memandang ke arah Keyra.
"Kenapa, langsung bertunangan Mi? bukanya itu terlalu cepat?"tanya Keyra saat rasa gatalnya mulai membaik.
"Kita sudah merencanakan ini dari 2 hari yang lalu saat kamu mengatakan mau menerima perjodohan ini sayang, lagi pula lebih cepat lebih bagus sehingga kalian bisa segera menikah satu minggu lagi."jawab Bianka santai, dan lagi-lagi membuat Keyra tersedak karena syok mendengarnya.
Ya Allah, kesalahan apa yang aku lakukan hari ini, sehingga kau buat diriku begitu syok mendengarnya dengan kata-kata menikah. Dan lebih parah nya lagi, itu di laksanakan Satu minggu lagi.
Batin Keyra masih sangat syok, ia pun memandang ke arah Erik harap-harap laki-laki di hadapannya ini bisa menolaknya karena ini terlalu cepat bagi dirinya.
Akan tetapi, yang di pandang hanyalah diam saja tanpa berkomentar sepatah kata pun membuat wanita itu kesal padanya.
Tak lama kemudian, acara pertukaran cincin pun segera di mulai membuat jantung Keyra berdetak dengan kencang saat berhadapan dengan laki-laki yang telah menyelamatkan nyawanya sekaligus membuat dirinya merasa kesal.
Robet menyerahkan sebuah kotak berbentuk segi empat berwarna merah kepada Erik, Erik pun membuka kotak tersebut sehingga menampilkan sepasang cincin couple yang sangat indah di pandang. Laki-laki itu pun mengambil satu cincin berukuran kecil, Keyra menyakini jika cincin tersebut adalah untuk dirinya sehingga ia mengharuskan mengangkat tangan kirinya.
Secara perlahan Erik memasukan cincin tersebut ke jari manis Keyra dengan lembut membuat detak jantung gadis itu bertambah cepat akibat sentuhan tangan Erik yang menyentuh kulitnya secara langsung.
__ADS_1
Setelah selesai, gadibitu masih cincin yang berukuran cukup besar tersebut lalu memasukkannya ke jari manis Erik hingga berakhir dengan tepuk tangan yang meriah oleh para pengunjung yang datang ke restoran tersebut.
Setelah acara pertukaran cincin selesai, Keyra pun menarik Erik menjauh dari keluarganya karena ia ingin protes terhadap laki-laki tersebut.
"Kamu mau membawa saya ke mana, Keyra?"
"Diam lah pak polisi yang terhormat, ada yang ingin aku omongin sama kamu."
Keyra pun membawa Erik ke keluar dari restoran tersebut dan duduk menuju taman yang berada di depan restoran itu.
Setelah sampai di taman, gadis itu memandang ke arah Erik dengan tatapan tajam.
"Ada apa?"tanya Erik santai saat di tatap tajam oleh gadis di hadapannya ini.
"Apa kamu sudah tau, tentang perjodohan kita sehingga kamu menolongku waktu itu?"tanya Keyra.
"Tidak! saya tidak tau."jawab Erik santai namun datar.
"Lalu, kenapa kamu menolong aku waktu itu?"
TUK..
Erik menyentil kening Keyra.
"Saya adalah seorang polisi nona, sudah menjadi kewajiban saya melindungi masyarakat dan menolong mereka jika mereka sedang dalam kesulitan. Lagi pula saat itu saya tidak sengaja lewat di sana, dan mendengar teriakan seorang gadis yang bodoh dan ceroboh sangat nyaring membuat pendengar saya sampai sakit jika tidak segera di tolong. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan perjodohan ini."jelas Erik membuat Keyra terdiam.
"Tapi kenapa kamu mau menerima perjodohan ini?"
"Karena kamu menerimanya, saya tidak bisa lagi menolak atas ke inginan Mami."
Lagi-lagi Keyra terdiam setelah mendengar jawaban dari Erik yang cukup masuk di akal menurutnya.
"Tapi kita akan segera menikah, dan kita tidak saling mengenal apalagi saling mencintai. Akan tetapi, aku tidak mau ada perceraian di dalam pernikahan kecuali kematian yang memisahkan. Karena, aku hanya mau menikah sekali seumur hidup."ucap Keyra dengan nada lirih, karena memang dirinya tidak mau ada kata perceraian, akan tetapi yang menjadi suaminya ini adalah orang yang baru saja ia kenal dan tidak tidaknya cinta di dalam hatinya. Apakah ia sanggup menjalankan pernikahan tanpa cinta? entahlah, Keyra hanya bisa pasrah dan percaya kepada Allah yang telah memberikan jodoh untuk dirinya dan semoga itu yang terbaik untuk kedepannya.
"Aku tau, karena aku juga ingin menikah sekali seumur hidup dan tidak ingin ada perceraian. Kita jalanin saja bersama dan mencoba untuk saling mengenal satu sama lain dan saling terbuka secara perlahan. Semoga kita bisa menjalaninya dengan baik dan syukur-sykur ada cinta yang tumbuh di hati kita."ucap Erik membuat hati Keyra merasa terkesan sedikit padanya, ia pun memaggukan kepala tanda setuju.
"Baiklah jika kamu sudah setuju, dan mulai dari sekarang tolong putuskan hubungan kamu dengan pacar-pacar kamu itu karena saya tidak suka berbagi dengan mereka setelah apa yang sudah menjadi milik saya."tambah Erik membuat Keyra menatap kesal. Lagi-lagi laki-laki di hadapannya ini membuat hatinya merasa kesal di saat hatinya mulai adem dan sudah ada rasa terkesan sedikit padanya, dan pada akhirnya hilang sudah.
__ADS_1