
Remang-remang gadis itu terbangun dari pingsannya, ia membuka mata perlahan dan melihat sekeliling di mana tempat dirinya berada. Kepala masih terasa pusing, namun ia kekeh bangkit dari tidurnya sambil mengingat kejadian semalam hingga dirinya tak sadarkan diri.
Mata indah itu terbelalak ketika melihat sosok laki-laki tertidur di shopa dengan pakaian lengkap yang Keyra yakini jika sosok tersebut adalah seorang polisi. Gadis itu mengingatkan betul wajah laki-laki tersebut dan ternyata dialah orangnya yang sudah menjadi malaikat penolong dirinya membuat Keyra bernafas lega dan penuh rasa syukur kepada yang maha kuasa karena masih di beri kesempatan untuk bertaubat.
"Terima kasih."ucap Keyra lirih dengan nada pelan, namun masih bisa di dengar oleh laki-laki tersebut karena dirinya tidaklah tidur melainkan hanya memejamkan mata hingga senyum di bibir terukir tipis di sana.
Keyra hendak bangkit, namun karena kepalanya masih terasa pusing sehingga dirinya hampir terjatuh jika laki-laki tersebut langsung segera menangkap tubuhnya dengan sigap.
"Jika masih sakit, mending tidak usah kemana-mana. Menyusahkan saja."ucap dingin laki-laki tersebut membuat Keyra menatap kesal ke arahnya. Padahal dari awal laki-laki itu menolong dirinya, Keyra sudah tercatat di dalam hatinya bahwa laki-laki tersebut adalah pahlawan hero. Namun, karena sikap nyebelin laki-laki itu membuat Keyra mencoret kembali nama tersebut di dalam hatinya.
"Jika tidak niat menolong, mending tidak usah membatu kalau itu menjadi beban untuk anda, pak polisi."ucap ketus Keyra membuat laki-laki tersebut menahan senyumnya karena sahabat mengemaskan bagi dirinya.
"Ck, jika bukan karena saya yang menolong kamu, mana mungkin saat ini kamu masih bisa bernafas. Makanya jadi anak gadis itu yang baik, diam di rumah? bukan keluyuran tengah malam."ucap laki-laki tersebut dengan nada datar membuat Keyra memutar bola matanya malas mendengar ceramah tersebut yang sama persis di berikan oleh Mamanya.
"Sudah selesai ceramahnya! saya mau ke kamar mandi, tolong lepaskan saya."
Laki-laki tersebut baru sadar ternyata dirinya masih memegangi tubuh Keyra dalam bekapanya.
"Aaahk."Keyra berteriak karena laki-laki tersebut tiba-tiba menggendong dirinya menuju kamar mandi, lalu menurunkan nya setelah berada di dalam kamar mandi tersebut membuat gadis itu merona.
"Terima kasih."ucap Keyra, karena memang ia akui jika dirinya sangat lemas untuk berjalan menuju kamar mandi, sehingga laki-laki asing tersebut menggendong dirinya sampai ke kamar mandi dan itu membuatnya menjadi malu karena sudah merepotkan polisi itu tanpa sengaja.
"Hem."saut singkat laki-laki itu lalu keluar dari kamar mandi membuat Keyra menghela nafasnya, karena ini baru pertama kalinya ada seorang laki-laki yang begitu dingin terhadap dirinya.
"Dasar manusia aneh."gumam Keyra lalu mengunci pintu kamar mandi.
Tak lama kemudian Keyra keluar dari kamar ia melihat ke arah laki-laki asing tersebut sedang menelepon seseorang yang duduk di shopa sambil mengangkat sebelah kakinya lalu melirik ke arah Keyra yang sedang berjalan menuju arah ranjang pasien dengan perlahan.
"Oke, baiklah saya segera kesana."
Laki-laki tersebut mematikan sambungan telponnya lalu berjalan mendekati ke arah Keyra yang sedang duduk di tepi ranjang pasien tersebut, laki-laki itu menatapnya dalam dengan tatapan sulit di artikan membuat Keyra menjadi salah tingkah di buatnya.
"Ehem, ada apa kau menatapku seperti itu."ucap Keyra gugup namun dengan sikap cueknya ia bisa menutupi kekurangan gugupanya.
__ADS_1
"Saya sudah menghubungi pihak keluarga mu, tunggulah di sini jangan kemana-mana. Saya harus pergi ada urusan."ucap datar laki-laki tersebut yang terus memandangi Keyra.
"Oh, terima kasih. Kalau begitu pergilah."
Laki-laki tersebut tidak bergerak dan juga tidak menjawab, ia hanya diam sambil terus menatap memandangi wajah Keyra sehingga gadis itu begitu gugup serta menjadi salah tingkah.
"K-kenapa kamu masih di sini? kata nya mau pergi."ucap gugup Keyra.
"Dasar gadis bodoh yang ceroboh."ucap laki-laki tersebut lalu beranjak pergi meninggalkan Keyra yang melototkan matanya mendengar ucapan yang di lontarkan oleh laki-laki itu.
"Dasar laki-laki nyebelin, gue berharap kita gak akan bertemu lagi seumur hidup."teriak Keyra kesal dan di acuhkan oleh laki-laki itu lalu keluar dari ruangan tersebut tanpa menoleh lagi ke arah Keyra yang mengoceh tidak jelas itu.
"Huuuh, nyebelin banget sih, udah ngapain gue bodoh, di tambah ceroboh pula. Benar-benar manusia nyebelin."gumam Keyra yang masih merasa geram dengan sikap laki-laki asing tersebut.
1 jam telah berlalu, dan kini Mamah dan Papah nya pun sudah hadir di rumah sakit. Dan itu karena polisi tersebut sudah menceritakan semuanya kepada kedua orang tua Keyra melalui sambungan telpon. Keyra kini mendapatkan nasehat begitu panjang sehingga membuat dirinya merasa mengantuk mendengarnya.
Keyra menghela nafasnya dalam-dalam menatap bosan ke arah kedua orang tua yang masih menceramahi dirinya.
"Aku mau menerima anak laki-laki dari teman Mamah itu."ucap Keyra menghentikan ucapan kedua orang tuanya tersebut.
"Key mau menerima anak laki-laki teman nya Mamah yang mau di jodohku sama Key."ucap Keyra berucap sangat jelas membuat kedua orang tuanya itu saling pandang satu sama laen lalu menyentuh kening Keyra.
"Ngak panas, tapi kenapa kamu ngomongnya ngelantur."ucap Mamah Rita seakan tak percaya, apa benar anak nya itu tidak lagi sakit?
"Mah, Keyra baik-baik aja kok. Keyra serius sama ucapan Key tadi."
"Kamu gak lagi bercanda kan sayang? karena ini gak lagi main-main loh."ucap sang Papah menatap kearah anaknya yang terlihat sangat serius itu.
"Key serius Pah, Key mau menikah sama anaknya teman Mamah yang mau di jodohin sama Key. Tapi tolong jangan beri tau pada Amel jika Key di jodohkan. Bilang saja pada nya jika laki-laki tersebut adalah pacarnya Keyra."
Rita dan Wisnu saling pandang, lalu tertawa ketika memandang ke arah anak sulungnya tersebut. Mereka mengerti mengapa anaknya itu menutupi perjodohan ini pada adiknya.
"Hahahaha, oh jadi kata-kata ini yang kamu ucapkan pada Amel, pantesan saja anak itu sudah tidak lagi mengambek sama Mamah dan Papah."kekeh Rita menatap anaknya yang terlihat kesal tersebut.
__ADS_1
"Jangan di ucapkan lagi, itu benar-benar memalukan."degus Keyra malas membahasnya lagi.
"Hahahaha, oke-oke. Jika itu sudah menjadi keputusan kamu, Mamah akan mengatur secepatnya pertemuan keluarga kita dengan keluarga sahabat Mamah. Nanti Mamah hubungi kamu jika sudah memberi kabar bahagia ini kepada calon mertua kamu."dengan semangat wanita paruh baya tersebut mengeluarkan ponselnya dari dalam tas lalu pergi keluar ruang perawat untuk menelpon.
"Oke, kita sudah memutuskan jika pertemuan keluarga kita sama keluarga calon besan akan di adakan besok malam di restoran sekalian makan malam bersama."ucap heboh sang Mamah membuat Keyra tersedak air liburnya sendiri hingga terbatuk.
"Uhuuk...cepet banget Mah pertemuannya."komentar Keyra.
"Ya jelas harus cepat dong sayang, katanya mau menyuruh PACAR kamu melamar dalam minggu ini waktu ngomong sama Amel, hayooo lupa ya."ucap sang Mamah menggoda serta menekan kata pacar tersebut membuat Keyra mendesah kesal.
"Terserah Mamah deh."pasrah Keyra tak sanggup lagi berkomentar lalu merebahkan dirinya membelakangi kedua orang tuanya.
"Eh Key, yang nolongin kamu kemana orangnya? dari tadi Mamah kok tidak melihatnya."
"Dia seorang polisi, jadi sudah pergi tadi pagi untuk melakukan tugasnya kembali."jawab malas Keyra karena mengingat kembali bayangan wajah laki-laki tersebut yang melintas di pikirannya dengan sangat lancang.
"Oh, seorang polisi, syukur lah masih ada orang baik ternyata di dunia ini. Tapi sangat di sayangkan, karena Papah tidak bisa mengucapkan terima kasih padanya."
"Tidak perlu mengucap terima kasih pada nya Pah, dia itu gak tulus bantuin Keyra. Laki-laki itu sangat menyebalkan."
"Masa sih gak tulus, tapi waktu anaknya menelpon Mamah suaranya terdengar sangat tulus kok dan kayaknya anaknya baik. Andai saja dia bisa menjadi menantu ku, pasti sangat bagus sekali."
"Mamah..."geram Keyra pada Mamah nya itu yang berucap seenaknya saja, membuat Rita dan Wisnu terkekeh melihat tingkah kesal anak sulungnya tersebut.
Dua hari telah berlalu, Keyra pun sudah pulang dari rumah sakit karena keadaan sudan semakin membaik. Dan kini Keyra tengah bersiap-siap karena waktu di janjikan oleh orang tuanya untuk bertemu calon suaminya telah tiba. Dan malam ini gadis itu berdandan cukup baik membuat dirinya terlihat sangat cantik dari biasanya itu pun karena di paksa oleh sang Mamah agar calon suaminya nanti bisa jatuh cinta langsung pada pandangan pertama kepada Keyra. Begitulah yang di pikirkan wanita paruh baya tersebut.
"Waw, kakak cantik sekali? cie-cie yang mau ketemuan sama keluarga calon."goda sang adik bungsu membuat Keyra menatap malas kepada adiknya tersebut.
"Udah ayok, nanti terlambat loh. Kan gak enak kalau keluarga calon suami kamu menunggu terlalu lama."
Keyra pun memasuki mobil yang di iringi oleh kedua orang tuanya, sedangkan Amelia tidak di ajak karena alesan ini pertemuan pertama keluar pacarnya hanya untuk saling kenal saja. Untung saja Amelia percaya dan tidak curiga sehingga ia mau di tinggal demi sang kakak agar segera di lamar sehingga dirinya juga cepat di lamar kembali oleh Devan sang kekasih.
Cukup lama dalam perjalanan, kini mobil keluarga Keyra pun telah sampai di depan sebuah restoran. Di makan di sana sudah hadir keluarga dari calon suaminya tersebut yang menatap senyum lembut menyambut kedatangan keluarga Keyra.
__ADS_1
Mata Keyra melotot saat melihat ke arah laki-laki yang bersama keluarga teman Mamah nya tersebut, laki-laki itu pun menatap Keyra namun acuh tak acuh membuat gadis itu menatap kesal ke arahnya.
Ya Allah, ternyata dunia ini begitu sempit sehingga bertemu kembali dengan manusia nyebelin yang satu ini.