Polisi Itu Suamiku

Polisi Itu Suamiku
Mengajak keluar


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu, ia benar-benar merasa sangat bosan karena dirinya di larang keluar dari rumah sebelum hari pernikahan tiba, padahal masih ada 4 haril agi tersisa, tapi kedua orang tua itu tetep saja tidak memperbolehkan dirinya kemana-mana.


"Huuuuf bete banget sih, tiga hari di kurung terus, bagaimana cara gue keluar dari sini ya."Keyra memikirkan cara supaya dapat keluar dari penjara rumahnya tersebut. Ia pun mau tak mau menelpon Erik agar mau mengajak dirinya keluar dari rumahnya tersebut setelah itu ia pikirkan lagi caranya agar bisa lepas dari Erik setelah berhasil membawanya keluar. Itulah yang Keyra pikirkan saat ini.


Tut...Tut...


Keyra mencoba menghubungi Erik.


"Ada apa?"jawab Erik di seberang sana benar-benar singkat padat dan dingin.


"Ehem, mau makan siang bersama, di luar?"ucap Keyra selembut mungkin harap-harap Erik mau menerima tawarannya walaupun hatinya begitu kesal mendengar nada dingin dari calon suaminya itu.


"Katakan apa mau mu?"Erik bukanlah orang yang mudah di tipu, membuat Keyra menjadi gugup.


"A-aku sudah katakan tadi, mau makan bersama diluar."kata Keyra gugup.


"Aku tau kau berbohong, katakan saja apa mau mu? aku sibuk jika kau menelpon tidak penting sebaiknya matikan saja karena aku sibuk."


Astaga orang ini, benar-benar membuat Keyra begitu kesal sehingga ia pun mengupat di dalam hati tentang Erik.


"Aku tau kau sedang mengupat tentang ku, Keyra. Jika tidak ada yang penting, aku matikan."


"Eh tunggu, baiklah aku ngaku. Aku sangat bosan di kurung terus di rumah, apa kamu bisa mengajakku keluar agar aku tidak suntuk lagi. Terserah kau mau menagajakku kemana, asal aku bisa keluar dari rumah ini."ucap Keyra memohon.


"OK."


Hanya itu yang di ucapkan oleh Erik membuat Keyra seakan tak percaya bahwa ada manusia sedingin Erik melebihi gunung es.


"Apa-apaan laki-laki itu, bikin kesel aja. Arrggh..."Keyra mengusap wajahnya prustasi, bagaimana bisa ia hidup dengan laki-laki itu nantinya. Apa yang akan terjadi dengan pernikahan tanpa cinta yang terpaksa seperti ini.


Pada saat Keyra sedang bersantai sambil merebahkan tubuhnya di kasur, tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu dari luar kamar.


"Ya, ada apa?"jawab Keyra tanpa membuka pintu kamarnya tersebut.


"Di bawah ada den Erik Mbak."ucap salah satu pelayan rumahnya.

__ADS_1


"Hah, Erik? jadi dia beneran datang menjemputku."Keyra berlari membuka pintu kamarnya menuruni anak tangga untuk memberitahukan pada Erik agar sedikit bermain drama kepada orang tuannya nanti dan tidak mengatakan bahwa dirinyalah yang mengajak keluar.


"Erik."sapa Keyra kepada calon suaminya itu yang sedang mengobrol bersama Mamanya.


"Kenapa belum siap-siap, bukanya aku tadi sudah menghubungimu tadi! bahwa aku akan datang menjemputmu, untuk makan di luar bersama"


Keyra tercengang atas perkataan Erik, ternyata laki-laki di hadapannya ini pandai sekali membaca situasi tanpa ia pinta. Ada perasaan senang di dalam hati gadis itu sehingga menyunggingkan senyum tipis di sudut bibirnya.


"Em, baiklah tunggu sebentar aku ganti baju dulu."


Keyra kembali ke kamarnya untuk segera berganti pakaian dengan cepat agar segera keluar dari rumah ini yang sudah membuat dirinya merasa sangat bosan. Dengan celana pendek sederhana serta baju kaos polos namun ngepres di badan dan rambut terurai lurus hitam lebat membuat dirinya terlihat cantik walaupun dengan make'up tipis.


Keyra keluar dari kamar menuruni anak tangga, akibat bunyi suara sepatunya membuat Erik menoleh ke arah tangga.


Deg.


Jantung itu berbunyi yang hanya dapat di dengar oleh dirinya sendiri saat melihat Keyra yang cukup cantik menurutnya, bukan, Keyra memang sudah terlahir cantik. Tapi hari ini ia begitu seksi dengan pakaian yang ia kenakan membuat Erik menelan ludahnya kasar.


"Ayo kita jalan sekerang."ajak Keyra cepat tak ingin lama-lama lagi menunggu karena sudah tidak sabar ingin menghirup udara bebas.


"Kalian hati-hati di jalan ya, ingat sebentar lagi mau menikah loh."ucap sang Mamah Keyra mengingatkan keduanya.


"Kami jalan dulu ya mah."pamit Keyra sembari mencium pucuk tangan ibunya yang di susul oleh Erik melakukan hal yang sama kemudian masuk kedalam mobil Erik yang bertuliskan mobil polisi.


"Kau ini, tidak bisakah mengajak ku keluar dengan pakaian resmi serta mobil biasa aja, ini mah apa, baju masih seragam, mobil pun mobil polisi."gerutu Keyra membuat Erik menoleh ke arahnya lalu menepikan sebentar mobilnya di tepi jalan.


"Eh, kok malah berhenti. Parkir sembarangan itu gak boleh loh, nanti di tilang sama polisi."sindir Keyra dengan ketus.


"Di sini aku polisinya, tidak ada yang berani menilang ku."saut Erik sembari membuka pintu mobilnya kemudian membuka pintu belakang untuk mengambil sesuatu.


"Ck, mau ngapain sih."


Erik masuk kembali kedalam mobil lalu menutupi paha Keyra dengan jaket yang ia bawa dari belakang mobilnya. Keyra pun menjadi bingung dengan laki-laki ini lalu menatapanya dengan tatapan yang tak dapat di artikan.


"Aku tidak suka jika kamu keluar rumah berpakaian seperti ini, apa lagi jika di lihat oleh mata laki-laki seolah ingin memakan mu hidup-hidup."celoteh Erik yang memakaikan jaket tersebut di paha Keyra.

__ADS_1


"Kenapa?"tanya Keyra yang tak mengerti.


"Dasar bodoh, aku saja yang melihatnya menjadi tidak fokus menyetir, apa lagi para laki-laki di luaran sana. Lagi pula tubuh mu itu hanya milikku, jadi kau boleh menunjukkannya hanya kepadaku saja jika berada di rumah."jawab Erik tanpa melihat ke arah Keyra karena malu bahwa wajahnya saat ini sedang merona.


"Menang kenapa kalau bukan di rumah, sekerang kan cuma ada kamu doang di sini kenap kamu menutupinya."tanya polos Keyra membuat Erik menatap ke arahnya.


"Apa kau sengaja menggodaku sekarang? apa kau ingin kan melakukannya di dalam mobil, hem."ucap Erik mendekatkan wajahnya kepada Keyra membuat gadis itu gugup dan sedikit menjauhkan dirinya.


"M-maksud kamu apa?"Keyra benar-benar polos sehingga dirinya tak mengerti arahan yang di ucapkan oleh Erik.


"Gadis bodoh, apa kau lihat ini. Aku sudah begitu tergoda dengan mu yang terlihat seksi seperti ini, apa kau mengingkan aku melakukannya di dalam mobil, hem?"


Keyra melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Erik di bawah sana sudah terlihat sesuatu yang berdiri tegak yang masih terbungkus celana tersebut membuat Keyra malu dengan wajah menjadi merah merona.


"Dasar mesum."Keyra mendorong wajah Erik yang sangat dekat kepadanya.


"Sekarang kau mengerti arti dari mesum kan, jadi hargailah dirimu jika tidak terjadi seperti malam waktu itu. Dan ini untuk terakhir kali nya aku melihat mu berpakaian seperti ini jika berada di luar rumah, apa kau paham."


Keyra mengangguk mengerti, Erik mengingatkan dirinya agar lebih berhati-hati lagi supaya tidak memancing laki-laki yang tergoda dengan ikan segar yang sengaja di perlihatkan. Keyra melirik ke arah Erik yang fokus menyetir, ternyata calon suaminya ini begitu perhatian kepadanya walaupun dia juga tergoda kepada tubuhnya tapi laki-laki itu masih bisa menahannya. Lagi-lagi Keyra menjadi tersanjung kepada calon suaminya tersebut.


"Kita mau kemana?"tanya Keyra memulai membuka obrolan karena tadi sempat hening sesaat.


"Apartemen."jawab singkat Erik.


"Apartment? mau ngapain."tanya Keyra bingung.


"Menurutmu,"goda Erik.


"M-maksud mu apa, Erik kamu jangan macem macem ya."


"Aku tidak macam-macam pada mu Key, hanya satu macam saja, yaitu melakukan sesuatu kepada mu yang sudah membuat diriku tergoda."


"Erik, kamu jangan macem- macem ya. Aku gak mau melakukannya sebelum menikah."kata Keyra yang gemetar ketakutan dan sedikit duduk memojok hingga berdempatan dengan pintu mobil.


"Memangnya kenapa, lagi pula kita sebentar lagi mau menikah, apa salahnya kita lakukan sekarang."kekeh Erik menahan tawanya yang sudah menggoda calon istrinya itu.

__ADS_1


"Ngak mau, nanti aku hamil terus kamu meninggalkan aku sebelum hari pernikahan tiba, aku gak mau menjadi janda sebelum menikah dan hamil seorang diri."ucap Keyra sembari menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya.


Menggoda Keyra kini menjadi hobi baru buat Erik karena begitu lucu melihat ekspresi raut wajah calon istrinya yang begitu gugup serta ketakutan membuat dirinya ingin sekali tertawa melihatnya tingkah Keyra yang begitu mengemaskan menurutnya.


__ADS_2