
Kini Erik dan Keyra sudah berada di dalam perjalanan menunu rumah Keyra. Di dalam mobil begitu hening. Keduanya sama-sama saling bungkam tidak ada yang membuka obrolan terlebih dulu.
Keyra membuang mukanya menghadap ke luar jendela, menyenderkan kepalanya di pintu kaca jendela mobil memandang pemandang yang bergerak mundur namun nampak kosong dalam pandangan nya.
Sementara Erik, lelaki itu fokus dalam memyetirnya. Namun lelaki itu sesekali melirik sekilas aras Keyra membuatnya menghela. Apa ucapnya telah melukai hatinya? pikir Erik tidak mengerti. Ia hanya menjawab dari pertanyaan yang di todongkan oleh Keyra, ia pun berusaha untuk jujur karena tidak ingin ada kebohongan nantinya setelah melangsungkan pernikahan.
Namun, Erik tidak berniat untuk melukai perasaan calon istrinya itu. Ia hanya mengatakan jika dirinya sudah menyukai seseorang tapi bukan berarti untuk memiliki nya terlebih lagi ia sudah terikat dengan calon istrinya tersebut.
Erik memang pernah menyukai seorang gadis, bisa di bilang itu adalah cinta pertama nya. Akan tetapi itu sudah lama sekali bahkan ia sendiri sudah lupa dengan hal itu. Erik dulu semasa kuliah ia pernah mengucap janji dengan gadis yang ia sukai, pada saat wisuda gadis itu berniat untuk pindah dari kota sebab itulah Erik mengucapkan janjinya untuk mencari dan menikahinya. Namun sudah bertahun-tahun gadis itu tidak kunjung di temukan sehingga Erik pun menyerah dan mryimpan dalam cintanya dan membiarkan menghilang perlahan dengan sendirinya, hingga ia di pertemukan dengan sosok gadis yang sangat ceroboh menurutnya membuat cinta lamanya benar-benar telah hilang sepenuhnya dan mulai membuka lembaran baru dengan gadis yang akan menjadi istrinya di masa depan nanti.
Tak lama kemudian, mibil Erik telah sampai di deoan rumah Keyra. Gadis itu langsung membuka sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil lalu keluar begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Erik mendesah memandangi Keyra yang sudah keluar dari mobilnya. Lelaki itu juga turun lalu mengikuti langkah Keyra masuk kedalam rumah calin mertuanya itu.Pantang bagi Erik jika membawa pergi anak gadis orang namun pergi meninggalkan begitu saja setelah sesampai di rumah tanpa ucapan terimakasih pada kedua orang tua gadis itu yang sudah mengizinkan dirinya membawa Keyra pergi setelah ia meminta izin.
"Assalamualaikum."salam Keyra masuk ke dalam rumah.
"Waallaikumsalam, eh kak Key."jawab Amel yang sedang duduk di ruang tamu bersama dengan kekasihnya, Devan.
"Hay, kak."sapa Devan ramah.
"Ck, pacaran terus."ledek Keyra, Amel dan Devan pun tercengir.
"Sirik aja, kakak abis dari mana? bukanya kata mamah kakak gak boleh kelhar rumah ya?"tanya Amel.
Belum sempat Keyra menjawab, seseorang masuk dan memberi salam. Ketiga nya pun menjawab salam dari nya, Amel dan Devan menoleh kearah sumber suara dan melihat sosok yang datang.
"Cie-cie, ternyata gak cuma kita aja yang pacaran. Tapi situ sendiri juga gak mau kalah."kini Amel yang berbalik meledek kakaknya.
Keyra menatap malas pada sang adik, sedangkan Erik hanya tersenyum saja mendegar nya.
__ADS_1
"Hay, abang Erik apa kabar?"sapa Amel.
"Alhamdulillah, sehat. Kamu sendiri?"
"Seperti yang abang lihat....oh iya kenalin, ini Devan calon suami nya Amel!"ujar Amel, ia pun memperkenalkan Devan pada Erik.
"Devan."
"Erik."
Keduanya saling bersalaman dan memperkenalkan diri masing-masing.
"Selamat atas pertunangan abang sama kak Keyra."lanjut Devan memberi ucapan selamat.
"Terima kasih, semoga kalian cepat menyusul kami!"jawab Erik, matanya melirik arah Keyra yang sedang memandang kepada nya.
"Makanya kalian berdua cepetan nikahnya dong, biar kami juga cepat menyusulnya."saut Amel merangkul lengan Devan.
"Ck, ngebet banget sih lo ke pengen nikah. Heran gue."geram Keyra.
"Bukan nya ngebet, kak. Tapi kami hanya menghidar suatu terjadi yang tidak di inginkan. Kalau kami sudah menikah, mau pacaran seperti apa pun tidak masalah, kan sudah halal!"saut Amel.
"Terserahlah."Keyra pun beranjak oergi begitu saja dan masuk kefalam kamar tanpa peduli dengan Erik yang menatap kepergiannya.
Amel hanya menghela berasa malu memiliki kakak yang super cuek dan keras kepala itu.
"Abang Erik harus banyak-banyak sabar ya sama kak Keyra, dia memang begitu orangnya. Tapi percayalah jika dalam hatinya itu tersimpan sejuta kelembutan di sana!"ujar Amel memberi tahu Erik sisi cueknya Keyra.
Erik pun mengangguk, mungkin ia memang harus lebih dalam lagi mengenal Keyra.
__ADS_1
"Mamah sama Papah, di mana?"tanya Erik karena ia ingin berpamitan.
"Ada di dalam, samperin aja."
Erik pun menghampiri kedua calon mertua yang ada di ruangan keluarga dan berpamitan dan melanjutkan kembali pekerjaannya yabg sempat ia tunda. Untungnya hari ini tidak bertugas meronda sehingga dapat menemani Keyra hari ini. Karena jika ia sudah bertugas dalam meronda ia pasti tidak ada waktu untuk bersama dengan Keyra bahkan melihat handphone saja bakalan susah.
Erik keluar dari ruamah Keyra dan menjalan mobilnya, Keyra melihat dari kamarnya membuka sedikit goreng untuk mengintip kepergian mobil Erik hingga menjauh dan tak terlihat lagi.
"Huuuuf, mau di bawa kemana pernikah ini nantinya?"gumam Keyra menutup kembali gordennya dan berjalan ke arah tempat tidur lalu menghempaskan tubuhnya di sana.
Keesokan harinya, Keyra sedang berada di kantor. Gadis itu sedabg mengecek beberapa dokumen yang akan ua serahakan nantinya pada sang direktur si pemilik perusahaan tersebut. Namun tiba-tiba seseorang datang menghampiri dirinya.
"Key."
"Ya, ada apa May?"tanya Keyra memutar balik tubuhnya menghadap kepada Maya.
"Di bawah ada seorang polisi tuh, katanya sih dia sedang nyariin, lo?"
Keyra mengerutkan keningnya."ngapain dia nyariin gue?"
"Gak tau...... lo gak lagi ada masalah, kan?"ujar Maya penuh selidik.
"Ya gak lah, emang gue ngapain ampe ada masalah segala."saut Keyra.
"Ya kali aja, soalnya kalau sudah berurusan dengan seorang polisi? bukanya itu sedang ada masalah? apa lagi coba. Mana mungkin kan polisi itu dateng, terus ngajak lo fiting baju pengantin."
"Mungkin saja, tebakan lo itu benar. Bukanya itu bagus buat lo!"Keyra pun beranjak pergi meninggalkan Maya salah satu karyawan yang suka kepo dengan kehidupan Keyra.
_______
__ADS_1
Like nya jangan lupa ya 😁 dan terima kasih yang mau memberi kritik dan sarannya 😘😘😘