
Keyra duduk melamun di depan teras kamar nya sambil menatap bintang-bintang di langit sambil memikirkan atas perkataannya tadi yang mengatakan jika dirinya sudah ada kekasih sehingga segera dapat melamarnya.
"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan. Aku sudah pasrah, jika memang jodohku sudah dekat tolong segera temukanlah diriku dengan siapa saja yang mau melamar ku di waktu dekat ini. Demi Amelia aku akan melakukan apa saja agar dia bahagia Ya Allah."
Batin Keyra berdoa berharap dirinya segera di pertemuan dengan jodohnya, karena ia sudah tidak bisa berharap lagi dengan cinta pertamanya yang tak tau ada di mana? apa lagi pria itu tidak tau jika dirinya menaruh cinta begitu dalam padanya hingga saat ini.
"Semoga kamu bahagia di sana kak, aku yakin mungkin saat ini kamu sudah menikah. Jadi tidak ada hak lagi untuk menanti dan berharap cinta mu."ucap Keyra menatap langit gelap yang di penuhi oleh ribuan bintang bertaburan di angkasa.
Keyra kambali masuk kedalam kamar, ia merebahkan diri sambil memegangi kepala karena terasa begitu pening yang menyakitkan akibat beban pikiran yang memenuhi otaknya.
"Ahggggrr."Keyra mengacak rambutnya prustasi karena mata tak dapat di pejamkan sehingga ia mengharuskan bangkit untuk mencuci wajahnya agar kembali fresh.
"Halo Din, keluar yuk. Sumpah gue lagi bete banget malam ini." ajak Keyra kepada teman satu kantornya.
"Tumben, ada masalah apa?"
"Nanti gue ceritain deh, pokoknya malam ini kita keluar aja dulu."
"Oke, gue tunggu di pertigaan deket rumah lo."
"OK."
Keyra pun mematikan sambungan ponselnya lalu bersiap-siap untuk pergi bersama teman sekantornya.
Keyra menuruni anak tangga dengan mengendap-endap agar kedua orang tua itu tidak terbangun sehingga dirinya bisa keluar rumah malam ini untuk menenangkan pikirkanya. Karena jika kedua orang tuanya bangun, maka dirinya bisa-bisa di ceramahi sampai pagi.
"Aman."gumam Keyra sambil mengelus dadanya ketika sudah berda di luar pintu rumahnya. Karena sudah merasa aman, gadis itu pun menelepon temannya memberi tahu jika dirinya sudah berada di luar rumah dan segera ke pertigaan jalan di dekat rumahnya.
"Ayok, cepetan jalan."perintah Keyra agar segera pergi dari komplek rumahnya tersebut. Dinda pun melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi hingga berhasil keluar dari komplek perumahan tersebut lalu membelah jalan menuju di mana tempat mereka bersenang-senang yaitu bar. Keyra memang sering masuk ke dalam bar, namun hanya untuk menyegarkan otaknya saja dan tidak meminum atau melakukan aneh-aneh seperti teman-teman nya yang laen. Gadis itu masih bisa menjaga dirinya hingga sehingga tidak terjerumus ke pergaulan yang tidak di inginkan oleh kedua orang tuanya.
"Eh, lo punya hutang cerita ya sama gue. Dan sekarang cepetan ceritain ada masalah apa?"tanya Dinda tak sabaran karena penasaran, temannya yang satu ini adalah ratuhnya gosip sehingga seluruh badannya terasa seperti cakcing panas jika mendengar masalah orang laen. Akan tetapi, dia tidak pernah membocorkannya kepada orang laen, maka dari situlah Keyra menyukai Dinda yang enak di ajak tempat untuk curhat mencurahkan isi hatinya.
Keyra menghela nafasnya menatap temannya itu yang tak sabaran ingin segara mengetahui masalah yang terjadi kepada dirinya.
__ADS_1
"Adik gue mau menikah."
Dinda mencerna kata-kata Keyra."adik? adik yang mana? Amel atau Jo."tanya Dinda semakin penasaran.
"Amelia, cowoknya datang melamar ke rumah tadi sore. Tapi di tolak sama nyokap, bokap gue."
"Lah, kenapa? bukannya nyokap, bokap lo sudah setuju kalau Amel sama Devan pacaran?"
"Itu dia masalahnya Din, masalahnya ada di gue."
"Gue gak ngerti deh, coba kalau ngomong jangan setengah-setengah napa. Langsung pada intinya aja."ucap Dinda yang belum mengerti dengan ucapan Keyra.
Keyra menghembuskan nafasnya dengan gusar."Nyokap, bokap gue menolak lamaran Devan. Itu karena gue, gue belum menikah. Jadi selama gue belum menikah, adik-adik gue gak boleh menikah dulu melangkahi gue yang masih jomblo ini."cerita Keyra membuat Dinda terdiam sambil mencerma kata-kata yang di ucapkan oleh temannya itu, karena Dinda orangnya sedikit lemot.
Setelah beberapa menit kemudian.
"OMG, jadi....masalahnya di mana?"
"Iya, maksud gue, masalahnya di mana? yang jadi pertanyaan gue, kenapa lo menjadi pusing begini!"
"Itu, itu karena gue bilang ke adik gue kalau gue sudah punya calon suami dan akan segera menikah secepatnya."ucap lirih Keyra sambil menggigit bibir bawahnya.
"Hahahaha, oh jadi itu masalahnya? pantas saja lo menjadi stres."kekeh Dinda membuat Keyra berdecak sebal.
"Terus gue harus gimana dong, lo kan tau kalau gue gak punya pacar, apa lagi calon suami."
"Hemmmmm......gak tau."ucap santai Dinda membuat Keyra memandang kesal ke arah sahabatnya yang tengah tertawa sambil meminum minuman beralkohol tersebut.
"Sialan lo Din, gue tanya serius juga. Dahlah, gue mau keluar sebentar, mau cari angin."Keyra pun beranjak pergi meninggalkan Dinda yang masih meminum minumannya dengan santai tanpa beban pikiran tersebut.
Keyra keluar dari bar, ia berjalan mengikuti arah angin yang membawanya hingga tanpa sadar ke arah yang cukup sepi dan agak gelap karena redupnya cahaya lampu jalan sedikit rusak. Sehingga ia di jegat oleh beberapa pria yang mabuk di jalan.
Akh sial, kenapa aku gak beruntung banget hari ini. Semoga engkau melindungi ku Ya Allah.
__ADS_1
Keyra melangkah mundur perlahan melihat tiga pria jalan yang mabuk menatapnya seperti mematap harta karun yang baru saja mereka temukan.
"Hey, gadis cantik, kamu mau kemana? temani abang saja di sini."ucap salah satu laki-laki tersebut mencekal lengan Keyra saat hendak berlari.
"Lepas,"Keyra berontak menarik tangannya sekuat tenaga dari cekalan laki-laki tersebut.
"Wow, kamu ternyata ganas juga ya? tapi aku sangat suka perempuan yang ganas-ganas."imbuh laki-laki yang satunya sambil menjilat air liurnya yang hampir menetes ke lantai akibat tergiur menatap Keyra yang begitu cantik.
"Tidak, lepaskan aku."teriak Keyra.
BUGS..
Keyra menendang senjata berharga milik salah satu pria tersebut yang mencekal lengannya hingga terlepas akibat sakit yang di rasakan karena tendangan Keyra cukup keras. Gadis itu pun berlari sekencang-kencangnya setelah lepas dari pria tersebut, namun kedua teman pria tersebut mengejarnya hingga Keyra terpojok di sudut jalan.
"Ya Allah, apa yang harus akau lakukan. Tolong selamatkan aku ya Allah."ucap Keyra panik ketika dua laki-laki tersebut sudah berada di belakangnya.
"Hahahaha, mau lari kemana kamu gadis cantik. Sebaiknya jadilah anak penurut, karena jika tidak? kau akan mati, tetapi sebelum kau mati kami akan menikmati tubuh mu dulu. Maka dari itu jadilah anak yang penurut agar kami melakukannya dengan lembut."ucap salah satu laki-laki tersebut mencoba mendekati Keyra yang sedang gemetar karena ketakutan setengah mati.
"Tidak, saya mohon jangan."isak Keyra memohon harap-harap kedua laki-laki itu mau melepaskannya.
"Hahahaha, kau terlihat lebih manis jika memohon seperti itu cantik. Tapi sayangnya kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk melewati kesenangan bersama gadis secantik dirimu."
Keyra berteriak meminta tolong, namun sayang nihil. Karena tidak ada yang mendengarkan teriaknya dan itu membuat kedua laki-laki tersebut semakin menyukainya.
"Ya Allah, tolonglah hamba mu ini. Hamba berjanji akan menjadi anak yang baik setelah engkau menolong hamba dari para iblis-iblis ini. Ya allah."ucap Keyra menangis karena kedua laki-laki tersebut sudah berada di hadapannya dan mencekal tangannya kuat sehingga ia dapat merasakan sakit di bagian lengannya.
Dan tiba-tiba...
DOR....DOR...
Dua tembakan mengenai kaki laki-laki tersebut sehingga membuat Keyra membuat matanya melihat siapa malaikat yang telah Allah kirimkan untuk menolong dirinya.
"Alhamdulillah Ya Allah."Keyra pun pingsan seketika setelah melihat sosok malaikat yang menolongnya.
__ADS_1