
Keyra mengerucutkan bibirnya sebel, ia pun beranjak pergi sambil menghentakan kakinya karena kesal. Namun, sebelum melangkah terlalu jauh ia membalikan badannya menghadap ke arah Erik yang menatap dirinya.
"Saya tidak punya pacar, pak polisi. Dan itu pun berlalu juga dengan mu."
Setelah mengucapkan itu, Keyra melangkah pergi menuju meja makan dimana kedua orang tuanya yang masih asik berbincang-bincang dengan calon mertuanya tersebut.
Erik menatap punggung belakang Keyra hingga menjauh dari hadapannya, senyum tipis mengukir sudut bibirnya yang menawan itu. Ia pun juga berjalan menuju ke dalam restoran menyusul Keyra sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celana sehingga Erik begitu terlihat sangat keren.
"Kalian habis dari mana?"tanya Papi Robet setelah Erik sudah bergabung bersama keluarganya.
"Em..."Keyra hendak berucap.
"Papi ini gimana sih, tentu saja mereka habis mengobrol di taman tadi. Masih saja bertanya, liat tuh menantu kita jadi malu kan."potong Mami Bianka menggoda. Keyra tersenyum malu, sedangkan Erik terlihat cuek saja.
"Yaudah kalau begitu, kamu antar Keyra pulang ya."perintah Papi Robet kepada Erik. Hanya di balas anggukan oleh Erik lalu menatap ke arak Keyra.
"Sayang, kamu pulang sama Erik duluan gih. Mamah sama Papah masih ingin berbincang sama mertua kamu mengenai pernikahan kalian."ucap Mamah Rita membuat keyra mengangguk pasrah.
Erik dan Keyra pun berpamitan untuk pulang kerumah kepada ke empat orang tua mereka. Erik lebih dulu berjalan menuju ke arah parkiran mobil dan di iringi oleh Keyra yang sedikit tertinggal karena laki-laki itu berjalan sedikit cepat.
"Nyebelin banget sih, gak ada lembut-lembut nya sama sekali pada wanita. Jalan dah kayak di kejar maling aja cepet banget, mana bisa gue ngejar dia dengan hak tinggi begini."gerutu kesal Keyra menatap punggung Erik yang berjalan di depannya.
"Kenapa berjalan begitu lambat, saya paling tidak suka menunggu."ucap Erik dingin yang sudah menunggu Keyra di dalam mobil.
"Salah sendiri? kenapa jalan begitu cepat."ketus Keyra, saat baru masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil sedikit keras.
BRAAAK...
Erik menoleh ke arah Keyra.
"Kau merusak pintu mobilku, Keyra."
"Nanti ku bawa ke bengkel. Ribet banget sih."saut cuek Keyra tanpa menoleh ke arah Erik yang sedang mendengus kesal.
Erik pun menjalankan mobil ya membelah jalan menuju ke rumah Keyra dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil begitu hening, tak ada salah satu dari keduanya membuka obrolan. Keyra menatap ke arah luar jendela, sedangkan Erik hanya fokus menyetir mantap ke arah jalan. Keduanya hanya sibuk dalam pikiran mereka masing-masing.
Perjalanan cukup lama, sehingga tanpa sadar Keyra tertidur di dalam mobil Erik dengan lelapnya. Tak lama kemudian, mobil itu pun berhenti di depan rumah Keyra. Erik menoleh ke arah gadis tersebut yang sedang tidur dengan wajah damai membuat laki-laki itu menatapnya dalam.
"Key, Keyra."panggil Erik.
__ADS_1
"Keyra bangun, kita sudah sampai di rumah kamu."sambung Erik lagi sambil menepuk-nepuk pipi gadis itu pelan.
Di alam mimpi Keyra, ia sedang bertemu dengan pangeran bermotor yang telah menyelamatkan hidupnya sehingga gadis itu pun memberikan hadiah ciuman kepada sang pangeran. Dan ternyata di dunia nyata tanpa sadar jika saat ini Keyra mencium Erik dengan
tangannya menahan tengkuk laki-laki itu.
Erik terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Keyra padanya. Namun, Erik tidak menolak kesempatan ini hingga ia membalas ciuman yang di berikan oleh Keyra.
Kau yang memintanya gadis bodoh yang sangat ceroboh. Jangan salahkan aku.
Erik pun membalas ciuman Keyra dengan lembut, mencecap bibir lembut itu dengan perasaan dalam. Kedua tangan Keyra pun memindahkan posisinya dengan mengalungkan ke leher Erik sehingga laki-laki itu dengan sangat mudah memperdalam ciumananya, merogoh rongga dalam mulut Keyra yang cukup manis menurut Erik.
"Ternyata kau cukup pintar memainkannya, dan aku sangat suka itu."ucap Erik sambil mengusap bibir Keyra yang basah dan sedikit bengkak akibat mereka berciuman cukup lama.
"Gadis bodoh."ucap Erik sambil menyentil kening Keyra pelan, ia pun turun dari mobil lalu menggendong tubuh Keyra berjalan menuju ke arah pintu rumah tersebut. Tangan nya menekan bel rumah, hingga terlihat seseorang membukan pintu untuk mereka.
"Non Keyra kenapa Den?"tanya wanita paru baya tersebut saat membuka pintu dan melihat jika nona nya sedang berdasarkan di gendongan seorang laki-laki yang belum ia ketahui.
"Keyra ketiduran di mobil saya Bi."jawab Erik ramah pada wanita tersebut yang ia yakini jika wanita itu adalah pekerja di rumah Keyra.
"Oh, yaudah Den. Mari bawa langsung masuk saja ke kamar Non Keyra di lantai atas."ujar wanita itu yang bernama Bi Sukma.
"Mari Den."
Bi Sukma pun menunjukan kamar Keyra yang berada di lantai dua tersebut. Saat menaiki anak tangga, tiba-tiba seorang gadis keluar dari kamar nya dan melihat jika kakaknya sedang berada di gendongan seorang pria, membuat gadis itu menghampiri.
"Kakakku kenapa?"tanya Amelia.
"Non Keyra sedang tidur Non, jadi aden ini mau membawa Non Keyra ke dalam kamar."jawab Bi Sukma, sedangkan Erik ia hanya diam saja melirik sekilas ke arah Amelia.
"Oh."saut singkat Amelia, Erik pun melanjutkan perjalanannya menuju ke arah kamar Keyra. Bi Sukma membukan pintu kamar tersebut sehingga Erik bisa langsung masuk dan merebahkan tubuh gadis tersebut yang sudah berstatus sebagai tunangannya itu di kasur secara perlahan.
"Kamu siapnya kakakku?"tanya Amelia, karena ia memang belum pernah melihat laki-laki ini. Akan tetapi, Amel yakin jika laki-laki di hadapannya ini ada hubungan dengan sang kakak.
"Kamu bisa bertanya langsung padanya saat dia sudah bangun nanti, permisi."jawab Erik datar membuat Amelia tercengang tak percaya dengan laki-laki yang membawa kakaknya itu begitu dingin.
Erik beranjak pergi meninggalkan kediaman rumah Keyra dan menjalankan mobil nya kembali membelah jalan menuju pulang kerumahnya. Ia tersenyum mengingat ciuman Keyra yang masih berasa di bibirnya membuat Erik kembli menyentuh benda kenyal tersebut.
"Akan ku buat kamu jatuh cinta pada ku Keyra."ucap Erik seraya menyunggingkan senyumnya sambil terus membelah jalan dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Sementara di rumah Keyra.
Amelia membangunkan kakaknya karena begitu penasaran dengan laki-laki yang telah menggendong saudara perempuannya tersebut.
"Hey, bangun kak."ucap Keyra tak sabaran.
"Diamlah, kau sangat berisik."ucap Keyra malas tanpa membuka matanya.
"Ih, bangun dong, katakan padaku siapa laki-laki yang menggendongmu tadi?"ucap Amel menggoyang-goyangkan tubuh sang kakak.
"Hah, yang menggendongku?"Keyra tersentak kaget ketika mendengar ucapan dari adik nya.
"Iya, laki-laki yang menggendong kamu tadi, itu siapa?"
Keyra mengusap wajah nya yang baru ingat jika dirinya tadi pulang bersama Erik dan masih di dalam mobilnya. Ia tidak menyangka jika dirinya tertidur sehingga dirinya harus di gendong oleh laki-laki yang baru saja menjadi tunangannya itu.
"Dia tungananku."jawab Keyra sambil memperlihatkan cincin di jari manisnya pada sang adik.
"WHAAAT, tunangan. Sejak kapan?"
Amelia begitu penasaran, karena yang ia tau jika keluarga itu pergi untuk bertemu dengan keluarga pacar kakaknya. Tentu saja ia begitu terkejut, ketika Keyra memberi tau jika laki-laki yang datang kerumahnya tadi adalah tunganagan kakaknya. Apa yang sudah ia lewatkan? jika memang mereka bertunangan, kenapa dirinya tidak di ajak tadi. Begitu banyak pertanyaan yang ingin Amelia tanyakan.
"Tadi."jawab singkat Keyra.
"Apa! kok aku gak di ajak sih kalau kelainan langsung bertunangan?"rajuk Amel sambil mengerucutkan bibirnya.
"Aku aja gak tau kalau langsung tunangan."jawab Keyra membuat Amel berdecak sebal.
"Terus itu kenapa bibir kakak bengkak? ayo tadi abis ngapain."ucap Amel membuat Keyra menyentuh bibir bawah nya yang memegang bengkak.
"Ah iya, ini kenapa bibir gue bengkak."ucap Keyra terkejut yang baru sadar jika bibir bawah nya bengkak, ia pun mengambil kaca lalu melihat bibirnya.
"Yaelah, kakak ini gimana sih, itulah karena kamu berciuman terlalu lama. Makanya sampai bengkak begitu."ucap Amelia membuat Keyra melototkan matanya.
"Hah, ciuman. Siapa?"teriak Keyra, karenaemnag dirinya tak sadar jika telah berciuman dengan Erik tadi.
"Dih, dasar bodoh. Susah ya kalau kelamaan ngejomblo, dirinya sendiri yang berciuman malah tidak tau."heran Amelia.
Keyra pun terdiam ssambil memikirkan apa yang terjadi sebenarnya waktu ia tidur di dalam mobil tadi, apa ia Erik mencium dirinya secara diam-diam.
__ADS_1
"Dasar Erik kurang ajar, dasar mesum."