
Keyra keluar dari kantor, ia melihat sosok lrlaki bertubuh tinggi tegap itu sedabg bersandar di mobil sambil memainkan sebuah ponsel. Keyra mendekat.
TAK....TAK....
terdengar suara bunyi sepatu, Erik menoleh namun sangat datar menatap kedatangan Keyra.
"Kenapa kamu datang ke kantor ku?"
"Hanya mematuhi sebuah printah."jawabnya datar.
Keyra menaikan sebelah alisnya.
Erik menghembukan nafasnya."mami meyuruh aku untuk menjemputmu, kita di suruh pergi ke butik bersama untuk fitting baju pengantin."
Keyra mendesah, ia melihat jam tanganya.
"Tunggu sebentar, aku mau ambil tas seklian pamit sama atasan aku."
"Kau meyeruhku menunggu? apa kamu tidak tau berapa lama aku menunggumu di sini."ujar Erik, lelaki itu paling anti yang namanya menunggu. Karena menunggu itu paling membosankan.
"Salah sendiri, kenapa tidak memberi tahuku lebih dulu kalau kamu mau datang. Jadi, jamgan banyak protes."Keyra pun berlalu pergi meninggalkan Erik yang nampak kesal.
"Gadis ini, bagaimana bisa aku nanti hidup berumah tangga dengan nya?"pikir Erik menatap kepergian Keyra.
Keyra seorang pekerja profesional, ia harus izin terlebih dulu dengan atasnya jika itu menyangkut dalam pekerjaan. Karena sekarang masih jam kerja, ia pun harus izin walapun sebenarnya pasti di beri izin jika berpamitan memalui telpon saja.
Setelah cukup beberapa saat, Keyra datang lagi seraya menenteng tas mya di tangan. Erik hanya menoleh sekila lalu mengitari mobil dan masuk lebih dulu. Biasnya seorang laki-laki sebagai calaon suami membukakan pintu mobil untuk sang wanita. Namun tidak dengan Erik yang sangat cuek tidak peduli.
"Benar-benar menyebalkan."gumam Keyra sewot lalu masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobil itu cukup keras.
"Apa kau ingin merusak mobilku?"kata Erik tajam.
"Iya, emang kenapa?"jutek Keyra menatang.
Erik memcoba sabar, ia lebih memilih diam dari pada nanti panjang urusan nya karena lelaki tidak akan pernah menang melawan seorang wanita.
__ADS_1
Selama di dalam perjalan, keduanya hanya ada keheningan di sana. Karena merasa bosan, Keyra memutar musik dari mobil Erik dan memutarnya cukur kerasa hingga memekak di telinga. Namun musik itu sangat enak di dengar, slow membuat ketenangan dalam pikiran.
Menikamati irama musik, hingga tak terasa jika perjalanan mereka sudah sampai di depan butik. Keyra langsung keluar dari mobil, ia mendapati mobik terparkir di sana yang membuatnya menaikan alis.
"Mamah?"gumaman, ia berpikir jika mamahnya juga ada di sana, namun hatinya setidaknya bersyukur karena bukan hanya berdua saja dengan Erik pada saat mencoba gaun pengantin nantinya.
"Ayo, ngapain bengong di sana."ujar Erik.
"Siapa yang bengong, sih?"
Kedunya masuk kedalam dengan Keyra mengikuti dari belakang.
"Assalamualaikum."
"Waallaikumsalam, eh udah pada dateng."
"Mi, mah."Erik mencium tangan mami dan calon mertuanya.
"Mami, mamah."kini Keyra pun melakukan hanl yang serupa.
"Duh kamu makin cantik aja, sayang."puji mami Bianka pada Keyra. Keyra hanya membelas dengan senyuman saja.
"Iya dong, gak salah kan aku memilih calon istri untuk Erik! udah cantik, baik pula."saut Bianka bangga. Keyra merasa tersanjung karena calon mertua itu sangat lah baik hati.
"Yaudah yuk, jangan lama-lama. Ini tante udah pilihkan 2 buah gaun untuk kamu, silahkan di coba semuanya ya biar tau mana yang cocok untuk kamu nanti."tente Rika itu memperlihatkan patung patung yang sedang memakai gaun pengantin rancangannya.
"Waaaah, ya Allah cantik banget.."Keyra benar-benar kagum akan kecantikan gaun itu. Ia benar-benar tidak menyangka jika dirinya di akan di buatkan khusus oleh tante Rika yang tak laen kerabatnya calon mertuanya itu atas permintaan dari Bianka sendiri.
"Kamu suka?"tanya Rika mamahnya Keyra.
"Suka banget, mah."
"Alhamdulillah kalau kamu suka, kamu coba yang ini dulu ya."tante Rika menyodorkan baju pengantin itu pada Keyra lalu Keyra pun membawanya ke ruang ganti baju yang sudah di tunggu oleh beberapa karya yang akan membantu nya nanti.
"Baju baut Erik mana?"tanya Erik datar.
__ADS_1
"Tenang, semuanya sudah di siapkan."saut Tante Rika santai.
"Mana? biar cepet selesai."ujar Erik meminta, ia malas berlama-lama di sana.
"Sabar, kamu liat Keyra aja dulu."ucap sang Mami Bianka. Erik berdecak malas.
Tak lama kemudian, Keyra keluar dari ruang ganti, dengan jalan yang anggun membuat aura kecantikan itu semerbak. Keyra begitu cantik, balutan gaun pengantin yang indah itu benar-benar pas di tubuhnya yang layaknya gitar spanyol. Ketiga wanita itu terkagum-kagum melihatnya.
"Erik."mami Bianka menyenggol anaknya dengan lengen memberi tahu jika Keyra sudah keluar dari ruang ganti pakaian.
Erik merasa bosan yang sedang memaikan ponsel itu pun langsung mendongakan kepalanya, matanya melotot nyaris sempurna, seakan terpana dengan kecantikan calon istrinya itu sehingga tak berkedip sedikit pun melihatnya. Dengan susah payah Erik
menelan salavinanya, bahkan rona di wajah juga nampak terlihat jika dirinya begitu mengagumi kecantikan calon istrinya itu.
"Ehem.....gimana?"tanya sang mami menahan seyumnya.
Erik seakan tuli, ia tidak mendengar ucapan dari maminya.
"Ehem....udah, lap dulu tuh air liur yang netes. Nanti juga bakalan jadi milik kamu kok."ledek tante Rika menggoda Erik.
Erik pun menjadi gelagapan lalu benaran mengelap mulutnya dengan tangan. Tentu saja itu menjadi bahan tawaam dari semua orang di sana bahkam termaksuk dari Keyra yang nampak tertawa kecil.
"Gimana? cantik kan...."tanya Bianka sekali lagi.
"Ehem....cantik."jawab Erik nyaris tak terdengar karena malu-malu.
Keyra masih bisa mendengar nya, ia pun tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya.
"Tapi tidak cocok sama dia, ganti lagi."ujar Erik, sunggu komntar yang padas membuat ketiga wanita itu berubah ekspresi sebelnya pada Erik.
"Kenapa? bukanya tadi kamu bilang cantik?"heran semuanya bahkan juga Keyra.
"Cantik, sangking cantiknya dia akan menjadi pusat perhatian di pelamin nantinya karena bajunya kurang bahan. Liat aja tuh!"Erik menujuk bagian dada Keyra yang nyarih terlihat dari belahan dadanya.
"Mata laki-laki akan fokus memandang kearah sana, pada saat memberi ucapan selamat."lanjutnya seakan tak rela jika tubuh calon istrinya itu akan di lihat oleh banyak mata laki-laki laen selain dirinya..
__ADS_1
Semuanya pun mengerti, mereka menahan seyumnya sambil melirik satu sama lain. Keyra kembali tersenyum ia tidak menyangka jika Erik peduli tentang itu padanya.
Keyra kembali mengganti baju pengantin, dan yang kedua lumayan puas sehingga Erik mengiyakan gaun yang kedua itu sebeb bagian dada tertutup sehingga tidak dapat di lihat oleh padangan laki-laki lain.