Polisi Itu Suamiku

Polisi Itu Suamiku
Apartemen


__ADS_3

Setelah sampai di parkirkan apartemen, Erik turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Keyra, gadis itu sedikit takut untuk turun sehingga Erik langsung menggendongnya tanpa aba-aba.


"Akhhh....apa yang kamu lakukan Erik! cepat turunkan aku."teriak Keyra meronta sambil memukul punggung Erik yang membawa Keyra seperti karung beras yang berada di pundaknya.


"Diamlah."bentak Erik memukul bokong calon istrinya itu.


"Dasar mesum, setan iblis sialan."umpan gadis itu kesal yang terus meronta hingga masuk kedalam apartemen dan langsung tubuhnya di hempaskan oleh Erik di kasur kamarnya.


"Akhhh... aduh pinggangku sakit sekali."rintis Keyra mengaduh kesakitan sambil menggosok-gosok pinggangnya.


Laki-laki itu tak peduli, ia membuka lemari kemudian mengambil sehelai baju kaos serta celana pendek. Erik membuka baju seragamnya di depan Keyra dengan sengaja.


"Kyaaaa, kenapa kau membuka bajumu, dasar mesum."Keyra menutup wajahnya dengan kedua tangannya membuat Erik menahan tawanya.


"Apa kau tidak ingin melihatnya?"goda Erik yang mendekat ke arah Keyra.

__ADS_1


"Gak mau, dan kamu jangan mendekat ke arahku."mata Keyra terpejam karena tangannya menahan tubuh Erik supaya tidak lebih dekat lagi dengannya.


Erik merasakan sesuatu sensasi saat tangan Keyra berada di dadanya, laki-laki itu merasakan waha panas yang menyerang tubuhnya akibat sentuhan lembut yang Keyra berikan kepada tubuhnya.


Sial! padahal dia hanya mendorong tubuhku saja, tapi sentuhnya sudah membuat dirinya menjadi gila.


Erik langsung turun dari kasur karena tidak ingin terjadi yang lebih jika ia berlama-lama berada di dekat Keyra yang membuat dirinya menginginkan lebih. Tapi Erik bukanlah laki-laki brengsek yang egois, ia akan melakukannya jika wanita yang ada di hadapannya ini menyerahkan dirinya dengan suka rela kepadanya.


"Apa kau lapar?"tanya Erik yang sudah berganti pakaian santainya, membuat Keyra memberanikan diri membuka matanya lalu menatap ke arah Erik.


"Aku tidak lapar."jawab Keyra memalingkan wajahnya karena merasa malu.


Keyra melihat sekeliling ruangan kamar tersebut yang sangat nyaman, cukup besar untuk seorang diri. Bahkan kamar tersebut begitu tertata rapih dan banyak sekali buku-buku di rak lemari.


"Kenapa kamu membawaku ke sini? dan ini apartemen siapa?"tanya Keyra yang masih melihat-lihat isi ruangan kamar tersebut.

__ADS_1


"Ini adalah apartemenku, setelah kita menikah nanti kita tinggal disini sementara sampai aku mengumpulkan uang untuk beli rumah baru nantinya."jawab Erik membuat Keyra menatap ke arah calon suaminya dalam.


"Kenapa? apa kau tidak suka untuk tinggal di sini?"tebak Erik melihat tatapan dari calon istrinya itu.


"B-bukan begitu, aku suka karena di sini begitu nyaman. Hanya saja.."


"Hanya apa?"


"Apa aku masih boleh bekerja, setelah kita menikah nanti?"ucap Keyra berharap.


"Kenapa? apa gajiku sebagai seorang polisi tidak dapat memenuhi kebutuhan mu?"tanya Erik menatap dalam Keyra.


"Bukan begitu Rik, aku orangnya cepat sekali merasa bosan jika hanya berdiam diri di rumah. Aku janji, jika kita sudah memiliki anak aku akan berhenti bekerja."ucap Keyra membuat Erik tersentak.


"Anak? apa kau begitu menginginkan anak dari ku."Erik mendekat lalu mengangkat dagu Keyra mendongak ke darahnya sehingga mata keduanya saling bertemu satu sama laen.

__ADS_1


"Tentu saja, tujuan kita menikah apa lagi jika bukan anak, untuk membangun rumah tangga yang bahagia sejahtera serta menjadikan mereka masa depan kita kelak."jawab Keyra memalingkan wajahnya tak berani menatap Erik karena rona mereh di wajahnya.


Laki-laki itu tersenyum kemudian menarik dagu Keyra kembali, tanpa di duga laki-laki itu mencium bibir ranum Keyra dengan lembut, bahkan sangat lembut penuh perasaan membuat mata Keyra terbelalak kaget.


__ADS_2