Polisi Itu Suamiku

Polisi Itu Suamiku
Untuk yang ketiga


__ADS_3

"K-kau kenapa menciumku?"Keyra benar-benar gugup, wajahnya yang sudah mereh bak kepiting rebus itu membuatnya langsung menyembunyikan dengan kedua tangan nya tak ingin lekaki di hadapannya ibi semakin menggoda nya.


"Bukanya kau suka?"tanya balik Erik berucap santai.


"S-siapa yang suka, kamu dasar mesum."Keyra bangkit dari tempat tidur, gadis itu menjauh senauh mungkin dari Erik hingga mempet di tembok sambil meyilangkan kedua tangannya menutupi dada.


"Kenapa kamu?ada yang sala."heran Erik.


"Ck, dasar! tidak sadar diri."batin Keyra.


"Tidak ada, apa yang kita lakukan di sini?"


"Bersantai."kawab Erik santai sambil merebahkan dirinya di kasur yang empuk.


Keyra berdecak sebal, bibirnya mengerucut sambil melipat kedua tangannya cemberut.


"Tapi aku bosan, Erik. Ini mah sama aja seperti di rumah, apa beda coba? sama-sama di terkurung juga. Benar-benar tidaj mengasyikan!"rajukanya cemberut manja.


Erik mengubah posisinya menjadi duduk, menatap Keyra kemudain mengehela nafanya.


"Kemarilah."


"Gak mau."saut Keyra.


"Kemarilah."pinta ulang Erik dengan sedikit menekan suaranya.


Dengan hentakan kaki sebel, Keyra itu patuh dan mendekat menghampiri Erik.


"Kyaaaaaa..."

__ADS_1


"Kenapa kamu senang sekali berteriak, apa kamu tidak takut di dengar oleh tentangga!"


"Kamu yang buat aku teriak, kenapa harus menarikku tiba-tiba dan duduk di atas pangkuan kamu."


Lagi-lagi jantung Sera di buat berdetak kencang oleh Erik, wajah kembali bersemu merah. Gadis itu hanya menundukkan kepalanya menatap gambar pada kaos yang di kenakan oleh calon suaminya.


Erik mengangkat dagu Keyra hingga keduanya saling beradu pandang. Kedua manik mata yang tajam itu nampak indah bila di lihat dari dekat. Keyra pun baru menyadari jika kedua bola mata Erik berwarna abu-abu dan itu sangat indah jika di pandang seakan dirinya terhipnotis olehnya.


Cup....


Ini keduanya kalinya Erik mencium Keyra, dan kali ini benar-benar sangat lembut sehingga membuat Keyra terbuai seakan terhipnotis oleh cumbuan Erik dan membuat Keyra menikmatinya lalu memejamkan matanya dan membalas kecupan Erik sehingga keduanya saling beradu mulut di sana. Saling mencecap serta ******* hingga kerongga mulut. Cukup lama mereka berciuman bahkan sampai nafas hampir nyaris habis jika tidak di paksa berhenti oleh Keyra yang menepuk-nepuk pundak Erik..


HOS....HOS...


suara nafas mereka terengah-engah, wajah Keyra merah sambil mengusap bibirnya yang basa berpaling kearah samping karena malu. Erik tersenyum lelaki itu menjilat bibirnya dengan lidahnya.


"Kenapa kali ini berasa sangat manis, ya?"goda Erik berbisik.


Kali ini wajah Keyra benar-benar seperti kepiting rebus yang sudah sangat merah. Membuat Erik gemes melihatnya.


"Apa kamu memiliki kekasih?"tanya Keyra mengalihkan pembicaraan.


"Tidak."sautnya singkat.


"Em, bagiamana mungkin kamu belum memiliki kekasih? umur sudah cukup untuk berumah tangga, dan lagi kamu..."


"Ganteng?"jawab Erik cepat dengan percaya diri.


"Iya....eh ngak kok. Kamu itu cuma narsis yang kepedean doang. Gak ada ganteng-ganteng nya."bohong Keyra. Nyatanya Erik memang sangat lah ganteng bahkan hatinya pun mengakui itu.

__ADS_1


"Ows, pantesan saja aku tidak laku, untungnya kamu mau menikah sama aku, jadi gak perlu khawatir lagi kalau aku jelek dan gak laku-laku!"


"Dih, GR banget sih? siapa juga yang mau menikah sama kamu."elak Keyra.


"Oh benarkah? tapi sayangnya kita sudah bertunangan, jadi cepat atau lambat kau akan menjadi istri ku."


"Ehem..."Keyra hanya berdehem menoleh arah laen menteralkan dirinya yang sedikit menjadi gugup serta detak jantung yang berdetak kencang.


"Tapi, jika kamu tidak punya kekasih. Apa kamu mempunyai seseorang yang kamu suka."tanya Keyra menatap manik mata Erik yang indah.


"Iya."jawab Erik pelan bahkan nyaris tak terdengar.


"B-benarkah? apa orangnya ada di sini?"Keyra merasa sesak di dada entah apa penyebabnya ia sendiri tidak tahu.


"Tidak tahu sekarang dia ada di mana?"saut Erik dengan senyum paksa.


Keyra terdiam, gadis itu masih duduk di atas pangkuan Erik.


"Kita sebentar lagi akan menikah, aku tidak akan. mengizinkan kamu untuk menceraikan aku sebelum kedua adik-adik aku menikah.


Bahkan jika dia kembali sekaligus! tetapi aku tidak akan menghalangi jika kamu ingin bertemu dengannya dan bahkan menjalin kasih padanya. Aku tidak akan melarang asal kamu tidak menunutut cerai, sebelum kedua adik-adik aku menikah!"


Dada Keyra merasa sangat sesak di dalam sana, dan ia pun merasakan sakit namun tak berdarah. Membuat persaannya bingung pada dirinya sendiri yang tidak memahami apa maksud dari hatinya ini. Seharunya ia sudah tau jika menikah dengan Erik hanyalah keterpaksaan saja dan tak ada cinta di dalamnya sehingga ia sendiri tidak dapat memaksa seseorang jika memang bukan untuk hantinya.


Erik terdiam sambil terus memandangi Keyra, lelaki itu tak menjawab sepata kata apa-apa lagi hingga suana menjadi hening sepi seperti kuburan.


"Aku mau pulang."pinta Keyra lirih.


Erik terus memandangi wajah Keyra, gadis itu merasa tidak nyaman, ia pun mencoba bangkit dari pangkuan Erik namun lelaki itu langsung menahan tengkuk nya dan kembali mencium nya.

__ADS_1


_______________


Maaf baru dapat update, cerita ini bakalan lanjut lagi. Kemaren-kemaren lupa kata sandi sehinga tak dapat masuk kembali ke akun yang in... Mohon dukungan like serta komentar nya karena dukungan kalian menyemangati autor receh seperti saya ini. 🤗🤗 😍😍😘😘 Terima kasih.


__ADS_2