Potret Dalam Doa

Potret Dalam Doa
Perjodohan


__ADS_3

"Aku kira sudah cukup bagiku untuk mengakhiri semua ini, untuk apa aku memperjuangkan seseorang yang hatinya milik orang lain,"


"Ra... Tolong maafkan aku...hatiku tidak seperti apa yang kamu fikirkan Ra... tolong percayalah padaku sekali lagi.. "


"Aku lelah Kang.... Lelah dengan tingkah lakumu yang terus membuatku terluka..."


...****************...


Siang itu Rania yang kerap disapa Rara pulang dari sekolah , sesampainya di rumah dia melihat ada sebuah mobil sedan hitam yang terparkir di halaman rumahnya yang sederhana, sambil menuntun sepedanya Rara mengerutkan keningnya tampaknya dia sedang berfikir dan menckba menebak siapa yang ada di dalam rumahnya, tak lama setelah memarkirkan sepedanya dekat motor ayahnya Rara bergegas melepas sepatuenaruhnya di rak lalu berjalan kedalam dan "Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaukumsalam... "jawaban serentak beberapa orang yang ada didalam ruang tamu rumahnya. Rara melihat sekeliling ada beberapa orang asing yang belum pernah dia lihat sebelumnya sampai kemudian dia bertemu pandang dengan Ajeng ( /Ibu Rara) sambil menggerakkan alisnya naik turun Rara mengode Ibunya seakan bertanya "siapa? "... Tak berselang lama "Ooh anak Ibu sudah pulang, sini nak " Ajeng bangkit dari duduknya menghampiri Rara menggapai tangannya "kenalkan ini teman Bapak dan Ibu, ini Om Wijaya dan Ini tante Erna"


Rara langsung menyalami mereka dan "Ooh ini yang namanya Rara, sudah besar kamu nak..."


"Salam kenal Om, tante... "


"Sini Ra "Ibu memanggil Rara sambil menepuk sofa disebelahnya yang kosong


"Ra, Om dan tante ini mereka teman Bapak dan Ibu, Om Wijaya banyak membantu dalam pengembangan usaha "


"Ehmmm.. "gumam Rara sambil mengangguk


"Ah Pak Heru bisa aja, sebenarnya Om yang sudah banyak dibantu oleh ayah dan ibu kamu , kalau gak ada bantuan dari Pak Heru dan bu Ajeng ah... sudah gulung tikar saya pak, bener kan mah..? "ucap Wijaya sambil menepuk bahu Erna yang ada disebelahnya


"Betul pah... itulah tujuan kita kesini sekarang adalah untuk mengucapkan Terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Pak Hari dan Bu Ajeng, karena sudah membantu kami dan mau bekerja sama dengan kami sampai saat ini, namun sepertinya hanya ucapan terimakasih saja rasanya kurang cukup maka dari itu kami mempunyai niat untuk menjodohkan putra kami dengan putri Bapak dan Ibu, bagaimana menurut Pak Heru dan Bu Ajeng ?"...


Rara yang mendengarnya langsung kaget bagai disambar petir di siang bolong,


"Kami ucapkan banyak terimakasih sebelumnya atas niat baik bapak dan ibu, kami sebagai orangtua tentu saja senang dengan kabar gembira ini lagi pula anak kami sudah diusia menikah, namun kami memberikan kebebasan kepada putri kami untuk memilih pasangan hidupnya sendiri jadi kami sebagai orangtua bagaimana anaknya saja, kalau anaknya setuju kami tentu setuju begitupula sebaliknya. Gimana Ra...? "


Rara bingung dan pucat mendengar apa yang ibunya katakan, ? "tunggu aku gak mimpikan"gumamnya dalam hati sambil mencubit tangannya untuk memastikan apakah ini bukan mimpi, "akh... "lirih ira pelan "ternyata ini nyata.. "


"Ra...? "Ajeng mengelus kepala Rara


"Oh...ya bu..? "


"Bagaimana menurut Rara tentang perjodohan ini?"tanya Ajang ulang


"Ehmmm Om.. Tante... Terimakasih sebelumnya, Rara butuh waktu untuk memikirkan semua karena ini menyangkut masa depan Rara, jadi mohon beri Rara waktu untuk memutuskan ini semua... "


"Ooh iya tentu saja, pikirkanlah dengan matang dan baik-baik, Om dan tante bersedia menunggu jawaban Rara, dan apapun jawabanmu kami pasti menerimanya jadi jangan khawatir dan jangan sungkan, pikirkanlah dengan matang ...."


"Terimakasih Om dan tante atas perhatiannya dan pengertiannya, bu Rara boleh kekamar? "


"ehmm... "Disertai dengan anggukan

__ADS_1


"Om, tante Rara permisi dulu " Rata beranjak dari tempat duduknya menuju kekamarnya ,Rata membuka pintu kamarnya lalu.. "Bruuk..." Rara jatuh terduduk lemas ada air yang turun dari pojok matanya membasahi pipi putihnya yang mulus , "bukankah terlalu cepat untukku, aku menginginkannya tapi tidak sekarang dan aku yang baru selesai ujian kelulusan sekolah juga belum, kenapa secepat ini ya Allah...


"Ra... Om dan tante permisi dulu ya.. "ucap Erna


Rata bergegas mengusap air matanya dan keluar kamar"Ooh.. iya Om tante hati2 dijalan "ucap Rara sambil menyalami mereka berdua


"Nanti kita obrolin lagi ya jeng.. "


"Iya Mba... "


"Assalamualaikum... "


"Wa'alaikumsalam.... "


Mereka memasuki mobil dan langsung menancap gas berlalu pergi, Rara dan kedua orangtua nya berbalik badan memasuki rumah mereka ketika sudah tak terlihat lagi mobil sedan hitam itu.


"Ra... sini duduk Bapak dan Ibu mau ngobrol sama kamu, huuf... "heru mengatur nafasnya


"Sebenarnya Bapak dan Ibu kalau boleh jujur inginnya kamu menerima perjodohan ini,"


"Pak...Ibu belum mengiyakan loh.. "


"Iya... Bapak secara pribadi senang kalau kamu mau nerima perjodohan ini, karena dulu mereka sangat membantu Bapak kalau mereka tidak mau menjadi suplayer, Bapak hak mungkin bisa sampai seperti sekarang ini, tapi semuanya balik lagi ke kamu, karena kan kamu yang akan menjalaninya, kita sebagai orangtua ikut saja "


"Pak, bu.... sebenarnya Rara keberatan, kenapa harus secepat ini, Rara masih pengen kumpul sama bapak dan ibu juga ka Reza, Rara berat ninggalin kalian itu yang Rara gak bisa, tapi jika difikir lagi itulah kodrat perempuan suatu saat nanti pasti akan dibawa pergi oleh suaminya, juga bukankah tidak baik menolak lamaran, Rara takut kena karma kalau nolak "


"Iya betul bu, kami sebagai orangtua dan kamu sebagai putri kami yang sudah dewasa silahkan kami memerdekakan mi untuk mengambil keputusan, apapun itu bapak dan ibu terima"


"Pak... Bu. .. Ka Reza udah tau belum? "


"Ibu udah ngasih tau Ka Reza "


"Terus apa kata Kaka?"


"Ka Reza menyetujui apapun keputusan Rara"


"Pak ... bu. .. InsyaAllah Rara siap dan menerima perjodohan ini, dengan mengharap keberkahan dari Bapak dan bu semoga Allah meridhoi keputusan Rata.. "


"MasyaAllah... nak... kenapa kamu begitu cepat tumbuh dewasa, "Ajeng menangis mendengar ucapan Rara


Bapak dan Ibu langsung memeluk Rara, mereka bertiga berpelukan dan menangis bersama...


Dilain tempat ada pemuda yang sedang mabuk di dalam diskotik dikelilingi oleh cewek2 seksi...


"Woi.. bro.. lu kenapa"ucap Frans

__ADS_1


"Gue pengen pergi yang jauuh... atau kalau bisa gue pengen menghilang dari dunia ini Frans "sambil menenggak minumannya


"Ngilang... kemana bro.. lu kenapa sih? ribut lagi lu sama si Laura ?"


"Enggak... Gue mau dijodohin Frans..."sambil membanting gelas diatas meja


"WTF... serius lu bro.. ?"Frans menyemburkan minuman dari mulutnya


"Sial ku frans, jangan nyembur juga kali ... "


"Lagian sih lu, bukannya buruan tuh nikahin si Laura.. Eh bro sama siapa gue penasaran sama pilihan Bonyok lu "


" Males gue, masa gue dijodohin sama anak kampung, ogah gue Frans "


"Apa lu bilang, anak kampung? "ucap Frans yang tertawa terbahak2


"Seorang Yuda Adi Wijaya yang selalu populer Dan digandrungi banyak cewek dimanapun dia berada, Pewaris tunggal Hotel Bintang lima, tapi selalu diporotin sama pacarnya saking begonya, mau dijodohin sama anak kampung , serius lu bro...? Ha.. ha.. ha.. gue salut sama pilihan Bonyok lu... "diakhiri dengan tepuk tangan dan gelak tawa Frans


"Apa lu bilang, bego... enak aja lu kalo ngomong... "


"Emang lu tuh bego kalau di depan Laura Miquella Chandra si siosialita yang taunya belanja dan ngabisin uang lu doang, gue heran lu dikasih cemceman apasih ama tuh anak, apa jangan2 lu udah apa2in tuh anak? "


"Woi... emang lu kira gue cowok brengsek ,gue masih tau batasan palingan gue *****2 doang ,lumayan kan masa udah ngeluarin duit banyak gue gak dapet apa2... rugi dong gue.. "


"Emang dasar lu, tapi salut sih gue sama lu, bisa nahan... , eh jadi gimana ?"


"Iya nanti Besok gue suruh dateng kerumah tuh cewek, gue lupa dikampung mana , males gue Frans.. "


"Gue temenin deh gimana? "sambil menggerakkan sebelah alisnya


"Serius lu...? "


"Iya... gue temenin... "


"Oke besok jam 9 kita berangkat... "


"Ok... "


"Thanks Frans... ,tapi gue bingung gimana caranya mutusin Laura, gue juga sebenarnya udah empet ama dia lagian kayaknya dia juga suka jalan sama cowok lain, tapi gue masih sayang... akh... "Yuda meremas rambut kepalanya


"Ya tinggal lu putusin ,beres kan... "


"gampang banget lu kalau ngomong... ya caranya gimana harus ada alesan kan.. "


"Ehm.. tunggu lu bilng tadi dia suka jalan juga sama cowok, tinggal lu selidikin terus lu foto nah udah jadi bukti kuat tuh buat mutusin si mak lampir.. beres kan.. ?"

__ADS_1


"Nanti dah gue pikirin... eh tapi lu dah janji besok jangan lupa gue tunggu dirumah.. "


"siaaap boss...gue anter lu pulang, hayo.. "Frans meraih tangan Yuda menaruhnya dipundaknya dan memapah sampai kemobil Civic Silver dan merebahkannya di kursi samping pengemudi dan dia sendiri yang mengemudikan mobil itu.


__ADS_2