
Suasana rumah yang ramai berangsur sepi, karena satu persatu tamu yang datang silih berganti meninggalkan lokasi pesta, hingga malam tiba hanya menyisakkan kedua keluarga kecil mempelai, itupun Papih dan Mamih Yuda sedang bersiap pulang ke Jakarta
"Pak Heru dan Ibu Ajeng yang sekarang jadi besan saya... Alhamdulillah acara pernikahan anak kita berjalan dengan lancar, sebagai orangtua dari pihak laki2 saya dan istri menghaturkan banyak Terimakasih atas segalanya dan kami berdua pamit undur diri, sudah saatnya saya pulang... "ucap Papih Yuda
"Saya juga mengucapkan banyak Terimakasih kepada Pak Wijaya dan Ibu,.."
"Bu Ajeng... saya pamit dulu ya, takut kemaleman besok masih banyak acara dirumah.. "cicit Mamih Yuda berjabat tangan dan menempelkan pipi kiri dan Kanab dan berpelukan, begitupun yang dilakukan para Ayah dari keduanya...
"Nak.. Rania anak Mamih... Mamih pulang dulu ya nak.., tolong layani Yuda yang manja dan nakal dengan baik, "sambil berbisik dan memeluk Rania
Rania menjawab dengan senyuman dan anggukkan, Lalu disusul oleh Papih berpamitan dengan Rania.
Disusul Yuda yang menenteng tasnya lalu menghampiri kedua mertuanya, dan bersalaman, "Om... tante... Yuda pamit juga..."sambil mengulurkan tangannya
semua orang yang ada disana heran, Rania tertawa kecil, "Yuda.... kamu gimana sih? "Teriak Papih Yuda
"Nak... kamu tinggal disini dulu .."bisik Mamih menghampiri Yuda
"Maksud Mamih..? aku ditinggal disini?"
"Iya nak... kamu kan udah jadi suami Rania, biasanya setelah menikah Suami akan tinggal dirumah istri untuk beberapa hari kedepan, setelahnya nanti baru kamu pulang sekalian bawa istri kamu.. "terang Mamih
"What... emang harus gitu apa mih? "
"Iya dong nak... kamu gimana sih, malu2in Mamih sama Papih aja, udah sana...oh iya sekarang om dan tante itu mertua kamu sama jadi perlakukan mereka dan panggil mereka sama seperti Mamih dan Papih ,inget itu, malu2in aja udah bangkotan masih belum dewasa juga... "celoteh Mamih
"Udah Papih sama Mamih pulang dulu, inget harus bawa diri dengan baik... "
Yuda hanya mengangguk... matanya tak rela jika Dia harus menginap dirumah Rania..
"Tunggu Dulu, tapi aku kan gak bawa baju ganti Mih, masa selama disini aku pakai baju ini terus, enggak ah.. pokoknya Yuda pulang bareng Mamih Papih ya..? "
"Lu gak usah hawatir, baju gue banyak lu mau yang mana tinggal ambil dilemari gue, yang baru juga banyak... "timpal Reza yang sedari tadi hannya menyimak
"Tuh.. ada Reza..."
"Tapi Mih...? "
"Udah selesai... tak ada tapi2an... Mamih Pulang dulu.. Makasih y'all Reza..., tante paint dulu, Assalamu'alaikum.... " Yang dijawab oleh semuanya...
Setelah mereka pergi, semua orang masuk kekamarnya masing2.. menyisakan Yuda yang masih duduk termenung dengan kemeja putihnya yang amburadul, "Ra... ajak nak Yuda kekamar... "Teriak Pak Heru
"Oh iya Rania Lupa Pak, Ayo kang kekamar.."Yuda mengikuti Rania yang berjalan didepannya
__ADS_1
"kenapa tadi kamu gak bilang sama aku kalau harus nginep disini, sengaja ya? "
Rania menggeleng "enggak Kang, Rania pikir Akang udah tau "
"Gue tinggal dikota mana tau kebiasaan dikampung,.."ketusnya
"Sebenernya bukan masalah tempat nya kang, tapi emang adat istiadat seperti itu.. "
"Udah lah... Mana kamar kamu? "
Rania menunjuk ke pintu depan sebuah kamar "Ini... "sambil senyum...
"Bukannya bilang dari tadi..., aku mau Mandi, kamar mandinya dimana? "
Rania menunjuk ke arah sudut kamarnya, Yuda bergegas masuk kedalam, "Ringgit.... "cicit Rania yang tak dihiraukan Yuda
"Akang gimana sih, belum bawa handuk, baju juga belum disiapin... "lirih Rania lalu bergegas kekamar Reza
Tok... Tok ..."Ka.. "
"Iya Ran..masuk... "
Rania membuka pintu dan melihat kakaknya sedang asyik menatap layar laptop nya "Ka Rania mau pinjem baju buat Akang... "
"Makasih ka.. "ucap Rania yang dijawab dengan anggukan Reza
"Kak Reza lagi kerja? "
"Iya, banyak berkas yang belum ditanganin"
"Ka, setelah Rania resmi jadi menantu Pak Wijaya, apa itu artinya perusahaan Bapak akan baik2 aja...? "
Reza langsung menghentikan jarinya yang sedang mengetik dan menoleh kearah Rania
"Tentu saja, karena kamu sudah menolongnya, sekarang ini perusahaan kita bekerja sama dengan perusahaan Pak Wijaya, jadi kamu gak usah hawatir, semuanya akan baik2 saja... "terang Reza
"syukur lah ka, oh iya Rania sudah ambil beberapa baju sama celana , Makasih ka sambil memeluk leher Reza dari belakang kursi kerjanya ,lalu pergi keluar kamar
"OH iya Ra... bilang ke suami kamu semua baju dan celananya baru... "teriaknya
"OK ka.. semoga Akang suka... huf... kira2 mandinya dah selesai belum ya...? coba masuk dulu deh... "
Rania masuk ke kamarnya tak ada orang dan masih terdengar suara air dari dalam kamar mandi, "Huff.. untung Akang masih mandi "lalu ia merapikan baju dan celana yang dibawa diatas tempat tidurnya, "biar Akang sendiri yang pilih.. " lalu berbalik badan dan "Astagfirullahaladziim..." teriak Rania sambil menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya...
__ADS_1
"Apaan sih lu, Lebay... "
"Akang kenapa gak bilang kalau udah selesai mandi... "
"lah... ngapain bilang, udah mana baju sama celana, daleman juga "
"Nih udah Rania siapin, Akang tinggal pilih, "
"Yaudah minggir... "
Rania bergegas pergi dengan kikuk menuju pintu dan keluar kamar ,mukanya merah nafasnya terengah dia memgang kedua pipinya serasa panas,
"Ra.. kamu kenapa "Tanya Ibu disusul Bapak dan Kak Reza
"Kamu kenapa nak? "tanya Bapak
"kayak habis liat hantu kamu Ra, Muka kamu kenapa merah begitu? "tanya Reza
Rania semakin kikuk.. "Ah... enggak.. enggak kenapa2 kok... "jawab Rania kemudian "tunggu dulu, Bapak, Ibu sama Ka Reza ngapain didepan kamar Rania... jangan bilang kalau kalian mau...?? " Rania tak menerus kan kalimatnya
Mereka bertiga kikuk saling pandang "enggak kok kita kebetulan lagi lewat aja tadi, ya kan Bu...? "Tanya Reza
"Iya betul, ya kan Pak... "
"ehem... iya, ayo Bu kita kembali kekamar , kamu juga za..."ajak Bapak
merely lalu pergi sambil tertawa kecil
"awas ya Ka Reza... "teriak Rania, Reza hanya melambaikan tangan tanpa menoleh.. "Ih sebel deh.. " lalu masuk kamar kembali menutup pintu diam menyandarkan tubuhnya dibalik pintu, memajamkan mata mencoba mengatur kembali nafasnya yang tak beraturan dan ketika membuka matanya...
"kamu ngapain..? " Yuda mendekatkan wajah nya hingga hanya berjarak beberapa centi dari wajah Rania, "Aneh... "lalu menegakkan tubuhnya dan berlalu
Rania masih diam terpaku, baru saja dia mengatur nafasnya kini jantungnya yang Dag dig dug tak karuan.. "Kenapa dia begitu menyilaukan...? "
" Aku tidur di sofa aja, kamu tidur dikasur.."ucap Yuda sambil berjalan mengambil bantal lalu merebahkan badannya di atas sofa yang menhadap ke tempat tidur
"Akang kenapa gak tidur dikasur aja ,biar Rania yang disofa... "
Yuda menggerakkan tangannya isyarat dia tidak mau, Rania mengerti "ya sudah kalau Akang maunya begitu.. "dia kekamar mandi membersihkan diri, dan menuju tempat tidur, merebahkan badannya, "nikmatnya... seharian ini Capek sekali berdiri... " memiringkan badannya ke arah sofa, terlihat Yuda yang sudah terlelap.. "Akang pasti capek, harusnya Rania pijitin, tapi mungkin Akang gak bakal mau, "cicitnya
Rania Lama menatap Yuda, dari ujung rambut sampai ujung kaki, "kenapa Akang terlihat berbeda dari biasanya, kenapa aku baru engeh kalau Akang itu cukup lumayan... "gumamnya dalam hati.."akh.. sadar Ra... dia itu gak suka sama kamu.. " sambil menepuk kepalanya, "sayang sekali "cicit Rania
"Dia udah tidur? kayaknya udah soalnya diem, aneh emang nih anak, tadi senyam senyum ngoceh sendiri.. dasar bocah.. tunggu dulu, dia tidur pake kerudung, emang bego nih anak.. bodo ah, peduli amat.. " keduanya tidur pulas
__ADS_1