
Ramai orang berlalu lalang disebuah rumah sederhana dipinggir jalan, sebuah tenda terpasang tinggi dengan warna gold yang terkesan mewah, berbagai karangan bunga berjajar rapih disepanjang jalan menuju rumah itu, lagu degung mengiringi aktivitas mereka yang mempersiapkan acara.
"gimana sudah siap semua? "
"Sudah pak, "
"Bagus... " ucap Bapak Rania
"tinggal menunggu tamu dari pengantin laki2 dan Pak Penghulu.. ,"
Didalam rumah tak kalah sibuk, Rania berada dikamarnya sedang di makeup,menghadap menatap pantulan dirinya didalam cermin seakan tak percaya, "Apakah keputusanku sudah tepat? " gerutunya dalam hati
take berselang Lama, Nanda berlari sambil berteriak "Pengantin Laki2 dan keluarganya akan segera tiba... "pekiknya
Rania mengecek ponselnya yang berdering ,memgerutkan dahinya Dan diam beberapa saat memejamkan matanya seakan menahan sesuatu, lalu dia mematap kembali ponselnya memastikan sesuatu "Akang..."
lirihnya "apa maksudnya ini?" ..,
^^^"masih ada waktu jika kau ingin membatalkannya "^^^
^^^Akang^^^
"begitu mudah mulutmu mengucapkannya, kau pikir aku tak menginginkannya..? "
"apakah itu berarti kau menginginkannya juga?"
Akang
"Tentu saja, mari kita akhiri sampai disini, bukankah ini moment yang bagus semua keluarga dan kolega Bapak dan Om semua ada disini.."
"Gimana ,apa akang setuju...? "
Tak ada balasan dari Yuda, Rania masih tegang namun dia berusaha tenang... "kenapa Akang tega..dan kenapa harus ada foto seperti itu, Akang pikir aku akan meneyerah setelah melihat foto itu ...? Jangan berharap, aku akan ikuti permainan Akang.. "Cicit Rania pelan,tak Lama Ibu Rania masuk kamar dan menghampirinya, Rania mengembalikkan senyumannya dengan tangan tetap terkepal kuat.
Keluarga mempelai Pria sudah datang... mereka turun dari mobil dan disambut oleh keluarga perempuan.
__ADS_1
"Ra.. Ibu keluar dulu.. "sambil melepaskan genggaman tangannya
Tak berselang Lama diluar sudah riuh, Karena pengantin Laki2 tidak ikut serta, Rania bangkit dari duduknya mencoba untuk menanyakan kebenarannya tiba2 badannya lemas dan terhuyung beruntung ada Nanda yang setia menemaninya,
Rania berjalan keluar dari kamarnya
"Ra kamu mau kemana? "tanya Nanda
Rania terms berjalan mengabaikan pertanyaan Nanda, dia menemui para Orangtua yang sedang bersitegang karena mempelai pria tidak datang bersama, Rania menghampiri mereka "Semuanya harap tenang, semua baik2 saja... "dia diam sejenak matanya mencari seseorang dan berhenti tepat pada seseorange yang berdiri dibelakang, mereka bersitatap melempar pesan melalui sorot mata keduanya yang kemudian salah satunya menganggukkan kepalanya Pelan, "Mohon maaf kepada semuanya yang telah hadir untuk menunggu benerapa saat lagi, karena saat ini calon suami saya sedang dalam perjalanan menuju kesini, mohon untuk menungggu beberaap saat lagi, untuk Pak Penghulu saya mohon maaf yang sebesar2nya dan meminta untuk menunggu beberapa saat lagi, .."
Rania menghampiri laki2 tampan yang sedang duduk disamping Ibunya "Ka Reza... kapan datang..? " sambil memegang tangan nya
"gak nyangka loh kamu duluin kaka, kamu cantik banget dek.... pangling.. "ucapnya sambil tertawa kecil
"Ih... ka Reza jangan bilang gitu, lagian kaka susah banget nyari cewek.. pilih2 terus dapet enggak... "
"ha.. ha.. kamu tuh kalo ngomong ya sembarangan... "
"Makasih loh kak udah hadir kesini... "
"harus dong.."
"enggak ka, aku baik2 aja kok, Semoga semuanya berjalan dengan lancar dengan izin Allah... "
"Aamiin.... "
Rania terus menutupi rasa gelisahnya, setelah 1 Jam menunggu dan semua tamu sudah mulai bosan, disaat yang lain terus berlalu lalang tapi Rania tetap diam ditempat duduknya tak bergerak, didalam batinnya dia terus memanjatkan doa agar semuanya baik2 saja "Ya Allah... jika Akang datang berarti dia jodohku dan aku dengan sepenuh hati akan menerimanya, tapi jika dia tidak datang kesini
jangan pernah engkau pertemukan Aku dengannya, hamba ikhlas apapun yang terbaik dari Mu "
Tak berselang Lama tiba mobil sedan dan benar saja Yuda datang dengan muka cool nya dan dengan santainya tanpa rasa bersalah dia melenggang kearah Rania
"Ayo... "
Rania diam tak bersuara, jantungnya berdetak hebat dan tak beraturan, tegang lebih tegang dari kejadian tadi, "inikah jawaban dari Mu? Dan Akang benar2 jodohku...?" gumam Rania dalam hatinya
__ADS_1
"Kamu darimana saja sih nak "ucap mamih sambil memegang lengan Yuda "Hayu semua orang udah nungguin kamu dari tadi.. "
"hayo silahkan Pak Penghulu dimulai saja.."ucap Papih "Saya mohon maaf sebelumnya.. "
Dan Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, semua memberi selamat kepada Rania dan Yuda. Tak terlewat tentunya memberi selamat kepada kedua orangtua mereka, karena kebanyakan yang datang kolega dari kedua belah pihak...
Yuda melingkarkan lengannya dipinggang Rania dan berkata "gimana surprise nya tadi, kamu pasti tegang ya kan? aku pengen ketawa kalau inget ekspresi tegang kamu tadi.. hah.. "Yuda menyeringai puas
"Terimakasih kang untuk kejutannya, walaupun awalnya memang tegang, tapi pada akhirnya Alhamdulillah Akang dan Rania SAH menjadi suami istri... "ucap Rania dengan senyum wajah sambil menahan tangan Yuda agar tetap dipinggangnya...
Mereka berdua besitatap seakan berbica lewat pandangan mata, "Ok.. kita liat aja nanti, masih banyak kejutan yang aku persiapkan untuk kamu, jangan cepat pus, masih banyak kejutan yang akan kamu hadapi nanti , tunggu aja... "cicit Yuda dengan penuh kekesalan
Rania hanya tersenyum kearah Yuda, padahal jauh dilubuk hatinya ia ingin menangis... "Ya Allah... hamba mohon kekuatan"
"Melihat mereka tertawa itu sudah cukup bagiku meksi aku hannya dijadikan tumbal, tak apa "lirih Rania
"kamu kira perusahaan kita pesugihan apa "
Rania hanya tersenyum
Frans menghampiri keduanya Dan mememberi mereka selamat "Selamat ya Bro, gak nyangka lo dah married, " sambil berpelukan "pesen gue cuma satu bro, kurangin nakal lo dan jangan sakitin anak orang "bisiknya lalu melepaskan pelukannya
"Sial lu... "balas Yuda kesal
"Ra.. Selamat ya, kamu harus banyak sabar ya Ra ngadepin suami kamu... "sambil melirik Yuda
"Yang ada juga gue kali yang harus banyak sabar ngadepin nih bocah... "timpalnya
"udah Ra, abang percaya kamu pasti bisa.. "
"Iya Bang makasih banyak atas doa dan pesannya, insyaallah Rania bisa Bang, Makasih banyak ya Bang... "yang dibalas dengan anggukkan Frans
"Kalau ada apa2 bilang ke abang ya Ra? "
"siaap Bang... "
__ADS_1
"Apaan sih kalian berdua, sok akrab lu.. "sambil menonjok kecil ke lengan Frans
Rania berterimakasih kepada Frans karena tanpa bantuannya Yuda mungkin tidak akan hadir, tapi memang semuanya sudah direncanakan oleh yang Maha Kuasa.