
Setelah pertemuan kedua keluarga semalam, Rania dan kedua orangtuanya masih menginap di hotel, rencana mereka pagi ini akan berkunjung kerumah Keluarga Wijaya.
Rania dan kedua orangtuanya berkemas meninggalkan hotel,di Lobby mereka duduk sambil menunggu mobil jemputan datang , Rania pamit ke toilet setelah selesai Dari toilet Rania bergegas karena orangtuanya menelepon kalau jemputan sudah datang dia berjalan di lorong toilet dan "Duug. ... "suara benturan kepala
"Ah.... "lirih Rania sambil memegangi kepalanya
"Aw...sorry sorry... gak sengaja, kamu gak pa2 kan? "ucap seorang pria asing
"Oh iya gak pa2 ko, maaf aku juga gak sengaja, buru2... maaf ya Mas... "ucap Rania sambil menundukkan kepalanya
"Iya... gak pa2, kita sama2 meleng... he... "
Rania melihat sosok didepannya laki2 tinggi, putih, hidung mancung alis tebal dan mata yang sendu... "Maaf Mas saya buru2... permisi.... "Rania bergegas pergi
"Eh... tung..."belum selesai ngomong Rania sudah tidak ada, "cepet banget tu cewek ilangnya, padahal saya cuma mau balikin ini "
sambil memegang sebuah sapu tangan hijau pastel dengan sulaman benang yang rapih membentuk sebuah bunga Lotus merah yang mekar dengan indahnya.. .. Akhirnya dia memasukkan sapu tangan itu kesaku celananya dan berlalu pergi..
"Kamu darimana aja, hayo... "ajak Ibu Rania
Setelah 25 menit mobil berhenti tepat didepan gerbang tinggi, dan tak berselang Lama gerbang itu terbuka menampakkan sebuah bangunan Classic Modern yang sangat mewah, Rania dan kedua orangtuanya turun dari mobil dan langsung disambut oleh kedua orangtua Yuda.
"Selamat datang di rumah kami Pak Heru dan Ibu Ajeng, serta nak Rania "sapa Pak Wijaya dengan ramah yang disertai dengan senyuman cantik dari bu Erna
"Ayo mari masuk... "ajak ibu Erna ramah
"Selamat Datang calon menantu tante yang cantik... "sambil menarik tangan Rania dan mengajaknya kedalam
Didalam rumah disuguhkan dengan berbagai pemandangan yang menyilaukan mata, begitu banyak barang antik dan warna classic yang mewah...
__ADS_1
"Oh iya, Yuda sedang dikantor tapi tante sudah bilang kalau kamu mau datang kesini, jadi tante suruh dia makan siang dirumah, bentar lagi datang. "
Rania hanya tersenyum dan mengangguk, entah apa yang Rania fikirkan, mendengar namanya saja sudah membuat Rania takut, bingung campur aduk, apa yang harus aku lakukan, sejak kejadian semalam Rania gelisah dan tidak bisa tidur karena memikirkan keputusan apa yang harus ia ambil, dia takut namun tetap harus ikut...
"Nak... apa kamu tidak keberatan menyangkut usia kalian sangat jauh... "tanya ibu Erna
"gak masalah tante, usia hanya angka yang tidak menghalangi suatu hubungan ,jika tetap belajar memahami satu sama lain, berapapun perbedaan nominalnya maka tidak akan sia2 dan terus bersama.. "
"Iya tante setuju... perempuan akan dapat menyeimbangi laki2 berapapun perbedaannya... "
Mereka semua berbincang membicarakan tanggal pernikahan dan segala rupanya, Rania hannya menyimak dan mengiyakan atau menggeleng jika dirasa tidal perlu, tak berselang Lama Yuda datang, dia selalu rapih dan apapun yang ia kenakan selalu memperlihatkan kegagahan seorang laki2 yang berkarisma tinggi...
"Kemari nak, pas sekali kita baru akan mulai makan siang... "ucap Erna
"Halo semuanya... "sapa Yuda
"Nak Yuda selalu terlihat maskulin dan gagah... kalau tampan tak perlu dikata.. y'all lame Ra... "celoteh Ibu yang membuat Rania gelagepan harus bilang apa.. Disertai tawa para orangtua karena melihat Rania salting
Setelah selesai makan dan berbincang membahas pernikahan yang diserahkan kepada kedua orangtua mereka, Yuda pamit
untuk kembali kekantor karena ada urusan.
Rania menyusul Yuda yang keluar menuju pintu , awalnya ia ragu namun setelah mengumpulkan keberanian ia bergegas menghampiri Yuda dan...
"Akang tunggu, bisa kita bicara sebentar.."pintanya
Yuda menoleh dan menghentikan langkah kakinya, lalu "Ikut aku kemobil " kemudian masuk kedalam mobil sedan disertai Rania
"Mau ngomong apa? "
__ADS_1
"sebelumnya Rania Minta maaf Karena Rania tidak bisa mewujudkan keinginan akang, Rania mau tanya, Akang mau gimana tentang pernikahan kita berdua? "
"Kamu mau tau maunya aku gimana? "
Rania mengangguk mengiyakan
"Aku mau nikah sama kamu hanya diatas Kertas "
"Maaf, maksud Akang gimana? "
"Ya kita menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orangtua kita, tapi setelah pernikahan kita menjalani kehidupan masing2... "
"Tapi kang, Kita pasti akan tinggal bareng "
"Iya tentu saja, kita satu atap tapi kamar kita pisah dan kamu jangan pernah ikut campur dengan semua masalah pribadi saya, termasuk tentang pacar saya , dan kamu harus tau Ini harus kamu rahasiakan dari Orangtua kita dan keluarga besar kita... Paham.. "
"Iya kang Rania paham... "sambil menatap Yuda yang berada dismapingnya "segitu bencinya kah dan begitu tidak maunya Akang nikah sama Rania , Rania pengen tau perempuan seperti apa yang akang sukai".
"Ya sudah kalau begitu sana kamu turun... Saya mau kekantor.. "ketusnya
"Oh iya kang.. hati2 dijalan... "
Yuda mengendarai mobilnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Rania
"Ya Allah, tolong berikan Rania kekuatan dan kesabaran yang besar dan luas untuk mengahadapi semua ini, dan jika engkau Ridhoi maka pernikahan ini akan terlaksana.. "
Setelah semuanya selesai Rania dan kedua orangtuanya pamit pulang...
"Akang... Rania pamit pulang, sampai ketemu nanti "
__ADS_1
..."Ok... "...
"Semoga akang dan keluarga selalu dalam lindungan-Nya "