
Siang itu Yuda diajak berkeliling oleh Bapak mertuanya, mengelilingi kampung "Nak Yuda kemari... "panggil Heru dari teras depan rumahnya
Yuda yang tengah asyik mengobrol dengan Reza bergegas bangun dari duduknya dan menghimpiri mertuany "Ya Pak... "jawab Yuda
"Ayo ikut Bapak..."ajak Heru
"kemana Pak? "
"Udah ikut saja... "ucap Heru yang diiyakan oleh Yuda bq melangkahkan kakinya dibelakang Heru, Yuda mengerutkan keningnya karena dia tidak tau akan pergi kemana...
Heru menaiki Vespa yang sedari tadi terparkir di samping mobil Sedan Yuda, "Ayo naik... "ajak Heru
"iya Pak "Yuda duduk dijok belakang kemudi
Heru melajukan vespanya dengan santai mengelilingi kampung halamannya , kemudian Heru menghentikan Vedanta "Nak lihat.." sambil menunjuk hamparan sawah yang hijau karena Baru ditanam "itu semua milik Bapak, dari ujung sana... sampai sini... "sambil menunjuk
"Bapak bertani? "tanya Yuda
"tentu saja nak, Bapak ini petani orangtua Bapak sampai kakek Bapak juga petani... "
"Waah... hebat sekali pak, saya kira Bapak seorang pengusaha... "
"Looh... pengusaha itu nomor 2, nomor satu ya petani... "
"Hebat..."ucap Yuda diiringi tepuk tangan
"ayo naiik... "ajak Heru
"kita mau kemana lagi pak? "
"nanti juga kamu tau... "
__ADS_1
setelah sepuluh menit berlalu tibalah di sebuah kebun yang dikelilingi pagar banyan pohon yang Yuda tidak ketahui disana hugs beberapa pekerja yang sedang bertugas disana..
Heru menghentikan vespanya dan memarkirkannya di samping pagar kebun itu
"Mari nak.. "ajak Heru
Mereka melangkahkan kaki memasuki pekarangan kebun luas tersebut disambut oleh beberapa pekerja "Pak... "sapa seorang pekerja itu
"yang lain kemana Jang...? "tanya Heru
"ada pak mau saya panggilkan? "tanya Ujang yang kemudian dijawab dengan anggukan Heru
tak berselang lama semua orang berkumpul, ada sekitar 10 orang pekerja disana berbari menghadap Heru dan Yuda
"Gimana pekerjaan kalian hari ini...? "tanya Heru
"Lancar pak... " jawab serentak
kemudian dibalas dengan senyuman dari para pekerja
"ya sudah... silahkan lanjutkan pekerjaan kalian.. " lalu mereka semua kembali ke pekerjanya masing - masing
"Mari Nak..."
Heru mengajak Yuda berkeliling di kebunnya
"Pak ..ada pohon apa saja disini... bukankah itu buah jeruk? "
"betul, disini ada jeruk, mangga, dan apel... "
"waah... banyak juga pak.. "
__ADS_1
kemudian mereka duduk dikursi kayu dibawah pohon mangga... "kemari nak.. "ajak Heru sambil menepuk tempat kosong disampingnya, kemudian Yuda duduk disana disamping bapak mertuanya, sinar matahari yang memasuki celah dari dedaunan yang rindang diiringi dengan suara hembusan angin yang semilir menerpa lembut dedaunan
membuat hati siapa saja yang ada disana serasa begitu tentram
"Bagaimana menurutmu...? "ucap Heru ambigu
"maksud Bapak...? "tanya Yuda bingung
"Rania... bagaimana menurutmu tentang Rania...? "
Yuda sedikit bingung dia harus menjawab apa, karena dia sebenarnya belum mengenal Rania dengan baik apalagi menyayanginya...Dia diam dan memikirkan dengan hati2 setiap kata yang akan dia ucapkan...
"Rania... gadis baik, polos dan lugu... "jawab Yuda spontan,
"He... betul dia memang seperti itu.. jawabanmu sama seperti kata orang yang pernah mengenalnya... tapi menurut Bapak tidak seperti itu... kau tau nak kenapa dia lulus SMA di usia 19 tahun...? diusianya sekarang seharusnya dia sudah masuk perguruan tinggi... "
"Betul Pak, bukankah seharusnya dia sudah kuliah? "
"Dulu waktu Rania kecil suka manjat pohon ini... "sambil menunjuk pohon mangga yang tepat berada diatas mereka
"kau tau nak.... diusia SD dia senang sekali ikut Bapak ke kebun dan pasti selalu memanjat pohon sesuka hatinya tanpa kenal takut... sampai suatu hari, tepat tengah hari bolong pulang Dari sekolah Rania mengajak temannya main kekebun dan mereka berdua memanjat, tak berselang lama... tiba2... bugh... jatuh lah Rania dari atas pohon ini, tangannya kananannya patah, dan dibawalah kedokter dijakarta , karena pemulihannya lama akhirnya dia berhenti sekolah satu tahun... "
"Ooh... jadi seperti itu, nakal juga ya... anak cewek tapi kelakuannya kayak cowok... he... "
"he... itulah dia, dibalik sikap polos dan lugunya , sebenarnya dia adalah gadis dewasa yang berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya, berani mempertaruhkan masa depannya demi untuk menyenangkan kedua orangtuanya sebagai tanda bakti.. bapak rasa kamu juga bersikap demikian, kalian berdua dipertemukan tidak dengan rasa cinta dan sayang tapi kalian dipertemukan dengan ridho kedua orangtua kalian itu lebih mulia karena sebagai seorang anak ridho orangtua adalah Ridho Allah... Nak... jangan menghawatirkan soal cinta , seiring berjalannya waktu cinta akan tumbuh dan berkembang dan akan kau rasakan nanti kau harus tau nak, cinta yang seperti itu akan menjadi kekuatan yang tidak bisa tergoyahkan akan menjadi kepercayaan yang tak terbantahkan Dan akan menjadi kasih sayang yang tak terkalahkan...kau akan merasakan betapa nikmatnya cinta yang Allah berikan , bukan dari hawa nafsu kita, itulah cinta yang suci yang datang pelan tapi pasti yang harus kau syukuri... nak.. jika nanti kau tidak menemukannya maka ucapan bapak salah maka kembalikanlah dan antar kan dia kembali ke orangtuanya... kau mengerti nak..? "
Yuda mengangguk mengiyakan bahwa dia mengerti, dia tidak bisa berkata apa2, semua yang mertuanya katakan adalah kebenaran, dia beruntung tanpa menjelaskan semuanya bapak mertuanya sudah mengerti bagaimana perasaannya, namun satu mertuanya tidak tau bahwa Yuda akan selalu mencari cara agar ia bisa mengakhiri pernikahan ini... Dan tentu saja akan aku kembalikan putrimu jika waktunya sudah tiba...
Heru menepuk bahu Yuda "Bapak percayakan putri Bapuk padamu nak, jaga dia dengan baik... "
"Iya Pak, Insyaallah... "jawab Yuda singkat
__ADS_1
Lalu mereka pulang dan membawa sekantong mangga hasil panen ...