
Ujian Sekolah telah berakhir, Kelulusan telah di Umumkan Semua siswa dan siswi Lulus... riuh sorak sorai para siswa menggema, semuanya berkumpul Di tengah lapang sekolah, terlihat wajah gembira dengan dihiasi senyum kebanggaan dan kelegaan saling berpelukan bahkan menangis bersama,
Tidak dengan Rania yang terlihat tampak bingung "haruskah aku bergembira ?" elunya dalam hati .
"Ra...kamu kenapa, kok kayak orang bingung... kita Lulus Ra... kita semua Lulus..."teriaknya sambil mengguncang bahu Rania yang membuatnya tersadar dari lamunannya
Sudut bibir Rania terangkat, berat rasanya ketika kita ingin bergembira namun hati kecil kita berkata sebaliknya, itulah yang dirasakan Rania saat ini.
"Iya Nan Alhamdulillahm... Kita Lulus... "
Setelah acara selesai...
Rania dan Nanda mengambil sepedanya masing2, anak2 yang lainnya membawa motor hanya mereka berdua yang berbeda...
"Ran... rencana mau kuliah dimana? "Tanya seorang siswa laki2 sambil menuntun motorbebeknya
"Insyaallah.. Jakarta Ga... "
"Sama dong Ran, aku juga mau kuliah Di Jakarta "cicit Angga sambil tersenyum
"Ih... ikut2an aja... gak punya pendirian banget sih lu... "celoteh Nanda kesal
"apaan sih nan... nimbrung aja lu.. "
"Helloow.... gak salah, yang nimbrung tuh kamu.. "celoteh Nanda dengan nada kesal
"Udah2... kalian tuh ya kalau ketemu pasti adu mulut, udah diem... "sentak Rania kesal
"Ran.. kamu bener mau ke Jakarta? kok gak cerita sama aku? pasti ada sesuatu nih... ya kan?
"Sorry nan, aku belum sempet cerita sama kamu... "ucap Rania sedih
"Eh... gimana kalau nanti kita bareng aja Ran?"Angga berbicara sambil menggerakkan alisnya
"maksud kamu ? "tanya Nanda heran
"ya kan Rania mau kuliah di Jakarta, nah aku juga kan sama mau kuliah diJakarta juga, jadi ya kita bareng aja Satu kampus, nah... kamu mau kuliah dimana Ran? "tanya Angga
"enak aja kamu..itu mah maunya kamu.. .. "
"Loh kok, elu yang ...?"
"Stop... udah jangan ribut, aku kuliah di Jakarta dan aku gak akan bareng sama kamu, titiik.... "ucap Rania kesal
__ADS_1
Angga tak menyangka Rania akan semarah itu, dia merasa tidak ada kata2 yang salah...
"Puas lu sekarang...? "cicit Angga ke Nanda yang dibalas dengan senyuman puas Nanda
"Sorry Ran.. aku gak ada maksud apa2... serius cuma nannya doang...sekali lagi maaf ya Ran.. "Angga memohon dengan muka memelas
"Iya aku maafin... "jawab Rania dengan nada datar..
"Ayo Ran... "ajak Nanda
Mereka berdua memgayuh sepedanya, sedangkan Angga berada dibelakangnya sedang menyela motor beneknya...
"Ran... duluan ya... "sambil mengangkat Satu tangannya memberi isyarat
Dijawab dengan anggukan Rania...
Lalu mereka berpisah dipersimpangan
"Ran kamu kenapa sih? "
"Maksud kamu...? "
"Iya kamu tuh hari ini aneh, dari pagi murung terus, aku ajak ngobrol gak nyambung, pas pengumuman kelulusan ketika siswa yang lain bahagia kamu malah sedih.. kenapa sih Ran, yakin kamu gak ada apa2, kamu gak mau cerita Ran..? "
"Ran... "tak ada jawaban "Ran... "Nanda mengeraskan suaranya
"Iya Nanda... gak usah teriak juga kali... "
"berenti..."cicit Nanda kesal
mereka berdua berhenti didepan warung kecil pinggir jalan , memarkirkan sepedanya disamping warung dan duduk disana.
"Bu.. es teh manis dua ya... "ucap Nanda
"Iya de.. "
"Sekarang kamu cerita...kamu kenapa Carita sama aku "
"de esteh manisnya.. "
"Makasih bu.. "
Setelah diam beberapa Lama..
__ADS_1
"Ran... kamu bener gak mau cerita sama aku?" Tak ada jawaban "Ya udah aku pulang aja, aku kira kamu memganggap aku sahabat ternyata hanya teman sesaat.. bu berapa?"
Nanda beranjak dari tempat duduknya
"Nan... aku dijodohin... "
"Apa... Ran coba ulangi..? "
" Aku dijodohin Nan..."ucap Rania sambil memegang lengan Nanda
"Serius kamu Ran...? "
Rania mengangguk mengiyakan...
"Jadi ini yang bikin kamu beberapa hari ini murung..? cowoknya siapa, Dan orang mana?"tanya Nanda dengan serius
"Namanya Yuda Adi Wijaya, orang Jakarta dia anak teman bisnis Bapak.. "
"Udah berapa Lama...?"
"Aku lupa Nan, beberapa bulan terakhir tepatnya aku lupa "
"Oke, terus kamu gimana? pasti kamu tolak kan? "
Rania hannya diam memandangi Nanda
"jadi kamu terima? "Tanya Nanda yang diiyakan oleh anggukkan Kepala Rania
"gila kamu Ran..? "Nanda menggelengkan kepalanya
"Bener Nan, aku udah gila, aku bingung nan.. aku bingung harus gimana? apakah aku sudah mengambil keputusan yang tepat ? aku kira setelah mengambil keputusan hatiku akan tenang, ternyata enggak Nan, justru sebaliknya, aku takut, bingung, sedih ,khawatir... jadi haruskah aku bahagia Nan?... disaat perasaan ini berkecamuk tak menentu.. "
Rania menunduk dan menangis, Nanda beranjak dari duduknya berjalan ke arah Rania, memeluknya dan mengusap lembut punggungnya "Maafin aku Ran...aku udah marah sama kamu tanpa tau apa masalah kamu.. "ucap Nanda menyesal
Rania menggelengkan kepalanya "enggak Nan kamu gak salah, harusnya aku cerita lebih awal sama kamu..?"
"De.. kalian gak pa2?" tanya ibu warung yang membuat mereka berdua tersadar bahwa mereka sedang berada di tempat umum
"Enggak bu... kita gak pa2 kok.. he.. "jawab Nanda disertai dengan eye smile nya yang has..
"Ooh... ya udah, ibu kira kalian kenapa-napa "ia lalu pergi
Setelah merasa puas dengan tangisannya, mereka pulang melanjutkan perjalanannya ...
__ADS_1