Potret Dalam Doa

Potret Dalam Doa
Masih banyak kejutan


__ADS_3

Pertengahan tahun ini adalah momen yang tak pernah terlupakan bagi Rania, karena tepat dipenghujung bulan ini dia akan menyandang status Istri,..


Rania duduk di kursi rias memejamkan mata, dengan tangan terkepal, dan kalau kalian bisa mendengarnya dag dig dug debaran jantung Rania yang berdetak tak karuan begitu juga dengan perasaanya, didepannya ada seorang wanita yang sedang serius memoles wajahnya yang mungil,... disebelahnya ada seorang ibu yang sedang memandangi putri kecilnya yang sebentar lagi akan menjadi istri seseorang..


Rania membuka matanya melihat dari sudut matanya bayangan seseorang yang sedari tadi memandangnya, Rania mamgangkat sebelah tangannya memberi isyarat kepada perias yang dijawab dengan anggukkan.


"Bu... "panggil Rania sambil memegang tangannya, "Ibu kenapa sedih? harusnya ibu bahagia karena inikan hari pernikahan ku bu?"


"Nak... begitu banyak kenangan yang sudah kau berikan untuk ibu dan bapak mu, Ibu sangat bahagia saking bahagianya Ibu sampai menangis "sambil mengusap airmatanya dengan tissue "Ibu hanya tidak menyangka, kenapa waktu begitu cepat berlalu, kenapa kau begitu cepat tumbuh dewasa sehingga saat ini kau akan menikah, dan kau tau nak, ketika seorang anak perempuan menikah, maka dia bukan lagi hak bapak atau ibunya mereka akan menjadi hak dari suami mereka, dengan kata lain, setelah sah nanti kau akan dibawa oleh suamimu nak dan ingat pesan ibu kemanapun suamimu pergi membawamu ikutlah dengannya, hormati dia dan tentunya sayangi dia bantu dia jaga dia layani dia dengan sepenuh hatimu, jangan pernah membantah perkataan suamimu, turuti apa pun yang suamimu perintahkan selama itu tidak melanggar norma agama dan masih dalam kewajaran, dampingi dia dalam situasi apapun, istri harus bisa menjadi pendamping, kekasih, teman, sahabat, rumah untuk suaminya pulang, hindari hal2 yang membuatnya marah dan tidak suka, jangan pernah mengeluh kepada siapapun tentang rumahtangga much, jagalah rahasia rumahtanggamu demean bail, jagalah mama baik suamimu, jadilah istri yang solehah, seperti yang sudah kau lakukan Selama ini berbakti kepada kedua orangtuamu, maka lakukanlah hal yang sama berbaktilah kepada suamimu... Ini pesan Ibu, Selamat berjuang dalam menaklukkan lautan yang kita tidak akan pernah tau, badai dan ombak yang sebesar apa yang Akan menerjang bahtera mu nanti, apapun yang terjadi, kau harus kuat... Ibu percaya kepadamu... "


Kemudian mereka berdua berpelukkan dan menangis bersama... yang kemudian dihalau oleh MUA, "Maaf Ibu.. dan Mbak... mohon tahan tangisannya sampai acara selesai..."diakhiri dengan senyuman yang canggung


"Ooh... iya maaf ka kita lupa..."ujar ibu


"Ibu keluar dulu..., "

__ADS_1


Rania melepaskan genggaman tangan ibunya


dan melanjutkan riasannya, "Alhamdulillah... sudah selesai.. "Ucap Mba Eno


"Euhmm.. cantiknya... sungguh sangat beruntung terlahir sebagai Nona, cantik, putih,


dan dapet suami juga orang kaya, ditambah nona mempunyai ibu yang sangat luar biasa, maaf ya non kalau saya banyak omong... "


"iya mba... sungguh saya sangat bersyukur sekali, terlahir sebagai putri Ibu.. "


"Ra... kamu cantik bamgeet... pangling aku Ra liat kamu... "cicit Nanda dengan senyum semringah, lalu menuntun Rania keluar dari kamar "Ayo aku anter orang2 udah pada nungguin... "ajaknya


Rania dibantu Nanda berjalan dan di dampingi ibunya ke tempat duduk mempelai perempuan, disambut dengan berbagai pasang mata, dan ada seseorang yang membuat Rania kaget,


"Ka Reza... " gumamnya dalam hati, lalu tersenyum kearah seorang laki2 yang melambaikan tangannya tepat berada disamping ibunya , "Alhamdulillah lengkap sudah.. "

__ADS_1


Lalu acara akad pun dilaksanakan dengan khidmat dan lancar


"Bagaimana para Saksi... Sah...? "yang dijawab "Saaah... " "Alhamdulillah.... "


Rania mencium tangan Yuda yang ada disebelahnya, dan Yuda dengan arahan mencium kening Rania..


"Selamat kalian sekarang sudah menjadi suami istri.. " ucap Pak penghulu diiringi dengan riuh keluarga masing2...


Yuda melingkarkan lengannya kepinggang Rania dan mendekatkan wajahnya "gimana surprise nya tadi, kamu pasti tegang ya kan? aku pengen ketawa kalau inget ekspresi tegang kamu tadi.. hah.. "Yuda menyeringai puas


"Terimakasih kang untuk kejutannya, walaupun awalnya memang tegang, tapi pada akhirnya Alhamdulillah Akang dan Rania SAH menjadi suami istri... "ucap Rania dengan senyum wajah sambil menahan tangan Yuda agar tetap dipinggangnya...


Mereka berdua besitatap seakan berbica lewat pandangan mata, "Ok.. kita liat aja nanti, masih banyak kejutan yang aku persiapkan untuk kamu, jangan cepat pus, masih banyak kejutan yang akan kamu hadapi nanti , tunggu aja... "cicit Yuda dengan penuh kekesalan


Rania hanya tersenyum kearah Yuda, padahal jauh dilubuk hatinya ia ingin menangis... "Ya Allah... hamba mohon kekuatan dariMu... "

__ADS_1


Lalu mereka menyambut seluruh tamu yang datang pernikahan mereka,yang dilaksanakan dikediaman Yuda...


__ADS_2