Potret Dalam Doa

Potret Dalam Doa
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Yuda melajukan mobil sedannya sudah hampir 2 jam, mereka belum sampai ditempat tujuan, mereka istirahat direstarea lalu melanjutkan perjalanan dan 2 jam berikutnya setelah melewati Pantai Utara sampai lah mereka di sebuah desa , ketika awal memasukinya terliham hamparan sawah hijau kekuningan yang luas bagai tak berujung dan Maps menunjukkan telah sampai ketempat tujuan...


Mereka memasuki pelataran didepan sebuah rumah sederhana bercat putih yang terdapat banyak pohon dan bunga warna warni menambah keindahan rumah sederhana itu yang terletak tak jauh dari jalan, mereka memarkirkan mobilnya dibelakang sebuah mobil tua, lalu turun dan disambut oleh sepasang suami istri


"Permisi...Om.. Tante "sambil menyalami. Heru dan Ajeng yang kemudian disusul Frans


"Nak Yuda.., Alhamdulillah akhirnya sampai juga, gimana macet tidak? "


"Alhamdulillah lancar Om"


"Hayo sini masuk kedalam... "ajak Ajeng


Mereka memasuki rumah dan setelah berbincang2 dan makan siang mereka melanjutkan pembicaraan


"Sebenarnya Om dan tante pasti sudah tau kedatangan saya kesini..."Yuda sambil melirik kesana kemari "saya belum pernah bertemu dengan Rania ,jadi ...dimana Rania ?"


"Ya Om dan tante mengerti sekarang kamu bisa menemuinya, Sepertinya sudah waktunya..."Heru melihat jam tangannya lalu melirik Ajeng yang dibalad dengan anggukan menyetujui "kamu bisa bertemu dengan Rania , ini Om sudah kirim alamat sekolahnya, sekalian kamu jemput.. "


Tak berselang lama terdengar bunyi dan getar pesan masuk pada hp milik Yuda yang langsung dibukanya, "Ya udah Om, tante.. Yuda pergi jemput Rania dulu, oh iya boleh minta nomor hp Rania Om ?"


"Ya ampun.. Om lupa, iya tentu saja, "


Kemudian Yuda yang ditemani Frans memgemudikkan mobilnya menuju ketempat yang dituju, sampai didepan sekolah Yuda memarkirkan mobilnya diseberang Sekolah SMAN, lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan


^^^..."Hai... kenalin saya Yuda Adi Wijaya, sekarang ada didepan sekolah kamu"...^^^


" Hai juga, Aku Rania Zhafira biasanya dipanggil Rara tapi terserah mau panggil apa, oh iya bentar lagi aku keluar.. "


"Tunggu dulu deh, calon istri lu anak SMA bro? "


"Gak mungkin lah Frans... gak mungkin.. "


Tak lama ponsel Yuda berdering, ada nama Rania dilayar ponselnya


"Halo... "


"Ya halo... ini Rania ya ?"


"Iya aku lagi jalan, posisinya sekarang dimana ?"


"Oh iya , diseberang sekolah samping warung mobil sedan Silver gue didalem mobil "


Tuut... Rania mematikan ponselnya setelah melihat mobil sedan silver langsung mendekati mobil itu


"Gila nih cewek main matiin aja"ucap Yuda kesal


Tak berselang lama Tok... Tok... suara ketukan kaca jendela mobil yang membuat Yuda dan Frans kaget, terlihat ada siswi SMA yang sedang menempelkan mukanya dijendela mobil.


"Astaga... ngapain sih ni anak, kaget gue "


"Sama bro gue juga kaget... "timpa Frans


Yuda menurunkan jendela kaca mobilnya


"Ngapain sih dek pake ketok2 jendela segala?"


"Oh Maaf Pak, saya ngagetin Bapak ya? "


"Ya iyalah, siapa yang gak kaget coba pas nengok liat muka nempel depan jendela"


"Maaf pak sekali lagi saya minta maaf... "


"Lain kali gak usah begitu.. "


"Iya Pak Maaf permisi ... (sepertinya salah orang)" gumam Rania dalam hati


"Untung cantik tuh anak, kalau jelek udah gue toyor "ucap Yuda kesal


"Tenang bro, mana nih belum nongol juga? "


"Nih dia telepon lagi , Ya halo..? "


Rania pergi menuju depan warung, dan menelpon Yuda untuk yang kedua kalinya


"Halo.. Maaf mobil yang disamping warungkan? "tanyanya sambil melihat mobil itu

__ADS_1


"Iya, emang samping warung ada mobil lagi? posisi kamu sekarang dimakan? "


"Ooh... "Kemudian Rania berjalan berdiri tepat didepan mobil dan melambaikan tangan "Hai.. aku Rania... "


"What... "suara teriakan Yuda memenuhi ruangan mobil itu dan terbelalak tak menyangka


"Lu kenapa sih bro, sial lu jantung gue mau copot dengerin teriakan lu "


"Frans lu liat tuh anak depan mobil gue, "


"iya itu kan anak yang tadi lu omelin, ngapain tuh anak dadah2 segala pake senyum lagi "


Yuda dan Frans menatap satu sama lain, lalu kembali melihat Rania yang berada didepan mobil dan kembali bersitatap...


"Serius lu bro, jangan bilang kalau itu Rania yang mau lu temui? "


Yuda diam tak bersuara masih menatap kedepan seolah tak percaya


"Bro... gila Bonyok lu bro... WTF, anak SMA bro... ha.. ha... ha... "Frans tertawa garing


"Gue harus telepon Mamih, mana ponsel gue"Yuda mencari ponselnya panik


"Ditangan lu apa bro, fokus dong tenang... "


"Halo... Mam.."


"halo sayang gimana udah ketemu sama Rania? "


"Mam ...Mamih gak salah kan mau jodohin Yuda, kenapa mamih gak bilang sih kalau dia masih SMA?"ucap Yuda kesal


"OMG... Mamih lupa ,terus kamu udah ketemu? "


"Ya udah mam Yuda tutup dulu, bye mam... "


"bye sayang sukses ya... "seringai Erna


"ah siit... "


"tenang bro, udah sana lu temui kasian tuh anak dari tadi berdiri nungguin lu.. "


"Hai... "


Mereka terdiam lama , Frans yang didalam mobil terkekeh melihat sahabatnya yang kikuk...


"Oh iya kenalin aku Rania Zhafira, salam kenal senang bertemu denganmu "Rania lebih dulu mengulurkan tangannya


"salam kenal juga, kamu sudah pasti tau siapa saya, kenalin saya Yuda Adi Wijaya " Yuda menyambut tangan Rania... setelah lama terdiam


"Maaf.. boleh kita ngobrol didalem mobil saja, disini banyak orang gak enak diliatin... "ucap Rania sambil tersenyum


"Oh iya tentu saja, mari... "Yuda membukakan pintu mobil penumpang


"Makasih... "ucap Rania yang diiyakan dengan anggukan Yuda


Yuda duduk dikursi supir dan "Oh iya Rania saya datang kesini berdua sama sahabat, namanya... "belum selesai Yuda bicara Frans langsung nyerobot


"Kenalin gue Fransiskus Leonardus biasa dipanggil Frans "Sambil mengulurkan tangannya


"Salam kenal saya Rania Zhafira biasa dipanggil Rara, atau apa aja boleh.. "Rania menyambut uluran tangan Frans


"Rara... ok "nama kamu cantik persis kayak orangnya... "ucap Frans disertai pukulan ringan ke lengan sahabatnya


"Heem... Makasih pujiannya "


"ok udah selesai basa basinya, kita jalan... "celoteh Yuda ketus


Yuda mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,


"Maaf sebelumnya boleh tanya, Rania harus manggil kalian apa, misalnya... Bapak , kaka, Om, Abang atau apa? "


"gimana kalau Abang aja? "ucap Frans sembari menyeringai


"Oke Abang Frans... "


"Iya dek Rara.... uhuy... "sambil melirik Yuda

__ADS_1


"Kalau... "Rania berhenti karena bingung


"Terserah kamu aja mau panggil aku apa"


balas Yuda dengan muka datarnya


"Ehmm... Ooomm... ?"ucap Rania dengan ragu


Yang dibalas dengan tawa Frans...


"Jangan lah yang lain.. "


"Rania boleh tanya? tapi janji jangan tersinggung... "


"Mau tanya apa? "


"Berapa usia Om Yuda tahun ini? " dengan nada berhati2


"tahun ini gue... 30tahun, "jawab Yuda


"Ehmm... "


"Usia kamu berapa? "Tanya Yuda balik, tanpa sengaja mereka bertatapan lewat spion tengah


"Ehmm usia Rania bulan Agustus nanti 19tahun "Rania menjawab sambil melihat spion


"What... berarti usia kalian berdua beda 11 tahun, amazing.... "celoteh Frans sambil diiringi tepuk tanga...


"Bego... ku juga kan sama.. "umpat Yuda


"Ah elu ngapain sih pake bawa2 gue... iya juga ya.. "sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Emang Bego elu mah "


"Jadii Rania manggilnya apa dong? "


"Terserah kamu tapi jangan Om, dengernya gimana gitu... "ucap Yuda


"Ehmm gimana kalau Kaka, Ka Yuda atau Akang ?"


"Akang... "ucap Frans disertai tawanya


"Iya terserah kamu aja, enaknya apa"


Sampai dirumah mereka masuk rumah dan tidak berselang lama Yuda Dan Frans pamit pulang, Rania mengantar sampai ke mobil,


"Akang... hati2 dijalan, kalau lelah istirahat jangan maksain nanti kalau Akang udah sampai rumah jangan lupa kabarin Rania, Oh iya salamin buat tante sama Om, nanti kalau libur sekolah Rania main ke Jakarta.. "


"Iya nanti disampein... "


"Bang titip Akang... "


"Siap dek Rara... "


"Assalamualaikum Akang... "


"Wa'alaikumsalam... "


Yuda langsung melajukan mobilnya, Rania masih diam ditempat sambil menatap mobil itu hingga hilang ditelan jarak baru dia pergi


"Akang jangan lupa kabarin... cie... yang dipanggil Akang... "ledek Frans sambil tertawa puas


"Bisa diem gak sih lu, puas banget lu ya ledekin gue... "


"Lagian tuh anak lucu banget..., tapi kalau menurut gue sikap dia itu dewasa banget loh, awalnya gue ngira kayak bocah seusianya ternyata dia dewasa juga, cocok lah sama elu yang super cuek.. "


"Maksud lo? gue cocok gitu sama anak bau kencur itu ..Bookis lu... "


"Eeh... gak percaya, gue dukung lu sama Rara daripada ama si... ah udah lah.. "


"Ya jauh kali Frans, gue gak suka penampilan dia anak kampung banget...malu lah gue bawa nongkrong "


"Yaelah Yud... tinggal lu fermak, beres kan... lagian tuh anak cakep gak malu lu bawa ketongkrongan "...


"tapi emang bener sih kata frans, tinggal divermak aja bisa gue bawa, lagian dia juga lumayan cakep eh cantik sih... "gumam Yuda dalam hati

__ADS_1


__ADS_2