Prajurit Kecil Clan Senju

Prajurit Kecil Clan Senju
*chapter 1* pertemuan


__ADS_3

...----------------...


"Hah hah hah "


'apakah mereka masih mengejar?'


napasku naik turun tak beraturan, keringat dingin bercucuran dari pelipis melewati pipiku yang entah sejak kapan sudah dipenuhi dengan kotoran


tapi aku tak peduli, yang ku pikirkan sekarang apakah para ninja sialan yang mengejarku itu sudah pergi atau belum.


"sepertinya mereka sudah tidak mengejar"


menghela napas lelah dan duduk di dalam gua persembunyian-ku selama ini yang sudahku lapisi jutsu milik ayah untuk menghilangkan hawa keberadaan ku.


itulah yang selama ini ku lakukan untuk bertahan hidup dari orang² yang mengejarku hingga saat ini.


"Akhhh sial! sampai kapan aku akan hidup seperti ini! Aku lelah! "


mengerang frustasi, ku pukul dinding dalam gua berulang kali hingga kurasakan sesuatu yang hangat mengalir di antara jariku.


tanpa memperdulikan luka yang tengah sedikit demi sedikit menutup ,ku pandang langit² gua tempat aku bersembunyi selama ini.


jika kalian bertanya ,kenapa bisa para ninja itu tidak mengetahui keberadaan ku? itu karena ayah sudah memberikan segel jutsu yang berlapis pada pintu gua ini sebelum dia mati karena menyembunyikanku, lalu terus ku perbaharui segel itu hingga saat ini.


Ingatan tentang senyum ayah yang hangat, lalu ayah berkata kepadaku yang sudah ia sembunyikan di dalam gua


"tetaplah hidup putriku"


hampir membuatku gila setiap kali aku mengingat nya.Memori itu terus berputar bagai kaset rusak di kepalaku.


Sudah dua tahun semenjak kepergain ayah .Menangis pun sudah tidak bisa, sudah terlalu banyak diriku mengeluarkan air mata dan memaki siapapun yang membuat nasip hidupku menjadi seperti buronan ini.


Aku tidak ingat pernah menyinggung siapapun selama ini.


Oh tunggu! bagaimana mungkin seorang anak kecil berumur 5 tahun bisa membuat masalah sampai berdampak pengejaran selama bertahun².dipikirkan beratus kalipun itu mustahil bagi seorang anak kecil bisa mencari masalah dengan ninja.Dan setau ku ninja tidak akan bertindak tampa alasan, apalagi sampai bertahun² seperti ini


Sepertinya mereka musuh ayah dan ibuku? aku tidak tau dengan ibu, tapi apakah dia musuh ayah? namun setauku ayah orang yg baik walau sedikit konyol sih.

__ADS_1


"duhhh pusingg. aku terlalu kecil untuk memikirkan masalah orang dewasa yang membingungkan "aku pun menghela napas lelah


Ayah pun tidak pernah menceritakan apapun kepadaku. dia hanya pernah memberitahu bahwa ibu telah pergi ketempat indah dan tidak akan kembali..


kenapa ibu tidak membawa ku juga ketempat indah itu? aku lelah sendirian di sini!


ku tatap lamat kunai musuh yang ku pungut di jalan, padahal aku hanya berniat mandi dan mancari air sembari pergi kedesa terdekat untuk menjual hasil buruan ku, namun berakhir pulang dengan mengenaskan begini.


"haduhhh nasip ku sangat sial ya "


tertawa garing. lalu seketika aku teringat..


"Dasar ninja sialan! belanjaan ku ketinggalan di hutan tau! "


krucuk krucuk


"hara hettaa"ucapku sambil menunduk lesu


akhirnya aku bangkit berdiri sambil memegang perut ku yang sudah berteriak meminta makan.


"Tapi bagaimana jika mereka masih menunggu di luar?"


dahiku berkerut berpikir keras apakah aku harus keluar mencari makan. atau menunggu sedikit lebih lama lagi.


KRUCUK KRUCUK


tapi perut ku berkata lain


"Sepertinya perut ku sudah tidak bisa menunggu, mau aku keluar atau tetap disini pun aku akan tetap mati. disini aku mati kelaparan ,di luar aku mati di tangan orang jahat"


"Sudah lah, lagian ini bukan yang pertama kali aku mengalami hal seperti ini"


kuputuskan untuk keluar gua tidak lupa memakai jubah yang menutupi rambut ku yang berwarna aneh, bagaimana tidak aneh coba? rambutku warna nya hitam namun ada gradasi warna abu juga di bawahnya, manjuntai indah sampai pinggangku.


indah sihh, tapi susah mengurus rambut panjang di saat masa kejar-kejaran seperti ini. ingin sekali ku potong namun hanya rambut inilah yang mengobati kerinduan ku pada ayah. jadi ku urungkan niat ku itu


setelah aku menempuh jalan yang agak jauh sambil melompati setiap pohon dengan lincah aku pun sampai di desa terdekat.

__ADS_1


desa ini lumayan ramai pengunjung dan banyak tempat judi juga .jadi desa ini selalu dipenuhi orang dewasa yang tengah mencari pundi² uang dengan cara berjudi atau menjual diri.


"meh, aku tidak peduli urusan orang lain. mengurusi hidup ku sendiri saja aku sudah repot"


mengngendikan bahu tidak peduli, yang kupedulikan sekarang hanyalah bagaimana caraku makan, sebab uang ku hanya tinggal sedikit dan aku juga belum berburu lagi.


"apakah aku mencuri saja ya?"


"sepertinya disana aku bisa melihat nona kaya yang berhasil menang berjudi"


ku pandangi terus seorang nona cantik berambut pirang berdada besar yang tengah tertawa bahagia karena berhasil menang judi , yang di ikuti pelayan? nya di belakang sambil menggendong seekor babi Imut berbaju.


"yoshh sudah kuputuskan untuk meminta sedikit hasil judi nona cantik itu "ucapku sambil menyeringai jahat


"maafkan Tsumaki ayah ibu, aku terpaksa mencuri karena anak mu ini kelaparan"aku


berdoa sambil meminta maaf dulu sebelum mencuri hehe


membentuk segel tangan dan aku pun Perlahan lahan menghilang, dari mulai hawa dan wujud ku tidak akan ada yang bisa melihatnya. mungkin?


bertopang tangan di pinggang sejenak merasa bangga karena bisa menguasai jutsu ayah hanya dengan membaca gulungan yang ayah tinggalkan


(maklum bocil kematian kalo di kasih kekuatan ya gini nih, sombongnya minta ampun)


ku pokuskan penglihatan ku dan mulai mendekati target ku hari ini.


Tsumaki tidak menyadari keputusan nya hari ini akan mengubah hidupnya. entah menjadi lebih baik atau malah sebaliknya.


……


Bersambung


bung


bung


bung

__ADS_1


__ADS_2