Prajurit Kecil Clan Senju

Prajurit Kecil Clan Senju
*Chapter 9* Jiraya


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bibi, kau yakin tak apa?. "


"Aku tak apa Tsumaki. Temani bibi disini ya? " ucapnya dengan suara yang bergetar, sesaat aku terkejut melihatnya merentangkan tangan mengodeku untuk masuk kepelukannya.


Aku langsung berhamburan masuk kepelukannya sambil mengelus punggung sesosok paling berharga yang aku punya saat ini. Apapun yang terjadi nantinya, aku ingin selalu ada untuk bibi dan melindunginya.


kesunyian malam dan angin yang menghembus lembut membuat suasana diatas gerbang desa yang menjadi tempat pelarian Tsunade kini membuatnya sedikit tenang. Masalah dan tekanan yang datang bertubi tubi hari ini membuat kepalanya seakan ingin meledak. Hanya pelukan hangat dari Tsumaki yang bisa membuat dirinya bisa berpikir jernih kembali.


Entah apa yang terjadi jika dia tidak bertemu dengan keponakannya ini 5 tahun lalu. Mungkin dia akan menjadi gila dan langsung menyetujui persyaratan bodoh dari orochimaru untuk membantu menyembuhkan tangannya.


Disisi lain, Pikiran Tsumaki melayang ke beberapa saat yang lalu. Tuan berambut putih yang bernama jiraya itu memberitau Bibi Tsuna, bahwa dirinya diperintahkan untuk menjadi pemimpin dari sebuah desa.Kata²nya membuatku sangat terkejut aku tau bibi Tsuna kuat tapi tak kusangka bisa sampai seperti ini. apalagi bibi menolak perintah itu membuatku makin terkejut.


Dia sangat penasaran sekarang. Namun saat dia merasakan tubuh yang berada dipelukannya kini tengah bergetar dan punggungnya juga terasa basah membuatnya mengurungkan niat untuk bertanya.


mungkin nanti dia akan mencari tuan jiraya untuk meminta penjelasan darinya.


Tsumaki berbisik lirih. "Aku disini bibi Tsuna, aku akan selalu bersamamu." mengeratkan pelukan


"semua akan baik baik saja, aku akan tetap menyayangi apapun yang terjadi." Barulah Tsumaki mendengar suara tangis memilukan yang begitu menyayat hatinya.


Dengan tersedu² Tsunade mulai berbicara melalui suaranya yang serak.


"Ja-jangan t-tinggalkan bibi ya, Tsuma," ucap Tsunade,


Untuk sesaat Tsumaki melepas pelukan mereka, dia menyeka pelan air mata dari pipi bibinya ini ,tanpa sadar air matanya juga ikut berangsur-angsur jatuh tanpa perintah ketika melihat sorot mata Tsunade yang terlihat putus asa .


"ia, aku tidak akan meninggalkan bibi. Bibi Tsuna juga jangan tinggalkan aku ya," balasnya tersenyum menengkan. sambil berusaha menahan air matanya yang terus menerobos keluar.


Dimalam itu dua perempuan kuat yang harus menjalani takdir kejam seorang shinobi dan juga harus kehilangan orang² berharga di hidup mereka, tengah berpelukan saling menguatkan di tengah kesunyian malam.


...----------------...


Sudah 3 hari setelah kejadian itu.


Kini Tsumaki tengah merenung di sebuah bangku taman. Dia bingung harus mencari Jiraya dimana. Naruto pun entah pergi kemana sejak malam kemarin bibi Tsuna menantangnya, Tsumaki belum melihat batang hidungnya lagi. Bibinya pun masih terlihat lesu sampai sekarang.


Mungkin naruto ada di hutan dekat sini, pasti dia tengah berlatih. pikirnya


saat hendak beranjak pergi. Dia merasa ada yang memperhatikannya, walau hawa keberadaannya tipis, tapi untuk Tsumaki yang mempunyai pengalaman bersembunyi dan dikejar² penculik, begitu mudah untuknya menyadari ada yang mengintainya dari jarak sedekat ini.


"Siapa disana?!." berbalik kearah belakang dan bersiap mengambil jarum racun yang ia buat sendiri dari kantong kecil yang ia ikat di pinggir roknya.


orang yang berada di atas pohon menyeringai, ia tak menyangka akan ketahuan.


Ternyata firasat ku benar, bocah ini kuat


batin orang itu yang perlahan turun dan menunjukan wujudnya.


"Tenang nak, ini aku Jiraya, kau ingat kan pria tampan yang kau temui kemarin." jelas Jiraya sambil mengangkat kedua tangan sampai siku tanda dia tak berbahaya sambil berjalan perlahan ke arah Tsumaki.


Akhirnya Tsumaki menurunkan kewaspadaannya setelah memastikan bahwa pria didepannya ini tidak akan menyakitinya.

__ADS_1


Dan ya, dia bersyukur Jiraya muncul dengan sendirinya, jadi ia tidak usah cape-cape mencari lagi.


"Ah maaf tuan Jiraya.Saya kira anda penjahat, "ujar Tsumaki


"Jahatnyaa, orang tampan seperti ini kau kira penjahat." balasnya pura pura sedih.


Tsumaki pun kelabakan melihat Jiraya. Dia merasa tidak enak.


"HAHAHAHA, aku hanya bercanda nak Tsuma,


Dan bicara santai saja padaku. " Tsumaki kaget mendengar suara tawa membahana dari mulit Jiraya. Namun dia juga tertegun melihat senyum tulus yang Jiraya layangkan padanya.


Itu mengingatkan dia dengan senyum hangat mendiang ayahnya, seperti ada bayangan ayahnya dibelakang Jiraya.


Matanya berkaca-kaca. "A-ayah, " ujarnya lirih.


Jiraya kaget melihat respon tak terduga dari Tsumaki.Tapi segera ia mengangkat kedua ujung bibirnya, seraya membatin.


ternyata benar, kau anaknya Najuki ya...


Tsumaki dengan cepat sadar akan kelakuannya dan berujar sedikit panik. "Ah, maaf kan aku Tuan Jiraya, aku malah berbicara yang tidak-tidak."


"Tak apa nak, dan panggil aku Paman Jiraya, aku juga Paman mu looh.


Aku dan ayahmu dulu sangat dekat, aku juga sempat jadi murid ayahmu. " Jiraya mendudukan dirinya ditempat Tsumaki tadi lalu menepuk tempat di sebelahnya. mengkode untuk Tsumaki duduk.


Tsumaki duduk disebelah Jiraya dengan agak menjaga jarak, mau bagai mana pun mereka baru beberapa kali bertemu. Jadi dia belum sepenuhnya percaya.


Menghela napas saat melihat Tsumaki masih sedikit mencurigai dirinya.


"Ia, Dulu ayahmu itu orang yang sangat tampan dan pintar. Banyak wanita yang mengejar-ngejar nya, namun wanita² itu diabaikan olehnya. Aku kaget saat mendengar berita bahwa ia telah mempunyai anak setelah menghilang bertaun taun lalu." Jiraya beralih dari acara menatap langit, menunduk sedikit untuk melihat anak kecil yang sudah membuatnya tertarik saat pertama kali bertemu.


Wajahnya mirip sekali Nazuki , aku yakin dimasa depan nanti kecantikan itu akan sangat mematikan bagi para pria


batinnya.


Tsumaki tertegun mendengar itu. Akhirnya dia mendengar cerita lain tentang ayahnya. Segala sesuatu tentang ayahnya membuat hatinya senang dan sedih secara bersamaan.


"Nak Tsuma, " panggil Jiraya.


"Haik? " Tsumaki mendonggak sedikit untuk melihat Jiraya.Menatap Jiraya dengan tatapan polos penuh tanda tanya.


sekuat tenaga Jiraya menahan gejolak didadanya yang memberontak ingin memeluk bocah imut didepannya ini.


Tahan tahan Jiraya. atau kau akan di banting Tsuna jika ketauan


bulu kuduknya berdiri membayangkan bagaimana dasyatnya dulu ketika Tsunade memukulnya. bahkan dia sampai terbang sejauh 100 km.


"ekhem, bagaimana jika kau menjadi muridku? Begini² aku sangat kuat loh, aku sama seperti bibimu, salah satu dari sannin legendaris,Aku akan memperlihatkan banyak hal yang belum pernah kamu lihat diluar sana" ujar Jiraya berusaha membujuk Tsumaki.


Tsumaki berpikir sejenak "Maaf paman Jiraya, aku harus menolak tawaranmu. Aku sudah berjanji pada bibi Tsuna untuk selalu bersamanya, jadi aku tidak bisa menjadi muridmu," jelas Tsumaki.


Mendengar kalimat penolakan itu, Jiraya sedikit kecewa, namun ia mengerti dengan alasan Tsumaki menolak ajakannya. Perasaan hangat memenuhi hatinya ketika menyadari bahwa kalian berdua terlihat saling menyayangi.

__ADS_1


Otaknya memutar kejadain kemarin malam ketika ia bertemu Tsunade yang sedang mabuk sendirian.


Tsunade mengoceh tentang betapa hebatnya keponakannya dan betapa imutnya dia. Tsunade menjelaskan betapa jengkelnya ia melihat tatapan² lelaki yang melihat keponakannya dengan tatapan menjijikan. ingin rasanya Tsunade hancurkan mata mereka semua, namun dia khawatir Tsumaki akan takut padanya.


Jiraya pun kaget mendengar kabar tentang Nazuki dari Tsunade.Lalu dia memutuskan untuk ikut membantu mencari pelaku yang membuat gurunya berpulang kepelukan sang kuasa dengan cara yang mengenaskan, meninggalkan bocah manis yang harus merasakan penderitaan dan ketakutan setiap saat diumurnya yang masih begitu belia.


itulah kenapa Jiraya ingin menjadi guru Tsumaki, dia ingin mengajarkan cara membela diri dan memperlihatkan dunia padanya, walau ia yakin bahwa Tsunade sudah melakukan itu. Namun tetap saja dia ingin turut adil membesarkan anak dari salah satu guru yang sangat ia hormati.


ia pun beranjak dari duduknya. "Baiklah. apa boleh buat jika kau berkata seperti itu.


Tapii, aku ingin berduel denganmu. bagimana? Jika kau menang aku akan mengajarkan mu rasengan" Tawarnya.


Saat Naruto menggunakan rasengan kemarin, tak sengaja ia melihat binaran kagum dimata indah itu. Membuat Jiraya langsung menyadari bahwa anak itu sangat penasaran dengan jutsu hokage ke-4 itu.


"Lalu, jika aku kalah bagaimana?" Tanyanya. tentunya Tsumaki tidak akan menyia-nyiakan tawaran Jiraya, ia sangat ingin belajar jutsu yang membuat bibi Tsuna kaget dan terlihat sedikit kerepotan kemarin.


"Aku tetap akan mengajarimu ,lagi pula aku memang ingin mengajarimu rasengan sedari awal, tawaran duel tadi hanya untuk menilai seberapa semangat dirimu. "Jiraya meng-ngendikan bahunya santai.


"Baiklah, aku setuju! "Seru Tsumaki semangat sambil ikut bangkit berdiri.


Jiraya terkekeh melihat keantusiasan Tsumaki .mengelus rambut bergradasi hitam abu itu perlahan.


"Oke, kita akan bertemu lagi lusa nanti, di hutan dekat sini."


"eum." Tsumaki mengangguk riang.


"Kalau begitu. sampai jumpa lagi Tsuma-chan. " Jiraya melangkah pergi sambil melambaikan tangannya yang dibalas lambaian juga oleh Tsumaki.


"Aku harus memberitahu bibi Tsuna," ujar Tsumaki ,tak sabar melihat reaksi bibinya.


"Eh, tapi sebelum itu. aku harus mencari Naruto terlebih dahulu. Aku tidak tenang jika belum meminta maaf padanya." Tsumaki pun pergi ke tujuan pertamanya, yaitu hutan untuk mencari Naruto sebelum ia pergi menemui bibinya.


...----------------...


Tsumaki pov


Sudah ku duga dia disini.


Aku menunduk melihat makhluk kuning yang tengah pingsan karena kelelahan dengan tangan yang terluka. Sepertinya dia terlalu memaksakan diri.


"Baiklah, sebagai permintaan maaf aku akan menyembuhkan Naruto saja."


Aku berlutut didepannya sembari mengarahkan tanganku kearah perutnya untuk mengalirkan ninjutsu medisku.


Belum beberapa menit aku menyalurkan jutsu medis, Aku jatuh terduduk kebelakang dengan mata membelalak kaget, saat merasakan chakra kuat dan penuh kebencian dari arah Naruto.


Padahal saat pertama bertemu chakra Naruto terasa sehangat matahari, tapi ini berbeda. Ini bukan chakra Naruto, tapi Chakra makhluk yang ada padanya.


Chakranya sangat dingin, bahkan sekilas tadi aku merasakan tatapan menusuk dari makhluk berekor dari balik jeruji besi yang tertempel segel kuat, Sebenarnya makhluk apa itu?.


...----------------...


Bersambung

__ADS_1


bung


bung


__ADS_2