Prajurit Kecil Clan Senju

Prajurit Kecil Clan Senju
*Chapter 4* Terungkap


__ADS_3

...----------------...


"A-apa." Mata Tsunade membelalak tak percaya akan apa yang baru ia dengar.


Jadi, firasat awal nya benar?


bocah ini anak dari *** ?


Reaksi Shizune pun tak jauh berbeda dengan Tsunade, dia tak menyangka bahwa bocah misterius ini ternyata mempunyai hubungan dengan nonanya.


"Me-memang nya kenapa jika aku seorang Senju? apakah Senju itu clan yang jahat? apakah aku harus di perjara?!" ujar Tsumaki panik.


"hahh, bukan begitu,nak .Hanya saja ini sedikit rumit jika di jelaskan kepada anak kecil sepertimu." Tsunade memijit pelipisnya lelah sambil menatap dengan raut wajah sendu ke arah Tsumaki.


"Tolong jelaskan kepadaku nona. Aku anak yang cukup pintar dan aku juga berhak untuk mengetahui apapun yang bersangkut paut dengan diriku," ujar Tsumaki dengan sorot mata yang tegas.


menelisik raut wajah Tsumaki, Tsunade akhirnya menghela napas lelah entah untuk yang keberapa kali hari ini.


bocah di depannya ini memiliki sorot mata yang tegas .Berhasil membutnya terkesan.


Untuk ukuran tatapan anak umur 7 tahun. Tatapannya sungguh dewasa seperti dia telah melewati banyak hal sulit selama hidupnya. Sepertinya dia memang harus memberitahukan yang sebenarnya.


"Baiklah jika itu yang kau mau," ujar Tsunade


Tsumaki pun menyiapkan pendengaran dan mental nya untuk mendengar serta menerima apapun yang akan di katakan oleh nona pirang di hadapannya ini.


Jika kalian bertanya ,kenapa dia bisa sebegitu percaya kepada orang asing secepat ini?


jawabannya simple, "lelah."


ia, dia lelah akan ketidaktauan nya dan kurangnya informasi akan clannya maupun dirinya sendiri.


Dan berkat hidupnya yang di penuhi dengan pengejaran dan orang orang busuk, dia bisa dengan mudah membedakan mana orang baik yang jujur dan mana orang jahat yang ingin menipu anak kecil sepertinya.


Dan dari apa yang ia perhatikan. Nona di depannya ini sepertinya memang tidak main-main.


Sepertinya dia harus berterimakasih kepada ninja² yang sudah mengejarnya selama ini, karena berkat mereka dia bisa belajar tentang banyak hal. Baik itu cara bertahan hidup maupun cara bertarung di alam liar.


Walau dia masih membenci mereka pastinya ....


...----------------...


pov Tsumaki


Kupandang nona pirang yang sepertinya tengah mempersiapkan diri untuk menceritakan kisah buruk?


entahlah, tapi yang aku lihat dari sorot matanya saat memandangku ,seperti sedang memandang seekor anak kucing malang yang terlantar di jalanan dan hendak ia bawa pulang untuk dia rawat sepenuh hati.

__ADS_1


menghela napas lagi, nona pirang sepertinya sudah siap bercerita karena dia sudah memperbaiki postur duduknya yang awalnya santai dengan posisi tangan bertopang dagu ,menjadi duduk tegak namun tetap anggun.


Nona pelayan pun sekarang sudah pergi entah kemana ,setelah di beri kode sebuah lirikan mata ,meninggalkan aku disini berduaan dengan nona pirang.


"Jadi ,nak .sebelum aku bercerita .aku ingin bertanya satu hal lagi untuk memastikan, siapa nama Ayahmu?" tanya nona itu yang akhirnya bersuara setelah hampir 5 menit kami hanya saling diam.


"Nama ayah ku Senju Nazuki," jawabku


kulihat dia tersentak pelan setelah aku menyebutkan nama Ayah.


"Lalu ,kemana dia sekarang? ,dan dimana ibumu?" tanyanya lagi.


menarik napas berat, berusaha menahan air mata yang entah kenapa selalu seperti ini jika sudah membicarakan tentang orang tua.


"A-ayah ,Di-dia sudah tiada dua tahun yang lalu," ujarku sebari tergagap kecil


"Dia meninggal karena berusaha melindungiku dari para ninja yang hendak menculikku pada saat aku sedang bermain ,dan ayah bilang ,ibuku sudah meninggal ketika melahirkanku," lanjutku.


aku menunduk melihat dua tangan mungilku yang penuh dengan goresan tengah meremat keras celana lusuh yang tengahku pakai.


Kutebak nona pirang ini memiliki hubungan dengan Ayah. Karena dari respon nya saat mendengar nama ayah, dan wajahnya pun cukup mirip dengan wajah Ayah.


"Senju Tsunade."


"Namaku Senju Tsunade," lanjutnya.


'ma-marga kami .... '


aku langsung mengangkat wajahku dan netra kami langsung bertatapan.


lagi-lagi sorot mata itu ....


"Dan Ayahmu itu kakakku, satu-satunya kakakku yang sudah menghilang bertahun-tahun yang lalu," terangnya.


"jadi, nona pirang itu bibiku?" Memiringkan kepala ku bingung.


"Iya ,bisa di bilang seperti itu," ujarnya.


"Tapi mengapa Ayah bisa menghilang.Jika memang dia di culik, aku yakin Ayah cukup kuat untuk bisa melawan jahat itu," terangku penasaran.


"Awalnya ayahmu meminta ijin ingin berkelana mencari hal yang baru di segala penjuru dunia. Dia memang orang yang bersemangat dan penuh rasa ingin tau yang tinggi akan apa yang ada di dunia," ucapnya.


"Dia juga seorang ninja yang kuat dan pintar dalam hal strategi.Namun ketika ia di butuhkan dalam perang dan kami berusaha mencarinya, sekuat apapun aku mencari, aku tidak bisa menemukan informasi apapun tentang dirinya."


"Dia seperti menghilang ditelan bumi ,surat terakhir yang dia berikan pun hanya berisi informasi bahwa dia telah menemukan wanita pujaan nya dan ia hendak kembali pulang ke konoha untuk melangsungkan pernikahan. Namun setelah ku tunggu berminggu²pun dia tak kunjung pulang."


kulihat sorot matanya sejenak memancarkan binaran bahagia ketika menceritakan sosok ayah ,yang seketika redup kembali.

__ADS_1


Lidahku kelu, aku bingung ingin menjawab apa, pikiran ku penuh dengan spekulasi² tentang Ayah dan Ibu.


apakah Ayah tidak bisa membawa Ibu ke Konoha karena orang yang mengejar kami selama ini?


ataukah karena Ibu menolak pergi Konoha?


namun sepertinya itu mustahil. dari cerita Ayah tentang Ibu yang selalu dia ceritakan kepadaku setiap hendak tidur, Ibu itu sesosok wanita baik nan hangat yang sangat mencintai ayah dan sepenuhnya percaya pada ayah. Mereka berdua saling mencintai. Tidak ada alasan untuk Ibu menolak ajakan ayah menikah.


......................


Tsunade menatap bocah kecil yang tak ia sangka ternyata anak dari kakak yang paling ia sayangi di depannya dengan pandangan yang rumit.


Rupanya memang tidak mirip dengan Kakaknya. namun sikap dewasa dan chakranya sangat mengingatkan dia akan mendiang Kakaknya.


Stunade sungguh ingin menangis mengetahui bahwa Kakaknya sudah tiada, lagi dan lagi dia kehilangan orang yang berharga di hidupnya.


terlintas dibenaknya untuk menyerah dan pergi menyusul mereka, namun segera ia tepis pikirannya itu.


Tidak, dia tidak benar benar sendiri sekarang, dia harus bertahan demi keponakan lucunya.


Dia berkewajiban untuk merawat anak kakaknya ini, kakaknya pun pasti tidak akan senang jika bertemu dengannya di akhirat jika dia mati karena bunuh diri.


Sudah ia putuskan


"Nak, ikutlah denganku dan jadilah muridku. Aku akan mengajarkanmu segala hal yang kuketahui dan menyediakan tempat pulang untukmu." menatap lembut bola mata yang kinibmembola lucu dengan iris mata hijau seperti ia dan kakaknya itu.


tersentak kaget ketika ia melihat punggung mungil yang tengah bergetar kecil menahan isak tangis dan dari matanya sudah mengalir deras air mata yang berusaha dia usap dengan kasar.


gelagapan bingung, Tsunade sudah lama tidak dihadapkan dengan anak kecil yang menangis, biasanya dia hanya berinteraksi dengan lelaki tua bau sake yang tengah menangis karena dia paksa untuk kalah judi.


mendekat pelan ke arah tubuh mungil itu dan mendekapnya lembut, sambil membisikan kalimat² penenang sebisanya.


kaget ketika dia merasakan tangan mungil membalas pelukannya dan dia pun mengeratkan pelukannya dengan senang hati.


Mereka saling berpelukan sambil saling menguatkan karena takdir jahat yang dipaksa mereka jalani. Namun mereka akan bangkit bersama dan menghadapi apapun yang akan terjadi dimasa depan dengan berani.


"Jadi apa jawabanmu, nak?" tanya Tsunade.


"ia, a-aku mau," jawab Tsumaki semakin mengeratkan pelukan hangat yang sudah sangat lama ia idamkan.


Tsunade tersenyum lega. "Kamu tidak akan sendiri lagi mulai sekarang ,ada aku disini untukmu."


...----------------...


Bersambung


bung

__ADS_1


bung


bung


__ADS_2