Prajurit Kecil Clan Senju

Prajurit Kecil Clan Senju
*chapter 2* ketauan


__ADS_3

...----------------...


"Ayo shizune kita ketempat selanjutnya"


ucap seorang wanita cantik berambut pirang kepada pelayan nya


"baik nona"ucap sang pelayan dengan nada bahagia karena melihat nonanya begitu bersemangat hari ini


dengan raut wajah bahagia yg terlukis indah di paras cantiknya , dia berjalan dengan semangat ke tempat judi selanjutnya di ikuti pelayan setia dan babi kecilnya yang selalu mengekor di belakang.


"aku yakin pasti kali ini pun aku akan berhasil memenangkan permainan dan menggalahkan para orang tua itu HAHAHA "ucapnya disertai tawa bahagia


pelayan setianya hanya bisa berkeringat lelah di belakang sambil membatin


'padahal ini kemenangan pertamamu nona, itu pun anda mengancam mereka supaya mereka mengalah'


menghela napas lelah, sudahlah yg penting nona bahagia pikir pelayan yang di panggil shizune itu.


tiba tiba nona itu berhenti berjalan dan sedikit waspada. dia merasakan chakra unik seseorang yang tengah mengintainya. chakranya terasa tidak asing ,namun sekeras apapun ia mengingat, ia lupa dimana ia pernah merasakan chakra unik ini.


'heh, mau sebaik apapun kamu bersembunyi. tapi kamu belum cukup 100 tahun lagi untuk bersembunyi dari salah satu sannin legendaris seperti ku'


batin nona itu sambil menatap angkuh tempat orang yg mengintai nya tadi.


"nona Tsunade? kenapa kita berhenti berjalan?"tanya shizune


"tidak ada, ayo kita lanjutkan saja. tadi hanya seekor tikus kecil yg mengira bisa bersembunyi dari ular pemangsa"ucap nona itu yg bernama Tsunade, dengan nada meremehkan.


Shizune hanya menganggukan kepalanya mengerti, ini bukan kali pertama mereka di untit jadi dia sudah cukup terbiasa.


'baiklah, kita lihat sampai kapan kau akan bersembunyi' batin nona cantik itu penasaran dengan sosok yang tengah mengikutinya


......................


pov Tsumaki


'sabar ya perut'


ucapku sambil mengelus pelan perut yang lagi lagi berbunyi.


aku sudah lama mengintai mereka dan berulang kali aku mencoba mengambil dompet nona cantik itu, tapi mengapa sangat sulitt.


padahal mereka dari tadi sangat lengah, namun mengapa mereka seolah olah tau kalau aku tengah mengincar mereka


'jangan jangann' batin nya curiga


'akhh sial, pasti mereka sudah sadar aku ikuti dan mempermain kan ku sedari tadi '

__ADS_1


batin ku kesal


'lihat saja, aku pasti akan membawa dompet penuh uang itu dan menghabiskannya dalam sekejap'


batinku dengan semangat mencuri yang membara


...****************...


Tsumaki tidak tau saja, bahwa yang dia incar sedari tadi itu seorang ninja berbakat yang di juliki sannin legendaris dan pelayan setia nya itu salah satu jonin Konoha yang berbakat.


...****************...


malam pun tiba


karena sudah terlanjur kesal dan perutnya sudah makin perih karena belum terisi, dia pun nekat memunculkan dirinya di depan mangsanya .


"Heh, akhirnya kau muncul juga tikus kecil penguntit"ucap Tsunade


"serahkan dompetmu nona ,jika kau tidak ingin terluka"ucap tsumaki dengan nada yang dingin


Tsumaki menyiapkan kuda kuda sambil mengacungkan kunai nya


"kemarilah bocah, karena aku sedang senang, jadi dengan senang hati ku layani permainanmu "ucap Tsunade sambil melipat tangan nya di dada dengan santai membalas ucapan bocah di depannya.


...----------------...


"nona Tsunadee, anda dimanaa"teriak nya frustasi sambil berlari kesana kemari


babi imut yang dia beri nama tonton pun ikut mencari sambil mengedus beberapa tempat


...----------------...


Tsumaki terkejut karena Tsunade tidak takut dan malah menantangnya.


dia kira Tsunade hanya seorang nona bangsawan lemah yang tengah mencari hiburan di desa ini, karena tidak sedikit juga bangsawan dan para petinggi yang kemari untuk menghabiskan uang dengan cara yang kotor.


"baiklah, jika itu yang kau mau"


Tsumaki tiba² menghilang ,dan dalam sekejap mata dia sudah ada di depan Tsunade bersiap menggoreskan kunai ke lehernya.


'cepat' batin Tsunade kaget


namun prediksi Tsumaki salah kali ini, dia kira Tsunade akan kalah dalam sekali serang namun malah dia yang terpental karena Tsunade dengan mudah menghindar dan menarik tangannya yang memegang kunai kearah yang berlawanan sampai menabrak keras tembok rumah warga.


"lumayan juga kau bocah, tapi jika hanya itu kemampuanmu. masih kurang 100 tahun kau bisa mengalahkan ku"ucap Tsunade menantang sambil mengangkat dagunya sombong.


menggeram marah, Tsumaki menghilang kembali dan berusaha menebas Tsunade dengan kunai nya lagi, namun ada sedikit perubahan dari rencananya yang awal .

__ADS_1


rencana awalnya itu dia akan menggores sedikit leher wanita itu. lalu mengngambil dompet nya dan langsung melarikan diri.


walau sia sia sebenarnya, karena Tsunade dengan mudahnya menghidar bahkan tanpa berpindah tempat sedikitpun.


karena sudah bosan akhirnya Tsunade ingin mengakhiri perkelahian sepihak ini dengan satu pukulan monsternya.


namun betapa kaget nya ketika tinjunya mengenai Tsumaki, seketika anak kecil yang menantangnya berubah jadi asap yang mengepul menutupi penglihatannya . (Tsunade bisa tau Tsumaki itu masih kecil soal nya Tsumaki itu beke Awoakwok )


"bunsin?menarik"ucapnya menyeringhai kembali bersemangat.


Tsunade kaget karena harusnya dia menyadari bahwa yang sedari tadi dia hadapi adalah bunsin. tapi bocah ini, ia sama sekali tidak menyadarinya.


'bocah ini akan tumbuh jadi ninja yang hebat'batinnya


tiba tiba ide gila terlintas di otak nya.


"Hoi bocah, keluarlah dan menyerahlah! kau tidak akan bisa melukaiku dengan kemampuanmu yang sekarang tapi ada yang ingin aku tawarkan kepadamu".ucap Tsunade mamancing bocah itu untuk keluar dari persembunyiannya.


pov Tsumaki


"akhhh sial, ini sakit sekali. sebenarnya siapa nona monster itu? "


"jika tadi aku bener² terkena tinjunya, pasti aku sekarang hanya tinggal nama"ucapku sambil sesekali meringis nyeri


punggungku benar² terluka ,sepertinya beberapa tulangku patah , bahkan dengan kekuatan ku pun pasti akan lama sembuhnya


'sepertinya aku salah mengambil korban,dia pasti bukan hanya sekedar nona bangsawan. dia mosnter'


setitik keringat muncul di pelipisku


"dan apa apaan dia itu, ingin menawarkan sesuatu katanya? dia kira aku bodoh apa! pasti dia akan memukulku kalo aku keluar sekarang"ucapku sebari merinding mengingat dasyatnya pukulan nona itu


...----------------...


tiba tiba ketika Tsumaki masih bersembunyi di balik rumah warga ,dia merasakan hawa mencekam seseorang dan terdengar suara mengerikan di pinggirnya


"mitsuketa"


"AAAAAAAAA"


...----------------...


Bersambung


bung


bung

__ADS_1


bung


__ADS_2