Prajurit Kecil Clan Senju

Prajurit Kecil Clan Senju
*Chapter 10* pertarungan


__ADS_3

......................


Hari pertarungan


"Jadi apa kau sudah siap, Tsuma-chan? " tanya jiraiya kepada Tsumaki yang tengah bersiap .


"Haik! " balas Tsumaki ,sedetik kemudian dia terlihat berpikir.


"Ah etto, paman Jiraiya setelah ini selesai bolehkah aku bertanya beberapa hal tentang naruto? " setelah memendam rasa penasaran sedari kemarin, akhirnya Tsumaki menyakinkan dirinya untuk bertanya pada jiraiya.


Jiraiya menaikan sebelah alisnya mendengar permintaan anak sensei nya ini.


mengira² penasaran apakah yang ingin ditanyakan oleh Tsumaki.


"Tentu saja, akan kujawab sebisaku," timpalnya.


Menganggukan kepala kecil lalu segera menyiapkan kuda² siaga.


Jiraiya yang menyadari itu menyeringai semangat.Dia tak sabar melihat kemampuan dari murid yang dilatih oleh Tsunade secara pribadi.


tanpa aba² keduanya melesat secara bersamaan. Suara kunai saling beradu terdengar nyaring, terlihat beberapa percikan² api yang keluar dari gesekan kedua kunai itu, Menandakan seberapa kuat mereka.


Jiraiya melompat kebelakang ketika menyadari dari arah pinggangnya sebuah pedang es melesat hampir menebas pinggangnya.


'Dari mana pedang itu berasal? aku sama sekali tidak merasakan kehadirannya'


batin jiraiya kaget sekaligus kagum, ia sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaan bocah di didepannya ini, padahal jelas² dia ada di depannya.


"Omoshiroi," celetuk Jiraiya sambil melompat berupaya menghindari sebetan pedang berwarna biru yang mengincar titik vitalnya sedari tadi.


Tsumaki tidak memberi kesempatan lawannya mengambil napas ,selagi sebelah tangannya terus menebas dengan lihai. Satu tangannya yang lain melemparkan senbon yang sudah ia lumuri racun pelumbuh yang bahkan ampuh untuk melumpuhkan 2 ekor badak.


tersentak melihat jarum² melesat cepat kearahnya, Jiraiya kewalahan menghindari dua serangan sekaligus.


Terlihat sedari awal Tsumaki sangat tenang, wajahnya tidak menunjukan raut apapun. Inilah ia saat bertarung, bagai 2 orang yang berbeda.


satu tebasan mengenai pinggangnya cukup dalam selagi ia menepis senbon itu dengan kunainya.

__ADS_1


"Rasengan! "


poff


"Hah? hanya bunsin!,lalu yang asli dima-!?"


ucapannya langsung terhenti ketika merasakan benda runcing yang dingin sudah berada dibelakang nya.Bergerak sedikit saja maka tengkuk belakangnya akan mendapat luka fatal.


Tsumaki berujar dingin. "Kau lengah ,paman Jiraiya,"


"Harusnya dari awal kau tidak meremehkanku,dan hanya terus menghindar. Apa kau meremehkanku!?" Sinis Tsumaki.


Dia merasa sedikit kesal karena sadar bahwa sedari awal Jiraiya tidak bertarung dengan sungguh².Perlu digaris bawahi ia tak suka diremehkan! apalagi di saat pertarungan.


mengangkat tangannya keatas ."Baiklah² aku minta maaf, dan mengaku kalah. Sedari awal aku memang tidak berniat serius,asal kau tau Tsumaki-chan," ujarnya dengan nada bermain-main.


Tsumaki semakin melotot mendengar kalimat Jiraiya.Menghilangkan pedangnya sembari mulutnya menggerutu kesal.


Jiraiya mengabaikan protesan Tsumaki, dan malah terkagum dengan teknik menghilangnya. "Tapi jutsu apa yang kau pakai sebenarnya? aku sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaan mu, seakan akan kau berteleportasi." Jiraiya berbalik ketika menyadari bahwa Tsumaki telah menghilangkan jutsunya.


"Dan apa²an pedang es itu! Kau sangat hebat ternyata. Ayah mu pasti bangga melihatmu tumbuh dengan hebat." Jiraiya memuji dengan tulus sambil mengelus kepala Tsumaki pelan.


"Hehe, arigatoo. pedang itu salah satu jutsu yang aku kembangkan sendiri,dan itu bukan teleport ya! tapi salah satu jutsu ku untuk menekan bahkan sampai menghilangkan hawa keberadaan. " Tsumaki membuka kepalan tangannya lalu muncul sebilah pedang es dari tangannya.


Jiraiya berdecak kagum, 'diumurnya yang tergolong masih kecil, dia sudah seberbakat ini...



sensei anak mu akan menjadi salah satu kunoichi terhebat dimasa ini! aku yakin itu*.'



Bertopang tangan Jiraiya lanjut bertanya penasaran. "Lalu apa yang ingin kau tanyakan tentang Naruto? .


"Ah itu... sebenarnya aku mencari Naruto kemarin ,lalu... "Ujar Tsumaki ragu.


Jiraiya menaikan satu alis penasaran."Tak apa nak, tanyakan saja."

__ADS_1


menatap sekilas mata Jiraiya, lalu Tsumaki lanjut menjelaskan perihal apa yang ia rasakan, chakra yang penuh dengan kebencian yang menguar dari makhluk yang berada di dalam tubuh naruto,lalu saat ia hendak menyembuhkan tangan Naruto, betapa kaget nya saat netranya melihat luka itu sembuh dengan sendirinya.


Jiraiya hanya menghela napas lalu menatap Tsumaki yang tengah menatapnya, menunggu penjelasan.


"Apa kau pernah mendengar tentang jinchuriki?" Tanya Jiraiya.


"Ia, aku pernah mendengar desas desus tentang orang² yang menjadi wadah monster berekor yang sangat kuat.. "Tsumaki tersentak, menyadari arti dari pertnyaan Jiraiya.


Jiraiya merasa tidak perlu menjelaskan lebih detail. Tersenyum kecil ,dia pun melanjutkan perkataannya.


"Ya, Naruto adalah seorang jinchuriki. Aku tidak akan menyuruhmu untuk berteman dengannya setelah mengetahui fakta ini, tapi kau harus tau Tsuma-chan. Bahwa Naruto itu adalah anak yang baik dan pekerja keras.


Dia berusaha keras supaya bisa diakui oleh warga desa yang membencinya, dan membuktikan bahwa dia akan menjadi kuat dan bisa menggapai cita²nya menjadi Hokage ... Karena itu juga Naruto terlihat sangat marah katika bibi mu menjelek²kan Hokage didepannya, " jelas Jiraiya panjang lebar.


Tsumaki terdiam sejenak menatap langit.


"Untuk apa aku menjadi salah satu dari orang² bodoh yang mencela tanpa tau kebenarannya." Tsumaki beralih menatap. Jiraiya dengan raut wajah yakin.


"sedari awal aku memang sudah ingin berteman dengannya, tidak peduli makhluk apapun yang ada didalam dirinya,bagiku Naruto tetaplah orang dengan Chakra sehangat sinar mentari."Tersenyum lembut kearah langit biru yang sangat indah.


Jiraiya tersenyum senang mendengar jawabannya Tsumaki.


memecah keheningan Jiraiya berujar semangat. "Kalau begitu, ayo kita temui Naruto! dia pasti senang punya patner berlatih bersama."


Jiraiya tanpa aba aba berjalan pergi sambil menggenggam tangan mungil Tsumaki.


"e-eh?,apa maksud paman?!" Tanya Tsumaki panik.


"Tentu saja kau akan ikut mempelajari rasengan bersama Naruto,"Balas Jiraiya santai.


Tsumaki akhirnya pasrah diseret entah kemana.


...----------------...


bersambung


bung

__ADS_1


bung


__ADS_2