
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"WOAHHH tinggi nyaa." Mendongak melihat ke atas sebuah gerbang kota yang sangat tinggi.
"bibi², untuk apa kita kesini? apakah kita akan berlatih lagi!? " Mata Tsumaki berbinar binar melihat kota didepannya yang dipenuhi lautan manusia.
"hahaha tentu saja tidak. Disini kita akan bersenang² Tsumaki." melangkah masuk ,Tsunade berjalan dengan antusias ketika melihat banyaknya tempat judi.
Sambil menenteng sebuah koper merah ia masuk ke dalam sebuah tempat judi yang diisi oleh para lelaki yang memakai kimono hitam dan ikat kepala berwarna putih.
"astaga." Shizune melotot dan merapatkan giginya sambil bersembunyi dipunggung Tsunade
Sementara itu Tsumaki menyembulkan kepalanya dari punggung Tsunade ,menatap penasaran dengan papan putih yang di gelar di bawah tatami.
'untuk apa papan itu? apa itu semacam teknik menyegel terbaru' Tsumaki yang penasaran lalu berpindah tempat supaya bisa jelas melihat apa yang akan di lakukan bibinya.
Shizune yang melihat itu semakin melotot panik.Dia tidak akan terima jika Tsumaki menjadi seperti Tsunade dalam hal judi. Ia bertekat untuk melindungi otak polos gadis manisnya! batinnya membara.
Sebelum Tsunade memulai aksinya, Shizune dengan sigap menarik tangan Tsumaki ,dan menempatkannya ditempat yang menurutnya aman.
"Bibi, ada apa? aku ingin lihat bibi Tsunade," Tsumaki merengek karena Shizune menghentikan aktivitasnya. Padahal ia tadi melihat mata pria berjenggot itu membelalak kaget ketika melihat Tsunade.
Dia kan penasarann. Padahal sedang seru²nya tapi Shizune malah menariknya menjauh.
Melihat Tsumaki cemberut sebisa mungkin Shizune menahan hasrat untuk tidak mencubit pipi mochi itu.
"Tsumaki-chan, dengar kan bibi nya. Kau belum cukup umur untuk melihat yang seperti itu. mending Tsumaki-chan jalan jalan saja di sekitar sini.
Tsumaki-chan tadi bilang ingin mencoba makanan di kios yang kita lewati tadi kan? " bujuk Shizune menyakinkan Tsumaki untuk pergi dari sini.
Sudut bibirnya tertarik ke atas, ia baru ingat tadi ingin mencoba permainan dan makanan yang ada disini. Hampir saja ia lupa.
"Baiklah bibi, aku pergi dulu ya. " berlari menjauh dengan semangat.
"Hati-hati dengan orang asing yaa, Kalo sudah berkeliling langsung ke penginapan saja! " Melambaikan tangan kearah tubuh Tsumaki yang perlahan lahan penghilang dari penglihatannya.
"Haikk" Ternyata Tsumaki mendengar apa yang dia ucapkan. Shizune kira ucapannya tadi tak akan terdengar.Namun dia tersadar bahwa Tsumaki memang sangat sensitif akan suara, tak heran walau jaraknya sudah cukup jauh tapi masih dapat didengarnya dengan jelas
menghela napas lega karena berhasil menyelamatkan otak polos Tsumaki, sekarang ia hanya perlu menjaga nonanya yang tidak kapok² bermain judi walau sudah di beri julukan "si legenda kalah judi"
"huhhh, pasti dia sudah melakukannya, " ujarnya frustasi.
tonton yang sedari tadi menonton dengan anteng di pelukan Shizune hanya ber sweatdrop dengan kelakuan majikannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pov Tsumaki
"Ossan tolong takoyakinya satu! " Untungnya bibi tadi sempat memberikan uang yang sangat banyak padaku.
"Haik nona manis, satu takoyaki segera datang. "
"dozo," ujar paman itu.
Menatap satu kresek penuh takoyaki ditangan ku dengan gembira, kuedarkan pandanganku mencari jajanan yang selanjutnya ingin ku coba.
Lalu hidungku menghirup aroma wangi dari sebuah stan penjual yakisoba, tanpa babibu aku segera melesat pergi ketempat itu.
__ADS_1
"Ossan aku pesan /ossan pesan yakisoba ukuran jumbo satu! " ucapku yang ternyata berbarengan dengan anak berambut kuning dan memakai jeket oren yang terlihat seumuran dengan ku.
Dia menoleh kearah ku dan kami bertatapan selama beberapa detik. Yang terputus karena suara paman penjual yakisoba.
"Baik. Tapi makanmu banyak sekali, anak muda!
kau tidak akan memakan semua itu sendiri kan? " Ujar paman penjual kepada bocah kuning itu.
Kulihat anak itu hanya tersenyum lalu bergumam yang masih bisa terdengar olehnya bahwa dia akan memakan semua itu sendiri.
melihat ke arah tangannya, ternyata dia memang sudah membeli banyak sekali makanan.
"Ojou-chan , dozo. " lamunanku terpecah saat paman penjual menyerahkan seporsi yakisoba yang terlihat sangat menggiurkan.
"Terimakasih ossan, ini uangnya."
"sama sama, jangan lupa datang lagi ya." tersenyum seraya mengangguk kecil kearah paman itu.
Saat hendak pergi. aku merasakan ada yang memerhatikan diriku. Menoleh kearah bocah tadi sambil memiringkan kepalaku bingung.
'kenapa dia memerhatikanku seperti itu' batinku heran.
Kami saling bertatapan lagi lalu perlahan dia mengerutkan dahinya.
"Hei kau, rambutmu aneh sekali. kenapa dia bisa memiliki dua warna tebayou? " Jadi itu yang dari tadi dipikirkan bocah ini? Ada ada saja .
Terkekeh kecil, kubalas raut wajah bingung bocah itu dengan senyum kecil "Aku juga tidak tau. Ini alami sedari aku kecil.
Oh ya, kenalkan namaku Tsumaki.maukah kamu menunjukan kios mana saja yang menjual makanan enak? karena kuperhatikan makanan yang kamu beli tampak lezat. Aku ingin membelinya juga! "
"Orewa Uzumaki Naruto. Ayo aku tunjukan kios yang menjual kentang mentega, baunya sangat harum. Aku yakin kau pasti menyukainya tattebayou! " Dia mulai berjalan untuk menunjukan kios kentang mentega sambil terus mengajakku berbicara banyak hal.
Sepertinya dia anak yang sangat ceria dan menyenangkan, aku ingin berteman dengannya. Semoga dia mau berteman denganku.
'Yosh mari berkenalan, ini kali pertama aku punya teman sebaya.Aku sangat bersemangat'
"Ini kentangmu ojou-chan."
"Terimakasih paman." memberikan uang lalu berbalik ke arah naruto yang menungguku.Kulihat dia sedang menghitung sisa uangnnya.
"Hei naruto-kun. ingin memakan ini bersama? " tanyaku.
"Tentu tebayou. Ayo kita makan di sebelah sana. rumput disana terlihat nyaman." Aku bernapas lega ketika dia menerima ajakanku. Kukira ia akan menolak dan langsung pergi.
"eumm."
duduk bersama dengan ditemani angin sepoy sepoy yang menerbangkan beberapa helai rambutku dan Naruto. Kukumpulkan menjadi satu dan aku ikat ponitail supaya tidak menggangguku makan.
Sweatdrop melihat seberapa cepat semua makanan itu masuk ke perut Naruto. padahal Tsumaki baru makan setengah porsi takoyaki dan yakisoba nya bahkan masih untuh. Tapi Naruto sudah menghabiskan setengah dari makanannya.
menggelengkan kepala ku pelan sambil terkekeh. Naruto memandangiku aneh.
sepertinya dia bingung melihatku yang tiba tiba tertawa.
"Apa ada yang lucu tebayou?."
"Ah, tidak tidak. aku hanya memikirkan kejadian lucu dimasa lalu." Aku berusaha menahan hasrat ingin tertawa ketika melihat Naruto yang menoleh kearahku dengan mulut belepotan dan pipi yang menggembung penuh makanan.
__ADS_1
Naruto mengnganggukkan kepalanya mengerti.Kami pun melanjutkan sesi makan yang sempat tertunda karena percakapan kami tadi.
......................
Aku dan Naruto berbaring bersama beralaskan rumput.Makanan kami sudah habis tak bersis dan sekarang kami susah bergerak karena kebanyakan makan.
Naruto ternyata bukan penduduk kota ini. Dia Kesini bersama gurunya untuk berlatih. Tak jauh berbeda denganku.
Dan Naruto juga bilang dia mencari seorang ninja medis untuk menyembuhkan temannya yang sedang sakit karena terkena genjutsu. Awalnya aku ingin mengajukan diri, namun kuurungkan karena belum meminta ijin bibi Tsunade.
Saat membicarakan temannya yang sedang sakit Naruto terlihat sangat sedih dan lesu. Sepertinya aku harus memberi tahu bibi, siapa tau bibi memberikan ijin untukku menyembuhkan teman Naruto.
"Lalu dengan siapa kau kesini? "Tanya naruto penasaran.
"Sama sepertimu. Namun aku kesini bersama Bibi² ku," jawabku.
Naruto beroh panjang, lalu termenung kembali memandangi langit. Sepertinya dia sedang banyak pikiran deh. Alisnya berkerut sesaat.
Tiba tiba Naruto bangkit dari rebahannya
"Namun sebelum itu, sebaiknya aku membakar kalori makanan tadi tebayou," ucapnya tiba tiba sambil meregangkan kedua tangannya keatas.
menengok kebawah."Apakah kau mau ikut juga, Tsumaki-chan? " Tak kusangka dia akan mengajakku.
Lalu kubalas dengan anggukan kecil dan bengkit berdiri .Kami pun berjalan menuju kios kios yang menawarkan permainan.
...----------------...
"Tadi asik sekalii! Terimaksih sudah mengajakku Naruto-kun. aku harap kita bisa bertemu lagi nanti," ujarku sambil berjalan kearah berlawanan dengannya.
"eum, tentu saja ttebayou," Dia menjawab dengan senyum lebar dan anggukan penuh semangat.
"Jaa nee naruto-kun." Aku berlari menuju tempat penginapan kami.Tsumaki menguap perlahan di sela perjalanannya. walau matahari masih bersinar cukup terang, tapi ia tidak sempat beristirahan setelah tiba disini dari perjalanan panjangnya.
"Meminta izinnya besok sajalah. Aku sudah sangat lelah sekarang. Sebaiknya aku mandi dan langsung tidur saat tiba di penginapan nanti."Mempercepat laju lariku agar cepat sampai tujuan.
......................
Disisi lain terlihat Naruto tengah memukuli pria dewasa berambut putih panjang yang diikat satu kebawah seraya memegang dua cumi ditangannya.
Terdengar omelan Naruto bahwa pria itu telah melanggar 3 hal yang tabu bagi shinobi.
Setelah perkelahian kecil karena cuminya terlempar kearah seorang pria yang mengaku mantan ninja bayaran yang berakhir kemenangan mutlak pria berambut putih.
Naruto pun memulai latihannya yang di temani dengan pria putih itu di sebuah hutan di kota itu .
...----------------...
Apakah Tsumaki akan bertemu dengan pria berambut putih itu?atau mungkin tidak?
nantikan kelanjutannya di chapter depan...
bersambung
bung
bung
__ADS_1