Presdir Nelangsa (Menjadi Ibu Susu-mu) Season 2

Presdir Nelangsa (Menjadi Ibu Susu-mu) Season 2
PT. NYAWANG PENAK


__ADS_3

Tap. Tap. Tap.


Langkah tiga pasang kaki jenjang. Siapa itu?.


Dia adalah Dafi Isa Dominique, Devan Ibrahim Dominique, yang di dampingi Ayah tercintanya, Demian Dominique.


Semua karyawan dari segala devisi langsung menunduk sedikit. Hingga suara serak mengagetkan mereka.


"Hai kalian!. Mengapa kalian harus menunduk. Angkat kepala kalian!. Emang kita hantu. Pakai nunduk." Sentak Dafi dengan tangan mengayun, mengarahkan agar kepala semua karyawan diangkat.


Semua yang ada di sana belum pada mau mengangkat kepala mereka. Hingga Dafi pun mengucapkan satu kata yang bikin mereka takut.


"Jika kalian, tidak mau mengangkat kepala kalian. Saya akan pecat kalian semua, dan akan saya ganti dengan karyawan yang baru. Hahaha."


Sontak membuat semua karyawan yang sedang berdiri, yang tadi menundukkan kepala kini langsung mengangkat kepala mereka masing-masing. Menatap calon pemimpin baru di perusahaan PT.NYAWANG PENAK.

__ADS_1


"Nah, kan baru bener kegitu!." Tukas Dafi merasa puas mengerjai mereka.


Demian dan Devan yang melihat calon Presdir baru itu bertingkah konyol hanya menggelengkan kepala pelan. Sudah sangat hafal, bagaimana sifat banyolan sang bungsu Demian satu ini.


Mengapa tidak sulung saja, yang menjadi Presdir?.


Ada deh jawabannya. Nanti author kasih tau yups.


"Ehem!!..."


Asisten Demian berdehem, menarik perhatian semua karyawan yang sudah berada di sepanjang lobi dan memenuhi koridor.


"Perkenalkan ini..-"


Sebelum melanjutkan ucapannya yang seperti pidato. Tiba-tiba ada satu telapak tangan dengan kode, untuk berhenti bicara. Ya, itu tangan Dafi Isa Dominique.

__ADS_1


"Stop, Pak Danuar. Anda ini lama sekali." Ucap Dafi dengan nada protes.


Devan langsung menyenggol bahu sang adik kembarnya itu. Dafi yang di senggol pun, hanya mengacuhkannya dan melanjutkan apa yang ingin di sampaikan secara langsung kepada karyawan Ayah nya itu.


"Saya , Dafi Isa Dominique. Akan menggantikan posisi Ayah saya. Mulai saat ini!. Jadi, semua peraturan akan saya buat. Akan saya rubah, jika tidak ada yang mengikuti peraturan yang nanti akan saya buat. Bisa angkat tangan, dan berikan alasannya." Tegas Dafi.


Sikap yang tadinya banyol sekarang berubah serius. Semua masih diam, tanpa ada yang berani menyela.


"Nanti akan saya kabarin lagi, apa peraturan itu. Terpenting kalian sudah tau saya, kan?. Saat ini."


"Terima kasih. Perhatiannya." Lanjut Dafi dengan hormat.


Dafi langsung menoleh ke arah kembarannya. "Gue keren kan tadi. Ah, enak ya jadi pemimpin itu. Semua atensi ke kita semua, Bree..." Bisik Dafi membuat Devan kegelian.


Devan yang mempunyai watak cool dan banyolan yang sama sekali tak terlihat hanya diam dan datar. Membuat Dadi sebal dan mencebik menggerutu.

__ADS_1


"CK, ck dasar!. Kembaran nggak ada akhlak!. Bukan nya jawab kek apa muji." Gerutu Dafi dengan menghadap lurus kedepan lagi.


Semua karyawan dan karyawati berbagai devisi itu pun. Sedikit mendengar gerutuan sang Presdir baru mereka hanya mengulum tawa. Merasa Presdir mereka kali ini, lebih banyak memiliki sifat banyol dan bar-bar. Dengan semua tingkah ceplas-ceplosnya.


__ADS_2