
"Faster baby ... !! .. Yesss .. Auhh ... "
Tepukan kulit, menggema di dalam ruangan bernuansa hijau. Memadu kasih dan terbang ke nirwana. Betapa mereka menikmati itu semua tanpa ikatan halal.
"Ahh .."..
Cupp !!
"Terima kasih Sayang .... ". Ucap laki-laki yang telah terkulai lemas. Tepat di samping perempuan yang ia jamah tadi.
"You're Wellcome Baby .. " Jawab perempuan tersebut.
Keduanya menarik selimut tebal dengan bersamaan. Membuat insan yang sedang di mabuk cinta itu segera menutupi tubuh polosnya.
Hening.
Hanya tangan yang melingkar di perut perempuan cantik, berkulit putih tersebut. Hingga akhirnya sang perempuan itu membuka mulutnya. Memulai pembicaraan.
"Akhtar... "
"Ya ...?."
"Aku mau nanya sesuatu.
"Hemmm."
"Hubungan kamu dengan Si Sarah bagaimana ?" Tanya Perempuan cantik itu.
__ADS_1
Deg!
Ditanya mengenai hubungannya dengan perempuan yang baru di kenalnya beberapa bulan yang lalu. Sontak, Akhtar terdiam. Kalau boleh jujur, ia masih ragu. Karena Sarah sulit sekali untuk ia sendiri taklukan. Membuat dia ekstra dalam memperjuangkannya.
Si perempuan bernama Anjani itu menoleh kebelakang. Menatap sang kekasih yang menjadi raja di hatinya selama beberapa tahun.
Pasti banyak yang bertanya-tanya . Mengapa Anjani bertanya kepada Akhtar mengenai perempuan lain. Jika ditanya, apa dia tidak sakit hati dengan semua ini?.
Jawabannya tetap merasakan sakit hati, namun apa daya. Hubungan dirinya dan kekasih tak mendapatkan restu dari pihak Akhtar. Alhasi, Anjani harus merelakan Akhtar dengan yang lain. Meski pilu, lalu bagaimana lagi.
Awalnya berat, namun saat Akhtar menyakinkan dirinya tidak akan tergoda dengan perempuan yang sekarang ia ketahui menjadi pacar untuk kekasihnya itu. Anjani jadi yakin, bahwa dia tidak harus takut akan kehilangan sosok laki-laki yang sudah mampu membuat dirinya menjadi lebih bermakna dan lebih tepatnya lebih dihargai. Tidak seperti masa lalu yang memang kelam.
Anjani bahkan lebih lega, saat Akhtar diam-diam lebih memprioritaskan dirinya. Meski harus sembunyi-sembunyi dari keluarga Akhtar.
"Aku tidak mencintai dia, Jani. Jadi tolong, jangan bahas orang lain. Jika kita sedang bersama. Aku tidak mau, ini sangat merusak mood.ku." Ujarnya dengan nada yang sangat ketus.
Tapi, dia jadi kasihan kepada sang perempuan yang bernama Sarah itu. Setahu dia, Perempuan itu sudah mencintai Akhtar. Mengapa Akhtar malah tega, mempermainkan perasaannya.
Ah, masa bodohlah. Yang penting Akhtar masih denganku. Soal yang lain, biarkanlah. Toh, tidak ada urusannya denganku. Bathinnya sedikit girang.
"Maafkan aku sayang ... "
Cup!
"Ayok kita lanjut lagi, aku masih kuat untuk beberapa permainan lagi."
Lalu mereka pun kembali berkuda untuk kesekian kalinya. Dibawah hujan deras. Membasahi seluruh kota. Membuat mereka berdua lebih nikmat saat terbang ke nirwana.
__ADS_1
∆∆∆∆∆∆∆∆∆
Di lain tempat.
"Moms .. Aku rasa .. harus kasih kejutan ke Akhtar deh. Bagaimana menurut Moms?." Tanya gadis bermata coklat dengan tangan memoles selai ke atas selembar roti yang di pegangnya.
"Mommy rasa itu bagus, tapi..-"
"Tapi, apa Moms?."
"Mengapa Mommy merasakan sesuatu yang buruk ya, tapi apa itu."
Gadis bernama Sarah itu mendekati Mommynya. Mommy yang telah melahirkannya , membesarkannya dengan sayang. Di usianya yang semakin terbilang sepuh, tapi mommynya masih sangat cantik. Sungguh Laura sangat cantik, begitu pula dengan Diego sang Daddy. Mereka berdua pasangan yang sangat kompak meski kadang rasa gesrek sih. hehe..
"Moms ... Aku mau kasih Mas Akhtar apa ya ?. Bantu Sarah mikir dong Moms . Haha..."
Pug!
Tepukan pelan mendarat di bahu Sarah.
"Mikirin cicilan . Ngopi - ngopi Mas.e .. Haha.. "
Keduanya sama- sa tergelak.
" Aku belikan mobil atau motor aja apa ya, Moms?."
Belum sempat sang Mommy menjawab. Tiba-tiba ada suara seseorang yang mengagetkan, mereka berdua di ruang makan.
__ADS_1
"Tinggalkan Akhtar! Dia orang yang tidak cocok untukmu. Dia penghianat!!."