
Suara seorang Presdir baru, sekarang sedang menggebu berteriak di mikrofon. Kini terdengar di semua ruangan. Melalui setiap speaker ruangan mereka masing-masing.
Menyerukan mereka semua untuk berkumpul di aula yang berada di PT. NYAWANG PENAK tersebut.
"Apakah semua sudah berkumpul, Pak Danuar?."
"Sudah Pak."
"Bagus!."
Danuar yang seusia Ayahnya pun sempat heran akan sikap anak yang menjadi Presdir baru kini. Senyuman yang lebih sering di tampakkan itu, seperti seringaian licik.
"Kalau begitu saya permisi, Pak."
"Silahkan Pak Danuar. Tunggu saya di sana. Sepuluh menit lagi, dan saya akan mengumumkan peraturan yang baru. Haha..."
Seketika tawa Dafi menggelegar. Membuat Danuar menjadi tambah heran bin bingung. Sangat banyol sekali nie bocah kecil. Bathinnya.
"Ba-baik, Pak. Saya permisi."
Di jawab anggukan oleh Dafi, dan ketika Danuar pergi. Dia langsung melirik ke arah mini camera yang sudah membuat hatinya sedikit gedeg.
"Gue kerjai Loe!!!". Ucap Dafi beranjak dari duduknya. Menekan mini camera itu, menempelkan permen karet yang ia kunyah tepat di kaca mini camera tersebut.
__ADS_1
"Hahahahaha... Tahu rasa Loe!!. Lihat ni jigong gue!."
🔹🔹
__Aula besar PT. NYAWANG PENAK_
"Hai, semuanya." Sapa Dafi dengan berjalan santai menuju mimbar yang sudah di sediakan untuknya.
Jangan tanyakan betapa coolnya dia, betapa tampan dan seksinya Presdir kita ini. Tapi, seribu sayang. Sifat banyol dan bar-bar nya sering kali di anggap wanita, sebagai keterlaluan dan membuat mereka ilfeel saking begitunya.
Karyawan yang masih belum tahu, mengapa mereka di kumpulkan itu pun beralih menatap Presdir baru mereka. Saling tatap dan saling mengendikkan kedua bahu mereka saat ini.
Entah apa yang akan Presdir tampan itu sampaikan. Mereka tidak tahu. Tapi, hawanya, hawa sedikit mencurigakan. Pasti ada yang aneh-aneh ni nantinya.
"Apa yang ingin di sampaikan oleh, Pak Daf ya?." Tanya salah seorang karyawati kepada rekannya.
Seketika membuat temannya itu mengerutkan kening. "Maksud kamu seperti main di wahana, apa ?."
"Hiss, kamu ini Anita!. Itu kamu lihat. Dia santai sekali. Seperti bukan seorang Presdir. Tidak ada raut wajah menakutkan dari Pak Daf. Paham Tidak?!." Seloroh Bunga dengan sedikit sebal, karena temannya itu sedikit lola (loading lama).
"Oh seperti itu, bilang dong daritadi."
"Mbuhlah!. Sak Karepmu!."
__ADS_1
Bunga pun mencebik, merasa sia-sia ingin mengghibah seorang Presdir baru mereka.
"Ehem!.. Ehem!!... "
Seketika semua langsung menatap sang Presdir. Dafi yang di tatap pun tersenyum lebar. Membuat heran seisi aula PT. NYAWANG PENAK keheranan.
"Nungguin ya??." Celetuk Dafi.
Seketika mereka semua mengulum tawa. Merasa terhibur akan sikap santai serta bar-barnya Dafi.
"Mau tahu nggak, nie?. Pasti kalian ada yang bertanya dalam hati. Nie Presdir tampan, ngapain sih ngumpulin kita kesini. Iya kan??."
Karyawan dan karyawati itu pun mengangguk bersamaan.
"Anjay!!... " Seru Dafi dengan tangan di angkat ke udara, dan jari membentuk metal.
"Gaul juga ya, Presdir kita."
"Iya, dia kece badai!."
Kasa kusuk terdengar bersahutan. Membuat Dadi bisa menebak. Pasti mereka keheran akan gue ni. Bathinnya dengan menganggukan kepala.
Sementara di sudut ruangan ada pria berbadan gempal, sedang mengepalkan kedua tangannya. Menahan emosi supaya tidak meledak saat ini.
__ADS_1
"Bocah tengik!." Umpatnya.
🔹🔹🔹🔹