Presdir Nelangsa (Menjadi Ibu Susu-mu) Season 2

Presdir Nelangsa (Menjadi Ibu Susu-mu) Season 2
ATURAN BARU, BIKIN MELONGO


__ADS_3

"Ehem!!.." Dafi berdehem dengan satu tangan memegang mikrofon yang bertengger di mimbar.


Deheman Dafi, membuat kasak kusuk berhenti. Dan kini tatapan mereka lebih serius kala melihat raut wajah Dafi yang juga berubah jadi serius. Tidak seperti tadi, saat baru pertama masuk aula.


"Saya akan membacakan peraturan baru. Aturan yang bisa disebut ini adalah penentu kalian. Kalian layak atau tidak di perusahaan ini. Kalian tentu tahu, perusahaan ini berdiri pada naungan Kakek dan Ayah saya. Saya disini, hanya. Denger loh ya, Ha-nya!. Meneruskan kepimpinan dalam mengurus dan bertanggung jawab di perusahaan ini. Jadi, tolong kerja sama-lah dengan baik. Karena saya tidak akan mengampuni seorang penghianat. Karena penghianat itu tempatnya di????...-"


Dafi menjeda ucapannya, menatap semua karyawan/karyawati yang berdiri tegap menatapnya. Menanti apa aturan baru di perusahaan ini.


"Di pecat secara tidak hormat dan akan saya permalukan dia di depan umum!. MENGERTI??!!!.."


Sentak Dafi, membuat semua langsung menegang. Mengangguk dengan cepat. Lidah mereka semua keluh. Seakan tidak mau salah bicara pada Presdir yang masih dengan mood serius.


"Bagus!."


"Saya sebagai Presdir baru nan tampan di perusahaan ini, mengatakan..."


Sebelum Dafi benar-benar mengatakan apa yang akan menjadi aturan baru nya. Seorang karyawati malah mengumpat serta menggerutu dalam hati akan kelakuan Dafi yang menurutnya terlalu percaya diri akan ketampanannya. Ya, memang aslinya tampan juga sih.


Cih, Narsis sekali kau Pak. Tampan tapi seperti orang mesum saja kalau menatap. Gerutu Bunga dalam hati dengan tatapan yang masih fokus ke Dafi.

__ADS_1


Begitu pula dengan Latusa, yang berdiri tidak jauh dari mimbar sang Presdir. Melirik sebal dan mulut mencebik. Dasar ya, tuh Presdir nggak ada habis-habisnya narsis mulu. Heran gue. Bathinnya.


"1. Berangkatlah sebelum sepuluh menit sebelum memulai briefing!.



Pakailah pakaian yang sopan dan rapi untuk karyawan, berlaku untuk semua devisi


Pakailah pakaian yang lebih tertutup untuk karyawati, maksud saya disini tertutup adalah. Bagian atas baju, di usahakan jangan terlihat bagian dada nya. Dikhawatirkan!. Jika disini ada banyak para laki-laki hidung belang, yang tertutup profesi sebagai karyawan saya!. Saya tidak mau kalau sampai ada kasus pelecehan!. Ingat!. Semua dari diri kita sendiri!. Disini kerja bukan saling menggoda!. Paham?!.


Tolong ulas dan laporkan setiap tindak bullying antar teman di perusahaan ini!. Karena saya paling benci apa itu bullying, atau kita sebut juga dengan perundungan!. Disini kerja bukan pamer harta atau kecantikan dan lain-lain!. Paham?!!


Kerja giat, kerja team, disini saya juga bekerja. Mencoba tanggung jawab, jadi mohon kerja sama nya. Jangan ada yang mencoba mangkir dengan alasan yang tidak mutu atau hanya karena masalah sepele. Berikan surat kedokteran bilamana sakit!. Kasih keterangan yang jelas bilamana ada sesuatu yang mendesak. Ini perusahaan bukan tempat main mengerti!.


Ibadahlah sesuai dengan agama masing-masing. Bagi yang muslim, disini ada musholah kecil, kita bisa bergantian untuk sholat. Jangan tinggalkan itu, karena perusahaan butuh karyawan dan karyawati yang taat pada Tuhannya. Begitu pun dengan agama yang lain. Taatlah pada Tuhan- Mu. Supaya berkah dan saya bisa memberikan bonus untuk kalian akan kelancaran perusahaan ini.



Tolong laporkan sesuatu yang mencurigakan!. Jangan hanya diam dan menutupi perbuatan yang tidak baik untuk kelangsungan anda semua dan perusahaan ini.

__ADS_1




Saya, Dafi Isa Dominique berdiri di depan kalian. Mengucapkan selamat untuk bergabung dan akan memulai kerja sama dengan perusahaan ini lagi. Karyawan lama maupun baru. Terimakasih untuk kalian. Terimakasih sudah mau berusaha, bertanggung jawab atas semuanya. Semoga kalian betah dan sehat selalu. Saya tanpa kalian, tidak akan ada apa-apanya. Terimakasih, atas perhatiannya!!."


Prok!. Prok!. Prok!.


Seketika semua bertepuk tangan. Sembari memberikan senyum terbaik mereka, bibir merekah dengan raut wajah yang girang. Mendengar ketegasan serta aturan yang akan mereka patuhi. Membuat mereka senang. Mengapa senang, karena Presdir mereka menyampaikan itu penuh kelembutan meski dengan penekanan di setiap kata.


"Gue suka ni. Presdir kita akan berusaha kerja sama sebagai team yang baik." Teriak Beni, salah satu karyawan yang ikut berdiri di aula tersebut.


Semua menoleh kearah Beni dan mengangguk bersama.


"Iya , iya benar. Pak Daf sepertinya orang yang baik. Dia peduli dengan kita. Kata-katanya sangat sopan. Semoga kepimpinan pak Daf, seperti Ayahnya ya."


"Semoga saja."


Begitulah obrolan dan kericuhan mereka. Sungguh aturan baru, bikin melongo. Namun melongo senang bukan melongo kecewa.

__ADS_1


__ADS_2