Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani

Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani
Kiss


__ADS_3

"Dira aku takut,"ucap Vivi sambil memeluk Dira dengan sangat erat.


"Hey kalian berdua,kenapa asik bermesraan saat situasi seperti ini,"tegur Arsen kepada


Rika dan Riko.


"Srkkkkk,srkkkk,"suara langkah kaki itu semakin dekat.


"Kamuuuu,"ucap mereka serentak dan merasa lega.Mereka melihat tuyul membawa keranjang makanan di kedua tangannya.



"Wahhhh,terima kasih kamu sangat bisa diandalkan teman,"ucap Vvi tersenyum senang.Lalu mengambil keranjang makanan tersebut dari tangan tuyul itu.


"Dira minumlah ini,"sambil menyodorkan botol minuman kepada Dira,Dira kemudian langsung mengambilnya dan meminumnya segera.


"Pelan-pelanlah sedikit,"tegur Arsen.


"Aku sudah sangat lapar,"cicir Dira.


"Aku tau,tapi makanlah pelan-pelan,"tegur Arsen sambil mengelus kepala Dira dengan lembut,Dira yang tidak peduli dengan perlakuan Arsen kepadanya karena ia benar-benar sangat lapar sekarang.


"Kamu mau?"tawar Dira kepada Arsen.


"Kamu makan saja,aku masih belum lapar,"Arsen kembali mengelus rambut Dira,lalu mengikat rambut Dira yang terlihat berantakan itu dengan akar.


"Cantik,"batin Arsen sambil menatap Dira dalam diam.


"Uhukk,uhuk,"Dira tiba-tiba saja tersedak makanan.


"Sudah ku bilang makan pelan-pelan saja,"kesal Arsen ,lalu menyodorkan minuman kepada Dira.


"Kau tidak tau bagaimana rasanya tidak makan dan minum beberapa hari,kau hanya tau mengomeli ku saja,"Dira pun juga kesal dengan Arsen yang selalu mengomelinya.


"Aku bukan mengomelimu,aku hanya menyuruhmu supaya makan pelan-pelan saja,dasar kau tidak tau membedakan yang mana mengomeli dan yang mana menyuruh.Sebaiknya kau perlu ku ajari lagi biar pintar seperti ku,"ucap Arsen dengan percaya diri.


"Ciiih,percaya sekali dasar pri monster,"gumam Dira.


"Apa kau bilang pria monster?"dengan suara yang sedikit di naikan.

__ADS_1


"Kenyataan nya memang begitukan,"balas Dira.


Kau,,"ucap Arsen terpotong.


"Sudah,sudah jangan bertengkar terus,kalian berdua tidak malu apa sama yang lain,"Dira dan Arsen lalu menengok ke arah sekitar mereka berdua,tampak segerombolan hantu itu sedang duduk menonton mereka berdua yang sedang bertengkar itu.


"Kenapa kamu tidak ngomong dari tadi,"bisik Dira,ia sangat malu sudah di tatapin para hantu tersebut,sedangkan Arsen tampak biasa-biasa saja namun di hatinya ia benar-benar malu dan harga dirinya sudah hilang,dulu ia terkenal tidak pernah akrab dengan orang lain tapi sekarang ia berada di segerombolan hantu dan terutama selalu berdebat dengan Dira.


"Ehemm,sebaiknya kita melanjutkan perjalanan kita supaya cepat sampai,sebentar lagi akan pagi,"ucap Arsen.


"Kamu sudah kuat berjalankan?"tanya Arsen lagi,kepada Dira.


"Iya aku sudah memiliki tenaga,"balas Dira.


"Syukurlah,"gumam Arsen,ia sangat lega karena ia tidak perlu lagi ngos-ngosan mengendong Dira,apalagi perjalanan mereka masih cukup jauh.


"Apa kamu bilang?"tanya Dira.


"Ti..tidak aa-apa,"ucap Arsen dengan cepat.


"Oh,"ucap Dira dan Arsen kembali bernafas lega,karena Dira tidak mendengar apa yang ia bicarakan tadi,jika tidak habislah riwayatnya sekarang.


"Sana mandi dulu,biar capeknya cepat hilang,"perintah Arsen kepada Dira.


"Nanti saja aku sangat capek."


"M A N D I,sekarang juga,"suara Arsen sedikit membentak namun Dira tidak menghiraukannya,malahan Dira merabahkan dirinya di sofa tamu.


"Dira kau berani melawan ku?"namun tetap saja Dira tidak mau mendengarkan Arsen.


"Baiklah,"ucap Arsen.


"Akhhhhhh,"Dira menjerit karena Arsen membopong tubuh Dira ke kamar mandi.


"Byurrrr,"Arsen melepaskan Dira di dalam batthup.


"Ka..kauu,"sambil mengusap wajahnya yang basah.


"Apa hah?"suara Arsen menantang,kemudian Dira bangkit berdiri lalu menghampir Arsen yang hendak keluar dari kamar mandi itu.

__ADS_1


"Byurrrrr,"suara riakan air di dalam batthup itu, karena Dira menarik Arsen lalu mendorongnya masuk ke dalam batthup dengan paksa.


"Ka..kau,"geram Arsen lalu mengusap wajahnya dengan kasar,lalu ia menarik Dira juga masuk ke dalam batthup.


"Krikk,krik,"suara hening di dalam kamar mandi.Sepasang manusia itu saling bertatapan dalam diam,namun jantung mereka berdua berdegup kencang.Arsen menatap wajah Dira itu membuatnya sangat terpesona hingga tidak sadar Arsen men***p bibir Dira dengan pelan,Dira yang merasa kaget seketika matanya melotot namun ia tidak sadar membalas ciuman itu,lama kelamaan ciuman menjadi semakin panas, hingga Dira terengah-engah membalas ciuman Arsen.


"Hah,hah,kau mau membunuhku hah?"


"Sepertinya kau tidak pandai berciuman ya?"tanya Arsen sambil mengejek tersenyum.


"Cikkkk,kau seperti dirimu yang berpengalaman saja ya?"tanya Dira balik dan Arsen memalingkan wajahnya malu,yang di katakan Dira barusan memang kenyataannya .Dia tidak memiliki pengalaman untuk berciuman, karena selama ini hidupnya hanya dihabiskan di dalam rumah saja,Arsen tidak pernah sama sekali mengenal wanita bahkan pacaran sekalipun.


"Hei,kenapa wajahmu memerah hmmm?"goda Dira.


"Awas,minggir kamu,"usir Arsen namun Dira tidak menghiraukannya.


"Kenapa hmmmm?"Dira pun merangkak naik ke pangkuan Arsen dan ia ingin sengaja mengoda Arsen.


"Di...Dira apa yang kau lakukan,cepatlah turun,"ucap Arsen yang tidak bisa bergerak.Badan nya semua terasa kaku ketika Dira duduk di pangkuannya.


"Kau kenapa?"tanya Dira pura-pura.Ia tau Arsen saat ini sedang menahan hasratnya.


"Di...ra jangan coba-coba,aku lelaki normal jangan salahkan aku jika berbuat sesuatu nantinya,"ancam Arsen.


"Oh ya,memangnya apa yang ingin kau lakukan hmmm?"Dira menantang Arsen.


"Ckkk kau dasar wanita pengoda,"sindir Arsen.


"Oh jadi kau tergoda sekarang?"


"S***l,senjata makan tuan,"batin Arsen.


"Kenapa Diam,"bisik Dira di telingga Arsen lalu mengalungkan tangannya di leher Arsen.


"Dira kau keterlaluan,"Geram Arsen.Sedangkan Dira melepaskan topeng Arsen perlahan-lahan,wajah yang putih,bersih,mulus,hidung mancung,bola mata warna kecoklatan dan tatapan mata yang sangat tajam itu tampak terlihat seksi di mata Dira sekarang,lalu ia memandang bibir Arsen yang sangat mengoda itu.


"Cup,"entah apa yang sudah merasuki dirinya hingga ia tiba-tiba saja mencium bibir seksinya Arsen.Arsen yang terdiam dengan perlakuan Dira kepadanya hanya tersenyum devil lalu membalas ciuman Dira,namun lama-kelamaan ia menarik pinggang Dira hingga tubuh Dira dan dirinya sangat dekat.


"Jangan salahkan aku,"ucap Arsen.

__ADS_1


__ADS_2