Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani

Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani
Bersambung


__ADS_3

"Dor,dor,dor,"suara tembakan nyaring di rumah tua itu,kini seorang laki-laki paruh baya itu sudah meninggal di tempatnya dengan darah yang bercucuran di lantai.


"Ciuuuuhh,terima kasih kau sudah membantu ku selama ini dan aku sudah membalas semua budimu dengan cara membunuhmu,"ucap ayah tiri Arsen,ayah tiri Arsen yang melihat Dianto menyodorkan pistolnya ke arahnya dengan cepat ia berpikir dan di dalam hatinya ia benar-benar pintar mengelabui Dianto yang tua bangka itu,secara diam-diam dan berpura-pura takut atas ancaman yang di berikan Dianto padanya supaya ia bisa menjalankan aksinya dan ia berhasil dengan cepat menembak Dianto terlebih dahulu.


Kini kematian Dianto membuatnya tenang,karena ia tidak akan pernah lagi takut dengan siapa pun lagi,terutama hantu suruhan Dianto itu juga ikut lenyap karena sang pemilik juga sudah meninggal.


Keempat pemuda itu kini sedang menikmati makan malam mereka dengan penuh damai.


"Dia benar-benar sangat cantik,"batin Arsen yang dari tadi memperhatikan Dira yang sedang mencicipi masakannya itu.


"Dira apa aku boleh membicarakan sesuatu dengan empat mata dengan mu?"tanya Arsen.


"Tentu saja,kamu ingin berbicara dimana?"tanya Dira.


"Kamu ikut saja dengan ku,"sahut Dira.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan Vio dan Vivi yang sedang menikmati makan malam itu.


"Duduklah,"ucap Arsen.


"Ada apa Ar?"tanya Dira penasaran.


"Aku ingin mengatakan sesuatu,tapi aku tidak tahu apa itu pantas atau tidak aku katakan pada mu,"ucap Arsen sungguh.


"Kenapa kamu berkecil hati seperti itu,coba katakan saja,"ucap Dira.


"Dira,aku...Aku mencintamu.Kamu mau kan jadi istri aku?"ucap Arsen spontan.Dira yang mendengar ungkapan hati Arsen seketika terkejut dan tidak menyangka.


"Arsen,ka,,kau serius?"tanya Dira.


"Aku sangat serius Dir,aku ingin kamu menjadi istriku."


"Tapi Ar,"ucap Dira terpotong.


"Aku tahu aku tidak memiliki apa-apa Dir,aku sadar aku orang yang menumpang hidup dengan kamu,aku memang tidak tahu malu.Tapi asal kau tahu hati ku tulus mengatakan semuanya itu aku benar-benar menginginkan kamu jadi istri ku,aku berjanji akan membuatmu bahagia,"ucap Arsen sungguh-sungguh.


"Aku bukan nya ingin merendahkan kamu atau apa Ar,maksud aku kenapa kamu langsung ingin mengajak ku menikah bahkan pacaran saja kita belum,"seketika kepercayaan diri Arsen muncul.

__ADS_1


"Buat apa pacaran Dir,kita sudah saling mengenal satu sama lain, apa itu belum cukup? kita memang saling suka berdebat tapi itu bukan berati kita tidak cocok atau apa pun itu,"jelas Arsen.


"Aku ingin jawaban mu sekarang juga,"ucap Arsen lagi.


"Iya aku mau,"jawab Dira tanpa ragu lagi,karena ia juga teramat mencintai Arsen.


"Aku ingin kamu menjawab satu pertanyaan ku dan aku harap kamu mau menjawabnya dengan jujur,"pinta Dira sungguh-sungguh.


"Katakan saja,"ucap Arsen singkat.


"Sebenarnya apa alasan kamu memakai topeng wajah itu,padahal wajah mu tidak memiliki luka apa-apa,"ucap Dira.Arsen pun menghela nafas sebentar.


"Sebenarnya ini kado ulang tahun dari ayahku waktu aku berumur 5 tahun,aku sangat menyukai topeng ini sehingga aku memakainya saat tidur karena sudah terbiasa memakai topeng akhirnya aku terus mengunakannya karena terasa sangat nyaman dan sampai sekarang aku memakainya,kalau melepaskan topeng ini rasanya aku benar-benar tidak percaya diri bertatap dengan orang luar sana makanya aku putuskan untuk memakainya saja,"jelas Arsen dan Dira seketika melonggo mendengar penjelasan Arsen.


"Alasan yang benar-benar tidak masuk akal,"sahut Dira.


"Kau mengatai calon suami mu tidak masuk aka?"kesal Arsen.


"Calon suami,"gumam Dira yang tiba-tiba pipinya memerah mendengar perktaan Arsen barusan.


"Sayang kenapa wajahmu seperti itu?"tanya Arsen dan Dira wajahnya semakin memerah seperti tomat.


"Hahhaa,ternyata calon istriku malu,"ucap Arsen.


"Ciiiiihh,sudahlah ayo kita masuk.Ini sudah mulai larut aku takut masuk angin,"sahut Dira.


Kini hari yang sangat bahagia yang di tunggu-tunggu oleh keempat pasangan itu sudah tiba setelah sekian bulan menanti,mereka menikah di hari yang sama.Pernikahan yang sederhana namun sangat bermakna untuk keempatnya.


"Sayang,aku sudah tidak sabar menanti malam pertama,"bisik Arsen di telingga Dira.


"Akhhhh,"Arsen menjerit kesakitan karena Dira menendang benda pusaka yang berharga itu.


"Kenapa sakit?"ucap Dira.


"Saya nanti kalau patah bagaimana? nanti kamh juga yang kerepotan tidak bisa memakainya,"goda Arsen.


"Kau di saat seperti saja masih suka usil,mau aku tendang lagi hah?"kesal Dira.

__ADS_1


"Jangan,jangan,"ucap Arsen dengan cepat,seketika Vivi dan Vio tertawa melihat kedua pasangan yang lucu itu.


"Sayang mereka benar-benar sangat cocok ya,"bisik Vivi.


"Iya,kita juga cocok sayang,"balas Vio lalu mencium kening Vivi dengan lembut.


Sementara di lain sisi tampak bapak tua terkapar lemah tidak berdaya,karena di kerjai para hantu kuntilanak dan tuyul itu,mereka tidak rela melihat hidup ayah tiri Arsen hidup bahagia dengan harta yang ia punya itu.Jadi mereka bekerja sama mengerjai ayah tiri Arsen tanpa sepengetahuan Dira dan Arsen.Mereka terus-terusan menghantui ayah Arsen selama berbulan-bulan dengan mengunakan wajah yang sangat seram itu dan kini ayah Arsen sudah menjadi orang yang tidak waras lagi,ia tampak seperti sangat ketakutan akan sesuatu.


"Saya apa itu?"tanya Dira melihat kado pernikahan yang dikirim oleh seseorang.


"Aku juga tidak tahu,coba kamu buka saja,"ucap Arsen dan langsung membukanya.


"Sayang lihat ini!"ucap Dira.


"Ke..kenapa bisa?"ucap Arsen yang tidak percaya bahwa isi kado tersebut adalah semua aset hartanya.


"Mungkin ada orang baik yang diam-diam membantu kita,"sahut Dira.


"Mungkin saja,tapi siapa dia?"ucap Arsen bertanya-tanya.


"Atau jangan-jangan segerombolan hantu itu?"tebak Dira.


"Kamu benar,mereka memang selalu membantu kita,mungkin mereka lah yang melakukan ini,"ucap Arsen.


"Aku ingin menemui mereka dan mengucapkan terima kasib kepada mereka."


"Tunggu urusan itu nanti saja,kita malam pertama dulu sayang,"goda Arsen.


Kini kehidupan Dira,Vivi,Vio dan Arsen sudah damai,tidak ada lagi yang menganggu kehidupan mereka dan sekarang Arsen sudah percaya diri menampakan wajahnya dihadapan publik,ia sekarang kembali memimpin perusahaan nya secara langsung,semua karyawan tidak menyangka dengan wajah tampan bos mereka itu,perempuan-perempuan yang melihat Arsen benar-benar meleleh.


"Sayang,kamu bekerja pakaikan saja topeng mu,"perintah Dira,ia sangat cemburu melihat orang yang tertarik dengan suaminya itu.


"Kamu cemburu?"tanya Arsen.


"Tidak,"ucap Dira cuek.


"Baiklah tuan putri,perintahmu akan di laksanakan,"ucap Arsen.

__ADS_1


Tidak terasa hari berganti hari,bulan berganti bulan.Arsen dan Dira dikaruniai anak perempuan yang kembar yang sangat cantik dan lucu.Kini sekarang kehidupan mereka sudah begitu sempurna saat kehadiran bayi kembar yang bernama Amelia putri dan Amala putri.


TAMAT.


__ADS_2