
"Emmmm,emmm,"jeritan Vivi sambil memberontak.
"Bagaimana? apa kamu masih tidah sudi berciuman denganku?"tanya lelaki itu,ia memaksa mencium Vivi,karena Vivi sudah berani merendahkannya secara terang-terangan,sehingga ia menjadi sangat marah.
"Bre***k,"maki Vivi sambil menangis tersedu-sedu,ia tidak terima atas pelecehan laki-laki yang ada di hadapannya itu,apa lagi ia tidak mengenal siapa laki-laki tersebut.
"Lepaskan aku,aku mohon hiks,hiks,"tanggis Vivi terdengar sangat menyedihkan di telinga laki-laki tersebut.
"Stttttttt,diamlah aku tidak akan menyakiti mu,aku hanya ingin dirimu disisiku untuk selamanya,"ucap laki-laki tersebut dengan sangat lembut.
"Jangan pernah bermimpi untuk memiliki ku,"sahut Vivi dengan emosi.
"Ya kamu memang benar dari dulu aku memang selalu bermimpi untuk memiliki mu dan sekarang mimpi itu sudah menjadi kenyataan,hahaaa,"tawa lelaki itu,Vivi yang mendengarnya bergidik ngeri.
"Dan kamu harus menerima kenyataannya karena kamu akan tetap menjadi milik ku dan selamanya akan tetap menjadi milik ku,kamu harus ingat itu baik-baik,"peringat lelaki itu.
"Dasar pria gila!"maki Vivi.
"Ya aku memang gila,gila karena kamu gadis manis."
"Ciuuhhhhh,"Vivi meludah semberangan arah,namun ia tidak tahu bahwa ia meludah wajah lelaki tersebut.
"Tolong lepaskan aku sekarang juga dan segeralah bangun dari mimpi mu itu karena aku tidak akan PERNAH menjadi MILIK MU,"peringat Vivi balik.
"Oh ya,apa kamu tahu dari dulu aku sangat mencintaimu namun kamu mengabaikan aku,"ucap laki-laki itu tiba-tiba terdengar sangat menyedihkan.Kemudian ia menyalakan obor supaya didalam itu terlihat terang dan Vivi bisa mengenalnya.
"Viiii,,Vio,"ucap Vivi kaget melihat laki-laki tersebut.
"Rupanya kamu sudah mengenalku,aku kira kamu melupakan aku,"ucap Vio.
"Tentu saja aku tidak pernah melupakan orang yang pernah menyakiti aku,"ucap Vivi terdengar dingin.
"Vivi dengarkan aku,aku benar-benar mencintai kamu.Aku mohon kembalilah bersama ku seperti dulu,"ucapnya memohon.
Vio adalah mantan kekasih Vivi 3 tahun yang lalu,lelaki yang ia sangat cintai namun lelaki itu juga yang sangat menyakiti hatinya,sehingga sampai sekarang luka itu masih ada dan ia sangat membenci lelaki yang di hadapannya sekarang.
__ADS_1
Visualnya Vio
Flasback On
Di saat itu Vivi ingin menjenguk Vio di rumah sakit,karena Vio baru saja mengalami kecelakaan.Namun ia tidak sengaja melihat perempuan itu mencium pipi Vio dengan sangat lembut,lalu memeluknya dengan sangat erat,di tambah lagi perempuan itu dalam keadaan sedang hamil.
Vivi yang melihatnya menjadi sangat marah besar,sehingga ia langsung melabrak kedua pasangan sejoli yang lagi dalam mabuk kasmaran itu menurutnya.
Braaakkkkkk,Vivi langsung membuka pintu ruang rawat inap Vio dengan sangat kasar.
"Dasar lelaki bre****k,jadi ini alasan kamu tadi melarangku untuk menjenguk kamu hah?"bentak Vivi.
"Sayang,dengarkan aku,"ucap Vio lemah namun omongannya sudah terpotong.
"Aku tidak akan pernah lagi mendengar semua apa yang kamu katakan sekarang,karena aku sangat membenci kamu dan sekarang kita tidak punya hubungan apa-apa lagi,kamu tahu itu apa artinya?"
"Tidak,tidak aku tidak ingin hubungan kita berakhir Vi ,aku sangat mencintai kamu.Aku mohon jangan pernah meninggalkan aku,"ucap Vio.
"Viii,"panggil Vio.
"Cukup! aku tidak ingin lagi bertemu denganmu lagi,aku harap ini pertemuan terakhir kita berdua,"ucap Vivi lalu melangkah pergi meninggalkan Vio.
Flasback Off
"Sayang,kamu sudah salah paham?"jelas Vio.
"Berhenti memanggilku seperti itu,itu terdengar sangat menjijikan sehingga membuatku ingin semakin muntah dan apa kamu bilang salah paham?"
"Iya sayang itu hanya salah paham saja,aku mohon percayalah."
"Sudah ku bilang berhenti memanggil ku seperti itu!"
"Baiklah,tapi dengarkan dengarkanlah dulu penjelasanku."
__ADS_1
"Aku tidak ingin mendengar penjelasan mu itu semuanya sudah cukup jelas,cepat lepaskan aku sekarang juga,"bentak Vivi.
"Vi aku mohon,aku mohon dengan sangat kali ini saja kamu mendengar penjelasanku,"pinta Vio dengan tulus dan Vivi sempat terdiam.Kemudian ia membuang nafasnya dengan kasar.
"Baiklah jelaskan sekarang juga,"ketus Vivi.
"Vi perempuan itu kakak kandungku,ia hamil karena lelaki bre***k tidak mau mempertanggung jawabkan semuanya,ia tidak bisa berbicara dan ia benar-benar minta maaf karena tidak bisa menjelaskan semuanya waktu itu,ia sangat merasa bersalah karena sudah membuatmu salah paham."
"Tunggu! kakak kamu? bisu?maksudku tidak bisa berbicara?"tanya Vivi bertubi-tubi.
"Iya dia kakak ku namanya Viena ia memang tidak bisa berbicara sejak lahir,ini semua salahku juga yang tidak pernah membicarakan tentangnya kepadamu,maafkan aku Vi maafkan aku,"ucap Vio sambil memeluk Vivi dan Vivi tiba-tiba saja air mata Vivi membasihi pipinya di sini ia lah yang sangat bersalah karena sudah tidak mendengar penjelasan Vio saat itu.
"Hiks,hiks,Vi,,Vio maafkan aku,"ucap Vivi.
"Tidak kamu tidak bersalah Vi,aku yang bersalah disini,"ucap Vio lalu mengecup kening Vivi dengan sangat lembut.Mereka berduapun saling berpelukan dan melepaskan rasa rindu yang selama ini sudah tertahankan,Vio memang benar-benar sangag mencinta Vivi.Waktu Vivi pergi meninggalkannya ia langsung pergi mencari keberadaan Vivi setelah sembuh dan pada akhirnya ia sudah menemukan kekasih hatinya itu,ia berjanji akan menjaga dan selalu berada di sisi gadis manisnya itu.
"Stoop,tolong lepaskan ini dulu kenapa kamu mengikatku dengan sangat kejam seperti ini,katanya kamu mencintaiku seharusnya kamu tidak menyakiti aku,"kesal Vivi namun Vio tersenyum geli melihat wajah kekasihnya itu cemberut.
"Maafkan aku,aku takut mengikat pakai tali kecil kamu akan kabur dan akan sulit menemukan kamu lagi,"jelas Vio.
"Tidak masuk akal,"gumam Vivi.
"Lepaskan sekarang juga,ini benar-benar terasa berat,"pinta Vivi dan Vio pun segera langsung melepaskan semua rantai-rantai itu dengan cepat.
"Apa ini sangat sakit,maafkan aku sayang,"lalu Vio memeluknya dengan sangat erat.
"Kita berada di mana sekarang?"tanya Vivi.
"Kita berada di gua tempat persembunyian yang paling aman sayang,mereka tidak akan pernah bisa menemukan mu disini,"ucapnya menjelaskan kepada Vivi.
"Tapi aku ingin pulang Vio,pasti teman ku dan dengan yang lain mengkhawatirkan aku sekarang."
"Tapi kalau kita keluar dari sini dia akan mengincar kamu lagi."
"Kamu sudah tahu?"
__ADS_1
"Iya aku sudah tahu,kalau kamu benar-benar tersiksa karena mereka semua,maafkan aku yang waktu itu tidak bisa menolong kamu,karena aku tahu aku juga tidak bisa menolong kamu."